MENU
icon label
image label
blacklogo

GM Bersama Lockheed Martin Mendesain Moon Buggy Untuk Para Astronot NASA

MAY 30, 2021@11:00 WIB | 241 Views

Kendaraan beroda untuk di bulan/Rover/Moon Buggy yang akan datang kemungkinan bertenaga elektrik dan mempunyai kemampuan untuk self-driving. General Motors mengatakan bersedia untuk membantu NASA membawa dan menciptakan kendaraan listrik dan otomatis ke bulan pada dekade ini. Kendaraan ini akan memungkinkan astronot Artemis mengitari permukaan bulan.

Perusahaan mobil legendaris ini mengumumkan pada beberapa waktu lalu bahwa mereka akan bekerja sama dengan kontraktor lama NASA, Lockheed Martin, untuk mengembangkan moon buggy yang baru.

"Rover generasi mendatang ini akan dapat memperluas jangkauan astronot saat mereka melakukan penyelidikan dan penelitian sains prioritas tinggi di Bulan yang pada akhirnya akan mempengaruhi pemahaman umat manusia tentang tempat kita di tata surya”, ujar Rick Ambrose, wakil presiden eksekutif Lockheed Martin Space dalam suatu pernyataan.

Pada tahun lalu, NASA mengirimkan permintaan informasi dari industri untuk membantu badan antariksa dalam mengembangkan kendaraan yang dapat menjelajahi permukaan bulan untuk program Artemis, yang bertujuan untuk mengirim astronot kembali ke permukaan bulan untuk pertama kalinya dalam setengah abad sejak berakhirnya program antariksa, Apollo.

Pada bulan Agustus, Mark Kirasich, wakil administrator NASA untuk sistem eksplorasi lanjutan, menjelaskan di Twitter bahwa rencana NASA tersebut akan termasuk kendaraan yang dapat melintasi permukaan bulan untuk mengangkut para astronot di sekitar zona pendaratan mereka, serta platform bergerak yang dapat dihuni, yang juga dapat memungkinkan astronot melintasi bulan hingga 45 hari, dan habitat permukaan yang akan menampung sebanyak empat astronaut yang dapat ditinggali dalam jangka yang lebih pendek.

Belum ada satupun desain yang sudah terungkap. Jeff Ryder, wakil presiden perkembangan dan strategi General Motors Defense, mengatakan kepada wartawan melalui panggilan Zoom beberapa waktu lalu, bahwa perusahaan sedang menunggu permintaan rinci untuk proposal dari NASA, yang diperkirakan akan turun akhir tahun ini, "Sepertinya kita akan melihat lebih dari satu kendaraan, mungkin”, ujarnya.

Lisa Callahan, head of commercial civil space, Lockheed Martin, menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya sekadar menanggapi kebutuhan NASA saat ini, melainkan tentang mengantisipasi kemana arah program Artemis: "Kemitraan ini adalah tentang kebutuhan NASA di masa yang akan mendatang”.

General Motors, yang juga terlibat dalam pengembangan rover yang dikendarai astronot Apollo 15 di bulan pada tahun 1971, menyoroti upayanya saat ini untuk memajukan teknologi kendaraan listrik dan otomatis.

"GM akan menggunakan teknologi otomatis untuk memfasilitasi operasi yang lebih aman dan efisien di Bulan”,  kata perusahaan itu dalam pernyataan bersama. "Autonomous, self-driving system akan memungkinkan penjelajah untuk mempersiapkan pendaratan manusia, menyediakan layanan muatan komersial, dan meningkatkan jangkauan dan kegunaan muatan dan eksperimen ilmiah”.

Untuk menggambarkan seperti apa desain dari moon buggy yang akan diciptakan oleh GM dan Lockheed Martin, bayangkan saja sebuah rover otomatis yang dapat mengikuti astronot Artemis di sepanjang permukaan bulan saat dia mengumpulkan sampel untuk studi ilmiah.

Rovers Apollo melakukan perjalanan kurang dari lima mil (delapan kilometer) di bulan. Setiap LTV (Light Tactical Vehicle) baru akan dapat menemput jarak lebih jauh, dan dapat bolak-balik di sekitar kutub selatan bulan, yang kemungkinan akan lebih gelap, lebih dingin, dan lebih kasar daripada situs yang pernah dikunjungi oleh astronot Apollo.

Ryder menambahkan bahwa pelajaran yang didapat dalam merancang kendaraan yang dapat menangani perubahan suhu ratusan derajat dan malam dingin yang berlangsung hingga 14 hari juga dapat diterapkan untuk membangun kendaraan listrik dan baterai yang lebih baik untuk digunakan di Bumi. [era/asl/timBX]

Tags :

#
gm,
#
lockheed martin,
#
moon buggy,
#
astronot nasa,
#
inovasi teknologi,
#
general motors,
#
kendaraan listrik,
#
self-driving