MENU
icon label
image label
blacklogo

Shazam Membawa Warna Baru di Semesta DC

MAR 26, 2019@11:31 WIB | 379 Views

Shazam! terjadi di semesta yang sama dengan film-film lain yang diadaptasi dari DC Comics. Tetapi penulis Henry Gayden (Earth to Echo) dan sutradara David F Sandberg (Lights Out) tampaknya bertekad untuk merombak semesta itu. Atau setidaknya, mereka ingin memberi sedikit ‘warna cerah’ di semesta yang selama ini terlihat semakin kelam yang terbentuk oleh trilogi karya Zack Snyder yaitu Man of Steel, Batman Vs Superman, dan Justice League.

Nah tidak ada cara yang lebih baik untuk mengubahnya dengan menggunakan kisah salah satu superhero tertua yang pernah ada. Terlebih kisah Shazam! yang mengenai seorang anak yang bisa berubah menjadi sosok dewasa dengan bantuan kata ajaib tampaknya susah untuk dibuat jadi kisah suram seperti cerita semesta DC lainnya.

Karakter utama film superhero ini adalah seorang remaja bernama Billy Batson (diperankan oleh Asher Angel dan Zachary Levi saat berubah jadi superhero). Dia adalah anak yang kerap berpindah panti asuhan dan berganti orang tua asuh. Billy menghabiskan masa kecilnya coba menemukan kembali ibunya, setelah mereka terpisah di suatu karnaval saat dia berumur 3 tahun.

Suatu hari dia mendapatkan kekuatan berubah menjadi superhero dari seorang penyihir tua yang tidak sengaja ditemuinya. Semenjak itu dengan megucapkan kata ajaib, dia dapat berubah dari seorang remaja biasa menjadi pria dewasa berotot yang bisa terbang dan menembakan listrik dari jarinya.  

Bersama sahabatnya Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer), Batson pun mulai mencari makna sosok superhero seperti apa yang dia inginkan menjadi jati dirinya. Kelucuan dan keluguan kedua remaja tergambar baik saat mereka mencari tahu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak sebagai sosok superhero dewasa. Seperti boleh tidak terbang sembarangan atau bahkan membeli bir tanpa KTP. Belum lagi percakapan lucu di antara keduanya yang mencari nama yang cocok untuk si superhero.

Captain Marvel

Shazam! adalah sebuah komik karya Bill Parker dan C.C. Beck yang terbit pertama kali di akhir tahun 1940 dari sebuah penerbitan kecil bernama Fawcett Publications. Pada komik aslinya Billy Batson dapat berubah menjadi Captain Mavel dengan mengucap kata ‘Shazam’ (singkatan dari Samson, Hercules, Atlas, Zeus, dan Mercury).

Seiring semakin terkenalnya karakter ini, Fawcett mendapat tuntutan hak cipta dari DC Comics. Mereka menilai Captain Marvel secara desain dan cerita meniru superhero andalan mereka, Superman. Tuntutan dimenangkan oleh DC Comics pada tahun 1951 dan hak komik itu jatuh ke mereka.

Namun di luar dugaan DC Comics, pihak pengadilan juga menetapkan bahwa nama Captain Marvel kembali sebagai hak publik. Di mana hal itu segera disambar oleh rival mereka, Marvel Comic, dan membayar hak cipta atas nama Captain Marvel.

DC Comics sempat kebingungan karena akhirnya memiliki hak atas karakter komik Fawcett, tapi tidak namanya.  Baru pada 1972 (32 tahun kemudian) Captain Marvel milik DC pun diluncurkan ulang dengan nama Shazam!.

Kembali membahas filmnya, Shazam! akan mulai tayang perdana 5 April nanti. Jadi pastikan luangkan waktu untuk menonton film superhero terbaru dari DC ini.

Tags :

#
shazam!,
#
dc comics,
#
captain marvel,
#
zack snyder,
#
henry gayden