MENU
icon label
image label
blacklogo

Dari Jas Hingga Trainer, Pakaian Para Pelatih di Euro 2020

JUN 24, 2021@17:30 WIB | 380 Views

Para pemain sepak bola adalah pusat utama perhatian para penonton selama pertandingan berlangsung. Namun ada satu orang lagi di lapangan yang sering mendapat sorotan kamera. Mereka adalah para pelatih yang telah menemani pemain sejak lama. Mereka juga memiliki peran penting dalam memandu rencana pertandingan, pergantian pemain, dan lain-lain. Tak terpungkiri mereka juga bagian penting Euro 2020.

Berbeda dengan baju para pemain yang sudah ditetapkan aturan, baju para pelatih ini lebih bebas. Pilihan pakaian mereka pun menjadi lebih bervariasi dan menggambarkan karakter masing-masing. Bahkan setelah Piala Dunia 2018, Mark & Spencer menyambut Gareth Southgate Effect. Hal ini karena penjualan waist coast meningkat drastis setelah pelatih tim Inggris itu terlihat memakainya pada pertandingan penting itu. Tahun ini, bagaimana pakaian yang dipilih oleh masing-masing tim di Euro 2020? Berikut adalah gambar-gambar yang dikumpulkan The Athletic.

Senol Gunes dari Turki

Pelatih Turki ini memakai jas hitam saat membimbing anak-anaknya di lapangan. Celana yang dipilih pun senada dengan jasnya. Setelan ini dilengkapi dengan kemeja putih yang terkancing hingga tas dan dasi merah terang. Paduan ini memberikan kesan keren dan tenang, tetapi juga datar dan kaku.

Roberto Mancici dari Italia

Roberto Mancici memakai blazer abu-abu di lapangan saat tim Italianya bermain. Atasan ini pun mulai terlupakan saat Italia berhasil mengalahkan Turki 3-0 di malam pembuka turnamen. Di bawah abu-abu adalah kemeja putih dengan dasi dan celana hitam. Pelatih berusia 56 tahun pernah mengatakan dalam salah satu wawancanya, gayanya ini adalah “innate”.

Robert Page dari Wales

Pelatih dari Wales ini terlihat sangar dengan baju trainingnya. Mengutip dari The Athletic, ia terlihat lebih mirip pelatih rugby daripada sepak bola. Robert Page memakai kaos olahraga hitam dari Adidas lengkap dengan logo Wales di atasnya. Ia juga memakai celana training hitam yang sepaket dengan baju ini. Pakaian serba hitam ini hanya kehilangan sobat peluit di leher si pelatih.

Vladimir Petkovic dari Swiss

Baju yang dipilih Vladimir telihat tidak jauh berbeda dengan Senol Gunes. Ada Jaket hitam, dalaman kemeja cerah (putih atau biru muda), dan celana senada dengan jaket. Tentunya tidak terlupakan adalah dasi merahnya yang unik dengan ujung kotak. Percayalah, Anda akan kesulitan menemukan dasi yang sama di pasaran.

Steve Clarke dari Skotlandia

Steve Clarke memilih setelan jas lengkap tanpa dasi. Setelan hitam putih di lapangan ini terlihat resmi tetapi juga santai. Tentunya kalau tidak ada lanyard di lehernya, Steve bisa saja masuk ke ruangan dan mulai membahas kontrak sebagai seorang pembisnis. Namun setelan ini juga memberikan kesan bahwa Skotlandia berbahagia di Euro 2020 ini.

Gareth Southgate dari Inggris

Pakaian Gareth Southgate adlah salah satu penarik perhatian setelah Graeth Southgate Effect-nya 2018 lalu. Sayangnya Gareth meninggalkan waistcoatnya di rumah. Di lapangan pertandingan Euro 2020 tahun ini, ia memilih kemeja putih dan dasi hitam saat memandu para pemainnya. Jas dan lanyardnya ditinggalkan, lengannya dilipat hingga siku. Dibandingkan waistcoat yang terlihat terlalu resmi, setelan ini terlihat lebih santai tetapi tetap serius.

Zlatko Dalic dari Kroatia

Berlawanan dengan Gareth dan setelan seriusnya, Zlatko memilih gaya Smart. Kaos putih yang longgar dipadukan blazer dan celana berwarna hitam. Tentunya seiring dengan naiknya suhu di lapangan, blazer ini pun berakhir di kursi. Kaos putihnya juga terlihat longgar dan cocok dengan cuaca terik ini.

Frank de Boer dari Belanda

Frank de Boer tahun ini meninggalkan setelan abu-abunya dan memakai setelan dengan warna lebih gelap. Pada pertandingan Belanda melawan Ukraina, ia memakai jas dan celana berwarna biru navy yang gelas dan dasi berwarna senada di atas kemeja putih. Setelan pilihan Frank de Boer bisa dibawa bersaing dengan Mancici dari Italia.

Andriy Shevchenko dari Ukraina

Saat bersaing dengan tim Belanda milih Frank de Boer, setelan pilihan Andriy juga bisa bersaing dengan tim lawan. Ia memakai jas hitam dengan setelan celana kain senada. Mantan stiker AC Milan ini juga memakai dasi hitam di atas kemeja putih. Mirip bukan dengan Frank de Boer?

Luis Enrique dari Spanyol

Pakaian pilihan Luis agak aneh bila dipilah satu per satu. Ia tentu masih memakai kemeja putih favorit para pelatih di lapangan. Sepatu Adidas-nya juga masih mendukung penampilan dan masih segaris dengan kemeja tadi. Hanya saja celana cargonya malah memberi kesan dalam waktu dekat ia akan melakukan hiking selama 3 hari. Tentunya ia tidak akan benar-benar melakukannya.

