MENU
icon label
image label
blacklogo

Jurassic World, Saat T-Rex Harus Diburu

JUN 11, 2015@12:00 WIB | 2,825 Views

Ketika Jurassic Park pertama kali hadir di bioskop 1993 lalu. Semua setuju jika Jurassic Park, pantas disebut sebagai salah satu peletak fondasi efek visualisasi komputer di era 90-an. Kini penerusnya, Jurassic World menghadapi tantangan yang baru, di era visualisasi pada film telah mencapai tahap yang lebih dewasa dari sebelumnya.

Butuh lebih dari sekedar visualisasi yang kaya untuk mengantarkan franchise ini merebut hati penonton di era bertabur film CGI seperti saat ini. Puing-Puing Jurrasic Park di pulau Isla Nublar, Costa Rica pun harus dibangun ulang.

Plot cerita dimulai ketika taman dinosaurus tersebut akhirnya berhasil disulap menjadi bisnis hiburan paling sukses di masa kini. Bertahun-tahun bisnis berjalan dengan baik, investor dan pengelola taman hiburan yang berganti nama menjadi Jurassic World itu pun sepakat, untuk menghadirkan pengunjung lebih banyak lagi ke Jurassic World.

Dibutuhkan Dinosaurus yang lebih besar, lebih buas dan lebih bertaring lagi untuk menghibur para penonton. Tak hanya mampu menciptakan mimpi buruk bagi anak-anak tapi juga bagi para orang tuanya. Seekor Dinosaurus hibrida pun dikembangkan oleh ahli rekayasa genetika, Dr. Henry Wu (B.D. Wong). Diciptakan dari campuran DNA T-Rex dan beragam hewan modern lainnya. Lalu lahirlah Indominus Rex, seekor T-Rex putih setinggi 15 meter lebih yang lebih cerdas dan lebih haus darah lagi.

Di sisi lain, Jurassic World pun menghadirkan tokoh Owen Grady (Chris Pratt). Ia bekerja sebagai pelatih raptor di Jurassic World. Gayanya bak koboy dan memiliki pandangan lain terhadap sistem Jurassic World itu sendiri.

Ia tidak setuju dengan proses rekayasa genetika yang berlangsung di Jurassic World. Ia bahkan menyadari bahwa dinosaurus-dinosaurus yang semakin cerdas bisa menimbulkan krisis jika ditangani dengan kurang tepat.

Sebaliknya, Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) Manager Operational Jurassic World hanya menganggap hewan-hewan tersebut sebagai aset yang mendatangkan pengunjung dan keuntungan semata. Ia tidak menyadari besarnya potensi bahaya yang mengancam. Sampai akhirnya krisis tiba di Jurassic World.

Indominus Rex berhasil keluar dari kandangnya dan mulai membunuh hewan dan manusia untuk mengetahui batas-batas kekuatannya sendiri. T-Rex albino multitalenta tersebut akhirnya harus diburu untuk menyelamatkan ribuan pengunjung yang terancam. Owen pun terpaksa mengeluarkan Raptor-Raptor kesayangannya dari kandang untuk berburu Indominus Rex. Padahal raptor-raptor tersebut belum lagi siap untuk menghadapi semua ini.

Ada banyak karakter dinosaurus kunci di Jurassic World kali ini. Anda akan berkenalan dengan Mosasaurus raksasa yang hidup di air dan tak pernah kenyang walau diumpankan seekor hiu dewasa sekalipun. Selain itu, ada T-Rex lama yang dipersiapkan untuk adegan pamungkas dalam film ini nanti.

Tak sekedar pamer dinosaurus baru, Jurrasic World juga menawarkan cerita yang lebih kuat dan kompleks dari sebelumnya. Ini seakan menjadi dinamika Jurassic World yang tak jemu untuk ditonton. Bahkan Anda mungkin akan dibuat tertawa saat urat tegang Anda mulai terkontraksi di batas maksimal. Pesan moral juga sedikit disisipkan dalam film kali ini. Pertanyaannya, apakah dengan segala kombinasi tersebut, Jurassic World mampu memburu posisi blockbuster tahun ini? Kita lihat saja nanti.[Lalu/timBX]

 

Tags :

#
Jurassic World
#
Jurassic Park
#
Chris Pratt
#
Bryce Dallas Howard