MENU
icon label
image label
blacklogo

Lebih Dalam Dengan Datsun Cross

MAR 18, 2018@10:25 WIB | 246 Views

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dulu, Datsun dikenal sebagai mobil yang memiliki kenyamanan dan performa yang baik. Setelah lama menghilang, pada 2014, brand yang merupakan cikal bakal Nissan ini hadir kembali.

Berbeda dengan kondisi yang dulu, saat mengalami “reinkarnasi” Datsun tidak lagi hadir untuk menawarkan sedan yang nyaman dan kencang. Tapi, Datsun justru hadir dengan wujud sebuah LCGC alias mobil murah yang diberi nama GO+.

Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang kaget. Karena dengan kenyataan bahwa Datsun kembali hadir untuk bermain di segmen LCGC, maka gengsi dari Datsun GO+ otomatis tidak setinggi mobil-mobil Datsun terdahulu.

Empat tahun setelah lahirnya Datsun GO+, Datsun mengeluarkan Cross. Dari namanya saja, sudah bisa ditebak bahwa Datsun Cross adalah sebuah crossover.

Datsun Cross sendiri mengambil basis dari Datsun GO+. Makanya, eksterior Datsun Cross ini sangat mirip dengan saudaranya yang bermain di segmen LCGC itu.

Meski tampilan eksteriornya sangat mirip, tapi tetap saja ada beberapa hal yang membedakan Datsun Cross dengan GO+. Dengan demikian, kita jadi tidak sulit untuk membedakannya.

Dari depan, Datsun Cross memiliki model headlamp yang berbeda dengan GO+. Kalau headlamp Datsun GO+ berbentuk heksagonal, maka lampu depan Datsun Cross terlihat lebih minimalis tapi agresif. Ini karena adanya garis tajam di bagian ujung atas dan bawahnya.

Walau terlihat minimalis, tapi untuk urusan penerangan, lampu depan Datsun Cross patut untuk kita acungi jempol. Ini lantaran headlamp Datsun Cross sudah dipasangkan proyektor HID, berikut dengan DRL LED. Tidak hanya itu, di bawah rumah headlamp juga ada lampu kabut.

Pindah ke bagian samping, secara garis besar, tampilan Datsun Cross ini masih sangat mirip dengan GO+. Perbedaan antara keduanya di sisi samping mungkin hanya terleak pada peleknya.

Datsun Cross memakai pelek berukuran 15 ini, alias dua inci lebih besar dari GO+. Jika pada Datsun GO+ pelek alloy dijadikan sebagai opsional, maka untuk Datsun Cross, pelek alloy dengan motif palang lima berwarna standar ini sudah jadi standar.

Bergeser ke belakang, di bagian ini, lagi-lagi Datsun Cross terlihat lebih berisi dari Datsun GO+. Sebabnya adalah, karena Datsun Cross mempunyai wiper belakang dan lampu rem di spoiler atapnya. Itu adalah dua fitur yang tak dimiliki oleh Datsun GO+.

Oh iya, untuk memperkuat kesan gagahnya, Datsun Cross juga mempunyai roof rail, under protector di bagian depan, samping, dan belakang, serta ground clearance yang lebih tinggi dari Datsun GO+.

Sedikit berbeda dengan bagian luarnya, interior Datsun Cross justru memiliki cukup banyak perbedaan detail dengan Datsun GO+.

Perbedaan terbesar antara Datsun Cross dengan GO+ di interior mungkin ada di bagian dasbor dan head unit-nya. Selain desain keseluruhan dasbornya berbeda, bentuk ventilasi AC tengah antara Datsun Cross dengan Datsun GO+ juga demikian.

Pada Datsun GO+, ventilasi AC di tengah berbentuk lingkaran dan bisa diputar sebanyak 360 derajat. Sementara di Datsun Cross, ventilasi  AC di tengah sudah berbentuk horizontal seperti kebanyakan mobil yang ada.

Mengikuti perkembangan zaman, Datsun pun memasangkan head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci untuk Cross. Head unit yang disematkan pada Datsun Cross sudah dilengkapi dengan fitur bluetooth, USB, AUX, dan smartphone connection.

Satu detail yang perubahannya terlihat cukup jelas di interior Datsun Cross adalah rem parkirnya yang terletak di bagian tengah. Tidak lagi berada di bawah dasbor seperti pada Datsun GO+.

Lantaran rem parkirnya berada di tengah, makanya jok penumpang depan Datsun Cross tidak melebar sampai ke jok pengemudi seperti pada Datsun GO+.

Masih berbicara soal fitur penunjang, keempat pintu Datsun Cross telah dilengkapi dengan power window. Istimewanya lagi, pengemudi bisa mengunci dan menaik-turunkan tiga jendela pintu lainnya.

Soal keselamatan, Datsun Cross juga bisa berbangga diri karena ia juga memiliki beragam fitur keselamatan yang banyak ditemukan di mobil dengan harga yang lebih mahal.

Beberapa fitur keselamatan yang sudah jadi standar di Datsun Cross antara lain adalah vehicle dynamic control (VDC), Brake Limited Slip Differential (B-LSD), traction control (TCS), rem ABS+EBD dan BA, serta pastinya dua buah airbag.

Sebagai jawaban untuk konsumen yang menginginkan Datsun bertransmisi otomatis, Datsun Cross pun akhirnya diberikan pilihan transmisi tanpa kopling tersebut. Transmisi otomatis yang digunakan adalah CVT yang terkenal mampu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Di sektor jantung pacu, Datsun Cross masih memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Datsun GO+, yakni mesin HR12DE yang berkapasitas 1.200 cc.

Mesin tersebut digunakan baik untuk Datsun Cross yang bertransmisi manual, ataupun otomatis. Bedanya, jika yang bertransmisi manual memiliki output tenaga sebesar 68 dk, maka untuk yang versi otomatis, tenaga ada di angka 78 dk.

Adanya perbedaan tenaga yang mencapai 10 dk adalah agar transmisi CVT yang dipakai oleh Datsun Cross bisa bekerja secara lebih optimal.

Dengan berbagai kelebihan dan kemajuan yang dimilikinya, Datsun menjual Cross dengan harga Rp 161,49 juta untuk yang bertransmisi manual, dan 172,99 juta untuk versi yang menggunakan CVT.

Melihat harga yang ditawarkan, maka Datsun Cross ini bukanlah sebuah mobil yang bermain di kelas LCGC seperti model Datsun lainnya.

Lantaran bukan mobil yang berada di kelas LCGC, pastinya Datsun Cross mampu memberi gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Datsun GO+.

Disamping mampu memberikan gengsi yang lebih tinggi, Datsun Cross juga memiliki fitur yang terbilang lengkap untuk ukuran sebuah mobil yang harganya kurang dari Rp 200 juta,-.

Fitur banyak, harga menarik, dan tidak termasuk ke dalam kelas LCGC. Rasanya semua hal tersebut dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa Datsun Cross adalah mobil yang layak untuk dipilih, dan tidak bisa dipandang sebelah mata. [APSG/timBX]

Tags :

#
datsun cross,
#
crossover,
#
mobil baru,
#
auto news