MENU
icon label
image label
blacklogo

Rendy Elektra dari Joki Road Race ke Tuner Motor Drag Elektrik

OCT 31, 2025@18:00 WIB | 223 Views

Elektra Motor dan Tim Senyap, Ambisi Bikin Motor Listrik Tercepat

Rendy dan tim Elektra salah satu workshop yang sering kali turun di Black Drag Bike maupun Black Motodify.  Salah satu yang terbaru  di Black Motodify Malang 2025 ini, mereka mencoba mengembangkan motor listrik drag di kelas FFA  yang diberi nama Golden Pharaoh. 

Motor ini secara basic adalah Polytron Fox-R yang dibuat ulang semuanya, hanya menyisakan body.  Rangka utama dipertahankan namun harus dirolling, untuk mendapatkan reinforce (copy asli) untuk keperluan menyesuaikan dengan pembawaan joki (dragster) karena motor ini sanggup digeber 370km/jam dengan jarak 570 meter.  Polytron Golden Pharaoh ini punya torsi 360 Nm, dengan berat 250 kg, pergantian dynamo dan baterai serta kontroler.

Tipe dynamo dikembangkan sendiri dari 25 ribu watt peak power 200 ribu watt, dinaikkan menjadi 40 ribu watt dengan peak power 800 ribu watt. “Dynamo digulung sendiri, sementara baterai dikapasitas 108 Volt 40 Ah, discharge (mampu disedot) outputnya di 3000 amphere, dilengkapi dengan sistem keamanan smart baterai managemen system diimpor dari Korea, yang terkoneksi dengan smartphone,” terang Rendy yang bisa mematikan motor melalui smartphone. Begitu juga dengan yang Controller sudah dilengkapi pendingin.

Project Golden Pharaoh menjadi project motor  listrik custom dengan budget mencapai Rp450 juta. Sementara project lain di motor listrik rata-rata di budget Rp150 juta. Golden Pharaoh Project yang pertama di Indonesia, dengan raihan racebox dan belum pernah turun di ajang resmi.

Daya inertia, dari torsi yang belum habis cukup membahayakan, makanya sistem pengereman pun sudah dibuat  khusus dari brand Hel, seperti kaliper dan selang. Sistem pengereman merogoh kocek yang cukup dalam dari budget sekitar Rp90 juta. Sistem pengereman tersebut diadopsi dari Isle Man. Rencananya secara ideal turun di  trek  402 meter, dan pengereman 200 meter. 

Di workshop Elektra motor menyediakan custom motor listrik, dyno meter, dan part custom lainnya. 

Nama Elektra terlahir dari sisi bisnis yang dikembangkan oleh Rendy, sang owner dari Elektra Motor.  Sementara para customer yang sudah biasa berlangganan untuk service di Elektra Motor, menghendaki sebuah jalan baru, untuk petualangan adrenalin (speed) dan kontes modifikasi. 

“Lahirlah Tim Senyap, untuk mengakomodir kepentingan customer yang ingin balap atau kontes modifikasi. Saya menggeluti dunia balap sejak usia remaja tepatnya di 2007, 2008 dan 2009. Masa dimana saya tumbuh di dunia balap liar, “ terang Rendy. 

Lanjutnya, “Sejak 2011-2013 saya ikut Tim balap road race. Alasan ikut adalah menyalurkan hobi yang bisa dihargai.  Tahun 2015-2018, ikut drag diesel. Tahun 2018 hingga sekarang saya fokus mengembangkan motor listrik, dan lahirlah Polytron Fox-R yang sudah bermutasi menjadi Golden Paraoh.”

Part Motor Listrik Masih Jarang

Era motor listrik sudah lebih ramai dibanding 3 tahun sebelumnya. “Menimbang kebutuhan konsumen untuk mengembangkan motor listriknya, di Elektra Motor kebutuhan tersebut baru terpenuhi dengan custom hingga 70%, sisanya kebutuhan bisa dipenuhi dengan impor,” tambah Rendy.

Seperti Golden Paraoh yang sudah tampil beberapa kali di Black Drag Bike dan Black Motodify. Meski terbilang sudah uji kayak jalan dengan kecepatan 260km/jam, di sebuah trek di Jawa Timur.

“Sektor pengereman sudah cukup safety, karena didukung sistem pengereman dari Hel Indonesia. Karena kecepatan yang sudah mendekati kompetisi dunia. Akhirnya kami harus menghadirkan sistem keamanan yang proper di motor ini,” terang Rendy.

Dari Riset and Development hingga jadi unitnya, butuh waktu hingga 11 bulan, dengan total budget mencapai Rp450 juta.

“Motor ini sudah mendapatkan The Best Custom di Black Motodify 2025 di Malang.  Serta podium di Bracket 10 detik di Black Drag Bike Kanjuruhan dan Sidoarjo,” tambahnya.

Mengapa hanya di kelas Bracket, karena memang secara regulasi motor listrik hanya boleh ikutan di kelas tersebut.  Sementara kelas FFA yang seharusnya belum memadai sirkuitnya.[Ahs/timBX]

Tags :

#
black icon,
#
motor drag elektrik,
#
rendy elektra,
#
elektra motor,
#
tim senyap