Janne Andersson dari Swedia

Janne Andersson memilih setelan yang simpel dan biasa dipilih para pelatih. Kemeja putih longgar yang dikancingkan hingga atas. Celana hitam dan sepatu mengkilat. Simpel, aman, dan biasa.

Kasper Hjulmand dari Denmark

Pilihan pakaian Kasper juga memilih gaya aman. Setelan kemeja putih dan celana hitam dipadukan dengan jumper hitam. Sangat aman tetapi juga terkesan tua. Sebagai sesama pria 50 tahunan, mungkin ia bisa meminta saran Mancici atau De Boer.

Markku Kanerva dari Finlandia

Gaya Markku tidak pernah berubah dari dulu. Setelan Three pieces dengan kemeja, waistcoat, jas luar, dan sepatu oxford sudah menjadi gaya ikoniknya. Tahun ini ia memilih warna navy untuk dibawa ke Euro 2020. Celananya terlihat lebih longgar di zaman celana ketat adalah barang popular. Namun mengingat suhu panas di lapangan, hal ini bisa dimengerti.

Paulo Sousa dari Polandia

Paulo Sousa membagikan contoh setelan jas musim panas yang baik. Sepatu oxford, celana Chino, kemeja putih, dan blazer berwarna navy. Padukan dengan kemeja putih dan dasi biru bergaris merah dan putih. Sekarang Anda sudah siap berjalan dengan gaya di luar rumah.

Stefan Tarkovic dari Slovakia

Stefan mengikuti jejak Markku dan memakai three pieces suit. Setelah biru navy ini dipadukan dengan kemeja putih dan dari biru dengan polkadot putih. Dengan setelan resmi ini, sayangnya ia memakai sepatu trainers yang malah membawa kesan santai.

Roberto Martinez dari Belgium

Roberto juga memilih gaya aman di lapangan. Ia terlihat klasik dengan paduan hitam putih kemeja, jas, dasi, dan celana. Yang paling menarik perhatian adalah sepatu oxford hitam yang sangat mengkilat. Aman dan sangat klasik.

Stanislav Cherchesov dari Rusia

Stanislav Cherchesov juga memakai waistcoat di bawah jasnya saat memandu tim Rusia di Euro 2020. Setelan berwarna gelap dengan dasi garis-garis ini tidak begitu mencolok dibandingkan pelatih lain. Sayangnya lanyard yang besar menutup sebagian besar waistcoast menjadi tidak terlihat.

Franco Foda dari Austria

Franco memilih gaya yang berbeda dari pelatih lain. Ia memakai jas kasual berwarna navi dan trainer yang juga sama kasual. Benar-benar kasual dengan kesan smart di dalamnya.

Igor Angelovski dari Makedonia Utara

Gaya pakaian Igor tidak jauh berbeda dengan pelatih-laptih lain. Jas dan bawahan navy dipadukan dengan kemeja putih dan dasi merah bergaris putih. Ia memilih sepatu tessuti hitam dengan garis putih panjang di atas sol yang sangat tipis. The Athletic menuliskan ia terlihat seperti guru dengan lapangan sebagai kelasnya (dan ruang meeting).

Jaroslav Silhavy dari Republik Ceko

Jaroslov membawakan gaya yang lebih kasual lagi. Pria usia 59 tahun ini memilih memakai jas pola kotak-kotak berwarna gelap. Ia memadukannya nya dengan kaos hitam menjadi gaya serba gelap. Untuk sepatu, ia memilih sepatu brogues dari bahan kulit coklat muda. Simpel dan tetap gaya.

Fernando Santos dari Portugal

Baju pilihan Fernando Santos mirip dengan pelatih-pelatih lain. Ia memilih gaya monokron lain dengan jas hitam dan kemeja putih. Dasi biru dengan polkadot putih melengkapi pakaiannya hari itu. Fernando memberikan gaya klasik, serius, dan seperit mafia. Tentunya sebagai orang yang memandu tim pemenang ini ia bebas memlih gaya yang disukai.

Marco Rossi dari Hungaria

Marco menjadi unik dibandingkan pelatih-pelatih lain karena gaya rambutnya. Ya ia adalah satu-satunya pelatih botak di lapangan Euro 2020. Ia memilih jas berwarna navy, dasi dengan warna yang sama , sepatu oxford hitam, dan kemeja putih. 

Didier Deschamps dari Prancis

Berasal dari negara fashion, gaya Didier tidak kalah dengan pelatih-epaltih lain. Ia memilih jas royal blue dipadukan dengan kaos navy di dalamnya. Ia juga memakai sepatu dan ikat pinggang kulit dengan warna yang senada. Kontras nada warna di antaranya terasa serasi dan memberikan aura mafia juga (teman baru Fernando Santos).

Joachim Low dari Jerman

Joachim Low tahun ini mengecewakan para peminat fashion di antara penonton bola. Tahun ini di Euro 2020 ia hanya memakai kaos poloh hitam, shinor warna abu-abu, dan sepatu putih. Padahal biasanya ia salah satu fashion icon di lapangan bola, dengan kemeja atau jas yang dimiliki.

Itulah tadi gaya-gaya para pelatih di lapangan saat menemani para pemainnya di lapangan Euro 2020 yang dikumpulkan oleh The Athletic. Tahun ini warna biru, navy, dan hitam menjadi pilihan favorit para pelatih ini. Atasan yang biasa dipakai antara lain kemeja putih atau kaos berwarna gelap. Anda paling menyukai gaya pelatih dari tim mana? [evl/asl/timBX]

Tags :

#
euro 2020,
#
rekomendasi jas,
#
rekomendasi trainer,
#
gaya hidup