MENU
icon label
image label
blacklogo

Geliat Pasar Apung Lok Baintan Banjarmasin di Pagi Hari

MAY 03, 2019@13:23 WIB | 104 Views

Indonesia mempunyai ragam keunikan di tiap kota yang tentunya tak boleh dilewatkan begitu saja. Jika Blackpals sedang berkunjung ke Banjarmasin, coba berkunjung ke Pasar Terapung Lok Baintan.

Sebenarnya Banjarmasin mempunyai beberapa pasar apung, apalagi jika akhir pekan. Kota Banjarmasin, tepatnya di Siring disulap menjadi pasar apung dadakan untuk menarik wisatawan. Namun bagi kalian yang berkunjung ke Banjarmasin di hari biasa tentu akan sulit menemukannya.

Orang lokal di sana biasa mengarahkan kita ke Lok Baintan yang letaknya 45 menit berperahu dari Banjarmasin. Mereka pun bilang pasar terapung yang asli, seperti yang ada di salah satu iklan di TV swasta itu sebenarnya ada di Lok Baintan.

Pasar itu buka sejak subuh sampai jam 7 pagi dan memang merupakan pasar tradisional untuk para penduduk di pinggir sungai Martapura.

Nah, makanya harus pergi sebelum subuh untuk pergi ke sana. Sayang saat itu sopir kami terlambat menjemput sudah jam setengah 6 kita baru berangkat ke Lok Baintan dengan menyewa perahu yang sedia bersandar di Kedai Soto Banjar Bang Amat.

Kapal pun melaju cepat, kami melewati beberapa rumah penduduk dan melihat mereka beraktivitas, seperti mandi ataupun mencuci di pinggir sungai ini. Tak kalah menakjubkan sang surya yang baru mau muncul tampak malu-malu sehingga membuat pagi itu terasa syahdu lengkap dengan sesapan secangkir kopi.

Di sepanjang perjalanan sudah ada rombongan ibu-ibu yang berperahu berderet membentuk pola memanjang. Ya, para pedangang pasar terapung ini semuanya ibu-ibu. Pulangnya rombongan ibu-ibu itu berjalan berlawanan arah dengan kami menandakan momen pasar apung segera berakhir namun kami belum sampai ke sana.

Benar saja, saat sampai di titik pasar terapung hanya tersisa sekitar 10 perahu saja. Ibu-ibu dengan cuping ini masih gigih menawarkan berbagai belanjaan mulai dari pisang, teh, sayur dan sebagainya. Kali ini bukan ke penduduk tapi ke wisatawan seperti kami yang memang sengaja berkunjung ke sini.

Kami membeli sesisir pisang seharga Rp 10 ribu dan mencoba naik perahu kayu milik salah satu pedagang. Ternyata sedikit menyeramkan karena bibir perahu kayu ini benar-benar dekat dengan air sungai. Apalagi perahunya kecil dan mengkhawatirkan namun sang ibu berusaha menenangkan kami bahwa semua baik-baik saja meski tanpa rompi apung.

Puas berkeliling dengan perahu kecil, kami pun pamit dan meninggalkan tempat tersebut. Tapi sebelumnya jangan lupa minum dari air dari sungai Martapura ini, konon katanya bisa membuat kalian kembali lagi. Seru bukan perjalanan ke Lok Baintan, Yuk Blackpals coba lihat Indonesia sesungguhnya di Pasar Apung Lok Baintan ini.

Tags :

#
pasar apung,
#
lok baintan banjarmasin,
#
black spot