MENU
icon label
image label
blacklogo

Butuh Tempat Buat Istirahat Saat Turing? TEMMU Co-Living Bisa Jadi Jawabannya

MAY 20, 2019@12:00 WIB | 189 Views

Siapa bilang turing itu harus mahal? Ada budget yang bisa dipangkas agar bisa turing sering-sering, lho. Selain harus pintar-pintar pilih lokasi tujuan wisata untuk menghemat biaya isi bensin, ternyata ada satu lagi nih cara agar bisa hemat. Yaitu tepat memilih tempat menginap. Kalau biasanya bayar mahal karena tidur di hotel, kenapa tak memilih jenis tempat menginap lainnya? Ini dia keuntungan memilih hostel.

Bagi seorang peturing milenial, penginapan adalah urusan nomor sekian dalam piramida keperluan turing mereka. Prinsipnya, kalau ada yang murah, mengapa harus menginap di tempat mahal? Apalagi kalau ada yang gratis, mengapa harus mengeluarkan uang hanya untuk sekedar menginap? Ceruk pasar penginapan untuk peturing atau backpacker sendiri lumayan besar, terutama di pusat pariwisata seperti Bandung. Hal inilah yang mencoba digaet Wahana Makmur Sejati melalui TEMMU Co-Living.

Penginapan milik grup main dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang tersebut itu diklaim tidak semahal hotel. Cocok untuk petouring yang menginap di Bandung. Temmu Co Living sebuah penginapan berkonsep sharing room dengan 56 tempat tidur pribadi untuk mengakomodir pelancong ataupun sekedar kejar jadwal, meeting, dan kunjungan kerja.

Dengan harga mulai Rp. 150 ribu (sudah include sarapan, akses smart lock capsule, handuk, dan locker). NTAP! Apalagi kualitas kamar yang ditawarkan begitu nyaman dan layanan yang ramah, tak heran jika hostel yang terletak di tengah-tengah pusat keramaian Bandung ini jadi rujukan favorit para backpacker dunia.

Yang pasti,  TEMMU Co-Living mendapat bintang lima dari segi lokasi. Sederhana. TEMMU berada si pusat kota dan dekat ke mana-mana. Ke mana-mana bisa berjalan kaki. Beralamat di Jalan Jl. Abdul Rahman Saleh No.68 A, Husen Sastranegara, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat ini, hanya 5 km dari Braga City Walk dan Jalan Riau, lalu hanya berjarak 5 km dari Gedung Sate dan Istana Merdeka serta 3 km dari pusat Kota Bandung

Belum lagi, TEMMU Co-Living hanya sekitar 350 m dari bandara Husein Sastranegara Bandung. Jadi tak heran, bila TEMMU memiliki pemandangan terbaik Bandung. Sarapan pengunjung di lantai atas akan ditemani pemandangan gunung yang mengelilingi kota Bandung plus suasana, take off, dan landing, pesawat di bandara Husein Sastranegara yang berada tepat di belakang gedung Temmu Co-Living.

Umumnya, penginapan khusus backpacker menganut konsep hotel kapsul. Harus dimengerti, bahwa para backpacker itu banyak menghabiskan waktu di luar, bukan di dalam hotel. Jadi, ketika mereka kembali ke hotel dengan rasa lelah, yang dipikirkan hanya sekedar “numpang” tidur dan membersihkan badan saja. Masalah ukuran kamar atau tempat tidur, itu urusan nomor terakhir.

Begitu pula dengan TEMMU Co-Living. Selain memiliki kamar bunkbed concept namun juga kamar single dan twin bed dengan sharing bathroom. Masing-masing bunkbed dilengkapi lampu tidur lengkap dengan colokan listriknya. Selain itu, bunkbed juga dilengkapi dengan penutup seperti tirai di masing-masing tempat tidurnya, sehingga tercipta kesan privacy yang nyaman.

Dari segi ruang, interior bunkbed secara keseluruhan emang biasa saja. Karena sungguh yang spesial dari hostel ini bukan pada bagian luarnya, tapi area dalam bunkbed yang nyaman dan luas banget kalo dibandingin ukuran bunkbed pada umumnya.

Selain ngga akan kesempitan, dan terjamin ke-PW-annya buat goler-goler kesana kemari. Fasilitas bunkbed juga lengkap banget, ada lampu baca LED dan pendingin yang bisa diatur tingkatannya sesuai kenyamanan.

Bunkbed ini juga bisa dibilang aman banget, dengan akses keamanan berlapis. Mulai dari akses masuk ke kamar, sampe smart card lock dan Sliding door untuk masuk ke area bunkbed-nya. Cukup kaget saat baca di Traveloka jika TEMMU Co-Living menyediakan breakfast.

Bayangkan, hostel murah kok nyediain sarapan. Ini keren banget. Memang sih, sarapan yang disediakan hanya berupa roti, lengkap dengan mentega, selai dan meses. Tapi itu jayg lebih bagus bukan, daripada kebingungan atau malas keluar. Tamu dipersilakan mengambil roti seseuai keinginan. Dan yang juga menggembirakan adalah tersedianya kopi dan teh kapan pun mau. Ini kan kece buat hostel backpackeran.

Satu lagi keuntungan memilih TEMMU Co-Living sebagai tempat menginap. Tak perlu bayar mahal untuk stay di hotel mahal demi foto keren. Banyak banget hostel yang sengaja didesain cantik agar instagramable. Pastikan Anda tetap menyiapkan kamera dan pakaian terbaik meski menginap di hostel, ya. Akan ada banyak pojokan ciamik yang siap menjadikan fotomu cetar.

Nah itu tadi beberapa keuntungan memilih TEMMU Co-Living sebagai tempat menginap saat turing. Sekarang percaya kan kalau liburan nggak harus mahal? Bagaimana, tertarik untuk mencoba? [bil/timBX]

Tags :

#
wahana makmur sejati,
#
temmu co-living,
#
bandung,
#
hostel,
#
bunkbed,
#
turing,
#
travelling,
#
backpacker,
#
black spot