MENU
icon label
image label
blacklogo

Modifikasi Ducati Scrambler Sixty2 : A Transilience

JUL 17, 2018@11:45 WIB | 3,272 Views

Ducati Scrambler terlahir dengan berbagai varian kapasitas mesin mulai 1100, 800, 500 dan 400 cc. Era scrambler bagi Ducati pernah booming pada era 1970-an, konsep tersebut kemudian dimanifestasikan memadukan gaya scrambler dan cafe racer, dengan sentuhan vintage dan detail yang kontemporer. Dua gaya ini cukup meramaikan model modifikasi di tanah air. 

Salah satu varian terendahnya Scrambler Ducaty Sixty2 Black lansiran 2017 menjadi koleksi keluarga Syauqi yang berlokasi di bilangan Duren Sawit Jakarta Timur. Syauqii Azhari atau lebih akrab dipanggil Ari menerima pinangan motor Ducati tersebut dari koleksi ayahnya, tiga bulan setelah akhirnya sang Ayah memutuskan membeli Harley Davidson Sportster.

Tak lama setelah serah terima motor Ducati Scrambler Sixty2, Ari mahasiswa semester akhir Universitas Trisaksi tersebut memutuskan untuk memodifikasi motornya. Lantaran postur tubuhnya kurang sesuai dengan gaya pabrikan Srambler Sixty2 yang memiliki ground clearance tinggi, Ari mulai mencari bengkel-bengkel yang biasa memodifikasi motor Eropa. "Ketika gue browsing munculah nama RedZone Company, sebagai bengkel modifikasi sekitaran Duren Sawit, Jakarta Timur," terang Ari yang rumahnya tak jauh dari  bengkel tersebut.  

Saat bertemu dengan owner Redzone Company, Ari menyodorkan sebuah gambar modifikasi yang diunduh dari sosial media Mugello Shop, di Thailand. "Tema extreme scrambler saya sodorkan ke Bro Motty. Dan saya meyakini bahwa pilihan saya ke Redzone benar. Boleh dibilang ekstrem karena modifikasinya 85%, hanya menyisakan mainframe, tangki dan mesin saja, sisanya modif," jelas Ari kepada tim Blackxperience.com.

Modifikasi step pertama dengan mengganti suspensi depan. Saat memasang upside down (USD), Motty memilih menggunakan limbah USD milik Yamaha R1 tahun 2008. Struktur motor sporty Yamaha R1 berbeda jauh dengan main frame Ducati Scrambler.  Bro Motty memutar otak dengan mengganti segitiga, as, posisi komstir, dan posisi kaliper tipe radial. 

"Saat merubah dudukan kaliper di dua titik, ukuran kanan dan kiri harus center dengan disk. Posisinya agak lebih mendalam 7 mili, agar mendukung fungsionalitasnya secara maksimum,"jelas Bro Motty yang ingin mempertegas karakter moge dengan dual disk.   

Beralih ke sektor kaki-kaki, Bro Motty, owner Redzone Company mengaku memproduksi sendiri tromol depan dan belakang untuk dikawinkan velg jari-jari, juga swing arm. 

Selama modifikasi pengerjaan paling tricky dirasakan oleh Motty saat membuat swing arm dan memasang suspensi upside down. Ada aspek yang harus diperhatikan, seperti memperhitungkan berat mesin, pemilihan bahan arm  dari pipa seamless dengan ketebalan 4 milimeter. Hal yang sama ketika mengerjakan pembuatan tromol, harus memperhatikan berat mesin.

"Pemilihan bahan arm lebih tebal, dengan ketebalan tertentu dan lebih diperpanjang beberapa mili untuk mengimbangi struktur velg dan lebar swing arm yang lebih lebar dari standar pabrikan. Akibatnya, posisi knalpot agar melebar dari dudukan aslinya," tutur Motty.

