MENU
icon label
image label
blacklogo

Suzuki Suntik Mati Hayabusa Tanpa Penerus

DEC 16, 2018@13:00 WIB | 377 Views

Suzuki Hayabusa sebagai motorsport yang telah memasuki 20 tahu masa produksi. Kabarnya akan dihentikan pada masa produksi tahun 2019. Alasan yang utama karena penjualan yang mulai berkurang, dan pengetatan emisi standar di seluruh dunia. Tahun 2018, di pasar Eropa dan Asia, secara praktis akan melarang motor berkapasitas 1300 cc, dan membuat negara Amerika Serikat lah satu-satunya wilayah yang tersisa untuk penjualan Hayabusa. Namun pada akhirnya, setelah 11 tahun berjalan, Hayabusa beredar tanpa ada sosok penerusnya, dan Suzuki belum menjawab tentang hal ini.

Kembali ke era 90-an, dimana para produsen bersaing keras membangun motor produksi yang tercepat. Suzuki berhasil melahirkan Hayabusa pada tahun 1999, dengan catatan akselerasi dari 0-100 kpj membutuhkan waktu 2,5 detik, dan kecepatan tertingginya 194 mph atau sekitar 312 kpj. Saat itu, pabrikan Eropa dan Jepang cukup takut, dan memutuskan sebuah peraturan batas kecepatan tertinggi 186 mph atau 299 kpj.

Melihat kondisi tersebut, tepatnya tahun 2008, Suzuki tak pernah berhenti berinovasi. Pasalnya Hayabusa mengalami peningkatan kapasitas mesin dari 1299cc ke 1340 cc, menghasilkan 174 hp dan torsi 135 Nm. Pencapaian statistika ini masih dinilai paling mengesankan dalam kategori motor standar, dan Hayabusa diciptakan dengan mesin naturally aspirated.

Market mulai menyisihkan kehadiran Hayabusa sebagai motor tercepat di dunia, dan melupakan kebijakan yang pernah mereka terapkan untuk menyerang si Hayabusa. Honda RC213V-S tercatat mampu meraih 200 mph atau sekitar 321 kpj. Beberapa tahun kemudian tepatnya 2016, Kawasaki mengeluarkan Kawasaki H2 Supercharged, dan mengklaim mampu mencapai 400 kpj, dengan letupan daya 300 hp dan torsi 155 Nm dari mesin inline 4 998cc.

Kehadiran Kawasaki H2 telah merobek catatan waktu tercepat 2,5 detik per 100 kpj, dan seperempat mil butuh cukup 8 detik untuk mencapai kecepatan 313 kpj. Dengan upaya suntik mati Hayabusa di market USA, itu berarti Suzuki tidak tinggal diam pasif, namun kami belum tahu pasti rencana Suzuki tahun depan seperti apa, membiarkan Hayabusa tidak lagi tercatat sebagai motor tercepat di lintasan drag.

Namun di web resmi Suzukicycles.com, masih terlihat sosok Hayabusa varian 2019, dengan warna hitam dan perak. Secara otomatis, Hayabusa tidak akan lagi terjual di tahun 2020, kalau kabar ini benar adanya. Atau hanya sekedar tidak menjualnya di negeri Paman Sam, boleh jadi seperti itu. Untuk merobek kecepatan Kawasaki H2, Suzuki bisa saja ciptakan versi supercharged, atau bahkan suntik mati adalah cara tepat mengurangi sepinya market motorsport. [Ahs/timBX]

Tags :

#
suzuki,
#
suzuki hayabusa,
#
ultimate sportbikes