MENU
icon label
image label
blacklogo

Abdul Gofar Hilman, Lawless Jakarta

APR 25, 2016@13:37 WIB | 23,122 Views

Berawal dari kejenuhan akan aksesoris untuk bermotor yang terlalu ketinggalan zaman, Gofar Hilman dan keempat temannya memulai bisnis ini. Lawless Jakarta merupakan sebuah store yang berisi tiga elemen penting yaitu motor, musik dan tato. ketiga hal ini merupakan hobi dari para pemilik Lawless Jakarta. Dengan bermodal kesukaan yang sama, akhirnya Gofar, Arian, Sammy, Ucup dan Roni sepakat untuk membangun Lawless Jakarta pada tahun 2011 silam.

Lawless awalnya merupakan gabungan dari dua toko yaitu Pistone (sebuah toko yang menjual dan memodifikasi motor klasik) dan Howling Wolf (sebuah toko yang menjual merchandise band dan studio tattoo). Sasaran utama dari Lawless adalah mereka yang menyukai ketiga hal tersebut, motor, musik dan tato.

Besarnya nama Gofar Hilman dalam jagat media sosial juga menjadi nilai plus dalam mempromosikan Lawless Jakarta. Kicauan-kicauannya dalam media sosial Twitter kerap menimbulkan perhatian dari para netizen, hal inilah yang membuat namanya melambung tinggi. Menurut Gofar, kreatif dan inovatif adalah cara untuk bertahan hidup, dengan tingkat persaingan yang kian pesat, tanpa adanya senjata utama berupa kreativitas dan selalu berinovasi, maka seseorang tidak akan mampu bertahan untuk tetap "hidup".

Berangkat dari keyakinan ini, Gofar dan Lawless Jakarta terus mengeluarkan ide-ide baru agar eksistensi Lawless tetap terjaga. Tidak hanya mengeluarkan produk-produk baru, namun Lawless kerap menggelar beberapa event, seperti Sekepal Aspal, dan beberapa event musik dan motor lainnya. Dengan terus mengeluarkan karya, Gofar dan para owner Lawless Jakarta yang lain yakin dapat terus mempertahankan nama baik Lawless di mata penggila otomotif, musik dan juga seni tatto.

Bagi Gofar, untuk dapat selalu kreatif dan inovatif, seseorang harus mengetahui dulu apa yang ia punya dan apa yang ia bisa. setelah mengetahui apa yang menjadi potensi dalam dirinya, ia harus terus mengasah potensi tersebut dan harus tetap konsisten pada apa yang ia hasilkan, "karena konsistensi itu akan membuahkan yang namanya eksistensi," ungkap pria kelahiran 26 April 1983 tersebut.

Walaupun owner Lawless Jakarta berjumlah lima orang, sangat mungkin terjadi perbedaan pendapat. Namun, hal ini tidak menjadi hambatan bagi para pemilik Lawless Jakarta.

Kentalnya persahabatan diantara mereka menjadi hal penting untuk selalu mempertahankan Lawless. Suatu persahabatan yang baik akan sangat berguna apabila mampu menciptakan suatu hal atau karya bersama-sama, seperti Lawless Jakarta yang kini dapat terus berdiri tegak akibat persahabatan kreatif yang dijalin oleh Gofar,  Arian, Sammy, Ucup dan Roni. [Clo/timBX]