MENU
icon label
image label
blacklogo

Open Source Leg: Pengembangan Penelitan Kaki Bionik

OCT 22, 2020@09:00 WIB | 216 Views

Kaki bionik berperforma tinggi masih menjadi tugas rumah yang belum tuntas. Para ilmuwan masih mengembangkan sistem ini untuk menghadirkan solusi terbaik bagi mereka yang mengalami amputasi kaki. University of Michigan telah mengembangkan platform Open Source Leg pertama di dunia.

Ini diprakarsai oleh Elliott Rouse, seorang insinyur biomedis, bersama dengan Ann Arbos, direktur lab neurobionik di Universitas Michigan. Mereka menjelaskan tantangan terbesar di bidang ini adalah anggota tubuh buatan ini harus mampu menopang berat badan seseorang.

“Mungkin tantangan terbesar dalam membuat kaki robotik adalah pengontrol yang terlibat, memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan,” kata Elliott Rouse. “Setiap kali pemakainya melangkah, sebuah langkah perlu dimulai. Di saat mereka beralih, kaki perlu mengetahui aktivitas mereka telah berubah dan bergerak untuk mengakomodasi aktivitas berbeda itu. Jika ada kesalahan, pengguna bisa terluka parah.”

Kaki bionik sendiri merupakan salah satu bagian dari anggota tubuh buatan yang menggunakan sinyal dari otot seseorang untuk bergerak dengan mudah. Ini meliputi perintah berjalan kaki, menghindari rintangan, menaiki tangga, atau mengubah arah.

Informasi sensorik ini mencakup sentuhan dan tekanan pada kaki dan tungkai, getaran, serta regangan otot. Kebanyakan anggota badan bionik memiliki komputer internal yang mendeteksi sinyal otot. Ini memerlukan sensor untuk ditanamkan ke dalam otot tunggul anggota tubuh yang tersisa. Jenis ini adalah bionik maju yang memungkinkan pengguna mengontrol tungkai dengan pikiran mereka.

Tingkat kesulitan lebih tinggi bikin pengembangan penelitian kaki bionik tidak sebanyak tangan bionik. Ini tersebab tangan bionik terlepas dari beban berat tubuh penggunanya dan fokus pada perintah otak.

Hal ini yang mendasari Elliott Rouse dan Ann Arbos untuk membuat Open Source Leg. Mereka melaporkan ini sebagai bentuk promosi penelitian pengembangan kaki bionik, dengan kebutuhan biaya antara $10 ribu - $30 ribu dolar AS (Rp147 – Rp440 juta rupiah). Ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan prostetik bertenaga $100ribu dolar (Rp 1,46 milyar ) lebih yang tersedia secara komersial.

Tim menyebut temuan penelitiannya secara online di jurnal Nature Biomedical Engineering. Di sana, ada panduan langkah demi langkah yang bisa disalin gratis untuk bantu peneliti merakit atau memesan bagian. Juga terdapat video yang menggambarkan perakitan dan pengujian perangkat keras, serta pengembangan kode untuk memprogram prostesis agar berjalan menggunakan sistem pra-kontrol.

Kaki bionik yang dirancang oleh Elliot hadir dengan desainnya sederhana karena perangkat mudah dirakit, portable, ringan dan ekonomis. Dengan adanya promosi penelitian Open Source Leg ini, Rouse berharap peneliti perawatan kesehatan tidak memulai dari awal. Mereka dapat menggunakan platform ini dan mencari solsi yang lebih baik. [yub/asl/timBX] berbagai sumber

Tags :

#
open source leg,
#
kaki bionik,
#
inovasi teknologi