Sektor tromol pada velg tak luput dari modifikasi. Bagi Motty, setiap kali modifikasi motor, dirinya selalu menawarkan pada customernya. Mereka bisa memilih aftermarket atau custom by Redzone Company. 

Pada jok menggunakan bahan kulit sintetis MB Tech. Custom jok harus dilakukan mengingat subframe belakang harus dipotong, mengikuti selera owner motor seperti Bro Ari."Keuntungan meng-custom jok, pertama pride lebih dapet, ukurannya sesuai, kualitas terjamin dan jarang  ada kembarannya." 

Bagi Motty, modifikasi seperti apapun tetap mempertahankan faktor kenyamaan dan keamanan. Hal ini ia buktikan dengan pemilihan part-part yang tidak mengurangi kualitas dan durabilitas. "Subframe belakang menggunakan bahan pipa seamless 3 milimeter. Jika stok bahannya susah di pasaran, kami ganti opsi dengan pipa tipe schedule 80. Pipa ini memiliki sifat elastisitas lebih, namun tidak gampang penyok saat dibanding," tutur punggawa Redzone tersebut.

Pipa seamless atau schedule ini kemudian dipotong dan dibentuk sesuai desain arm atau subframe. Kemudian baru melalui proses pengelasan."Subframe dan swing arm pembuatannya menggunakan las gas argon. Hasilnya lebih kuat dari las listrik biasa. Bahan stainless steel pun bisa diproses. Selain kuat, hasil las argon lebih rapi, tidak menimbulkan sampah las." 

Ducati Scrambler 400 setelah dimodifikasi tetap harus memperhatikan kenyamanan. "Paling penting bagaimana sasisnya bisa center depan dan belakang. Terkait posisi riding juga mempertimbangkan posisi riding pengendara. Posisi stang, posisi footstep  agar kaki napak harus diperhitungkan." 

Secara totally, tampilan Ducati Scrambler Sixty2 Black telah menjadi sosok scrambler yang ekstreme. Buritan dipotong, mempertahankan gaya scrambler vintage. Tampilan ban-ban lebar menambah kesan extreme scrambler look. Dari sini, Ari ingin menambah kesan pride, dengan menambah silencer Termignoni yang harganya mencapai Rp23 juta.

"Raungan suara mesin yang keluar dari exhaust cukup membuat karakter mesin Ducati makin garang. Untuk itu saya pilih dari aksesoris Ducati dan impor langsung dari Italia, Termignoni racing slip on exhaust," kisah Ari.

Sepertinya modifikasi Ducati Scrambler milik Ari tidak akan berhenti disini. Kedepannya, Ari juga ingin memodifikasi part lain seperti mengganti rem dengan Brembo, pemakaian body dengan serat karbon dan beberapa part difinishing krom. 
So, BlackPals, bagaimana dengan motor kesukaanmu? [Prm/timBX]

Spesifikasi Ducati Scrambler Sixty2

-Shock depan limbah Yamaha R1
-Suspensi Belakang Ohlins
-Kaliper Rem Tokico Radial 4 Piston Double Disk
-Kaliper Belakang Brembo
-Disk Brake Aftermarket
-Segi tiga atas custom Redzone
-Riser atas custom Redzone
-Stang custom
-Ban depan 17 x 120 battlax s21 
-Ban belakang 17 /55 -200 
-Sub frame custom
-Mud Guard Custom
-Sparkboar Custom
-Body samping custom Redzone
-Arm belakang custom Redzone
-Jok Custom bahan MB Tech
-Handgrip aftermarket
-Headlamp aftermarket
-Lampu Sein depan after market
-Lampu belakang LED custom Redzone
-Tromol depan custom Redzone
-Tromol belakang custom Redzone
-Rantai belakang SSS
-Gear belakang custom  Redzone
-Dudukan speedometer custom
-Termignoni racing slip on exhaust Ducati

Tags :

#
automods,
#
ducati,
#
modifikasi,
#
redzone company,
#
scrambler 400,
#
scrambler sixty2