0 Comments
Ubahan frontal yang dilakukan Andi Salim punggawa bengkel Evolution pada Suzuki Satria R (2 tak) miliknya menuai hasil gemilang di ajang Djarum Black Motodify (DBM) Balikpapan 2012. Suzuki Satria R sedikitpun tidak menyisakan tampang aslinya, wajah baru dengan gaya Street Fighter Amerika menjadi andalannya dalam meraih gelar Best Black Bike diajang DBM Balikpapan. Konsep yang jelas, inovatif dan proses pengerjaan yang halus menjadi nilai tambah tersendiri untuk mendukungnya menyabet gelar Best Bike Black.
Seluruh bagian dari motor dibuat ulang hanya menyisakan bagian rangka dan mesin untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan. Andi mengaku bagian body didesain sendiri dengan bentuk yang sangar diikui dengan lekukan-lekukan tajam yang serba meruncing untuk menguatkan karakter sepeda motor agar berubah menjadi seperti yang diinginkannya. Bagian rangka belakang juga terpaksa disunat sekitar 50 mm untuk mendapatkan bentuk bagian belakang yang lebih menungging.
Sektor kaki-kaki menjadi bagian yang paling sulit dikerjakan pada Suzuki Satria R yang memakan waktu modifikasi selama tiga bulan ini. imulai dengan perubahan pada bagian depan, shock mencopot dari peranti peredam kejut Suzuki GSX 1.000 yang dikawinkan dengan Segitiga costum berbahan alumunium. Proses pengerjaan kaki-kaki bagian belakang terbilang jauh lebih sulit, pasalnya mono arm yang digunakan Andi dibuat sendiri maka tak heran jika membutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan desain dan kontruksi yang pas dengan konsep motornya. Penerapan velg gambot dari Suzuki Hayabusa dibagian depan dan Velg mobil yang telah dicostum pada bagian belakang cukup memberikan kesan yang berbeda pada sepeda motor Andi.
Topeng tengkorak yang digunakan Andi sebagai cover lampu depan mengambil inspirasi dari motor street fighter Amerika yang sedang trend menggunakan gaya ini. Perubahan besar pada sepeda motor yang didukung dengan pengaplikasian velg gambot membuat bobot Suzuki Satria R naik drastis dan tentunya menjadi sebuah masalah besar karena sepeda motor hanya memiliki kapasitas mesin 120 cc, dan untuk menanggulanginya Andi melakukan korek harian dibagian mesin agar tenaga motor sedikit lebih besar. Ubahan menyeluruh dan konsep yang jelas yang dilakukan Andi pada sepeda motornya memang pantas untuk diapresiasi, dan Andi juga sudah merasa siap untuk bertemu dengan Best Black Bike dari kota lain dipartai final yang berlangsung di Denpasar, Bali nanti.[nur/timBX]