MENU
icon label
image label
blacklogo

CK Motorsport, Build a Sportscar for Daily and Track Performance

SEP 25, 2020@13:47 WIB | 580 Views

Bengkel yang satu ini cukup  eksis melewati trend otomotif berbasis performance baik itu disektor mesin, undercarriage, hingga kompetisi balap. Jejak karir CK Motorsport telah melewati seperempat abad, rentang waktu yang cukup lama menginfluence para petrol heads memodifikasi mobilnya hingga stage tertentu. Modifikasinya mengarah ke sports car Eropa, Jepang  dan  beberapa  merk Amerika untuk harian bahkan untuk daily track.

Part performance yang siap diinstal antara lain knalpot, intake dari Forge Motorsport perwakilan brand UK, untuk sportscar dan Jimny generasi keempat. Sementara sektor performance mesin CK Motorsport punya mcchip-dkr untuk live tuning ECU, sedangkan sektor pengapian dibantu oleh high spark ignition buatan Jepang. untuk model Mini B48, BMW B48, VW Golf MK5, MK6, MK7 dan Porsche Macan.

Blow off valve, BMW, Mini Cooper, Audi, Mercy dari brand Forge Motorsport, menggantikan dominasi HKS yang selama ini mendominasi market mobil buatan Jepang. Selain knalpot dan intake, Forge Motorsport punya intercooler khusus Mini Cooper sekaligus menjadi sponsorship Mini Challenge di UK. Brand Forge Motorsport membuktikan part performance yang sangat cocok untuk performance Mini sekaligus menjadi sponsor resmi balap. Tak hanya Mini Cooper beberapa mobil Eropa juga disiapkan part khusus.

"Ketika part Forge Motorsport dipasangi, mulai dari blow off, knalpot, intake, hingga intercooler fungsinya mesin mengalami pendinginan secara maksimum. Akan tetapi kenaikan horse power mesin harus diikuti dengan tuning ECU. Dengan boost lebih tinggi, pendinginan mesin lebih tinggi, dipastikan tenaga lebih maksimum dengan setting air intake temperatur lebih rendah," ungkap Dalvin punggawa CK Motorsport di bilangan Jakarta Barat.

High Spark Ignition buatan Jepang punya voltage yang tinggi. Secara prinsip berbeda dengan yang masih menggunakan koil lama. "High Spark Ignition bagian dalamnya sudah dimodifikasi dengan menaikkan voltase dari basic koil original. Bagian yang paling terasa dari engine performance saat bejek throttle, bagian torque paling berasa meningkat dan mengurangi gejala misfire serta timming pengapian yang tepat," jelas Dalvin yang menggaransi produk tersebut 1 tahun.

Sementara mcchip-dkr untuk kebutuhan reflash ECU mobil Eropa, punya efek yang aman tidak mengurangi reability mesin sendiri, atau turbo untuk mobil daily use. "Mcchip-dkr di Eropa digunakan untuk balap endurance 24 jam, sementara GIAC khusus untuk tuning mobil drag race yang lebih ekstrim seperti Porsche, Audi dan Ford Mustang," tutur Dalvin yang biasa setup balap di Sentul. CK Motorsport juga masih melayani penjualan part seperti velg dan ban.

Sebagai bukti CK Motorsport punya mobil display Audi TTS yang sudah stage 2 plus, modifikasi dimulai knalpot, intake,  high pressure fuel pump, water ethanol injection,  remap, braking system forge dan suspensi. Audi TTS milik CK Motorsport ini punya catatan waktu 1 menit 49 detik, dengan tenaga 350 HP dari standarisasi 265 HP. Untuk kebutuhan daily, mobil ini sudah cukup bertenaga.

"Para penyuka high RPM,  jangan  hanya menyukai  speed. Speed is nothing saat di jalanan umum. Akan tetapi saat masuk track, mobil harus dilengkapi dengan suspensi dan pengereman harus diperhatikan.  Audi TTS dengan 350 HP dan laptime 1,49 detik tidak akan menghasilkan catatan waktu terbaik bila tidak menggunakan sistem kaki-kaki yang mendukung untuk track. Modifikasi jangan hanya mengejar kecepatan, namun bagaimana bisa mengerem atau membelok dengan baik, " tutup Dalvin. [ahs/timBX]

Tags :

#
beyond d garage,
#
ck motorsport