

JUL 08, 2026@18:00 WIB | 49 Views

Sirkuit Kanjuruhan Malang pada 18 Juli 2026 bakal menjadi tuan rumah lintasan balap lurus Black Drag Bike 2026. Waktunya tinggal menghitung hari, tim-tim segera mempersiapkan motor-motor terbaik untuk turun 24 kelas. Awalnya ada 25 kelas yang dilombakan, namun karena kelas EV Open belum ditemukan regulasi yang final, pihak Genta Auto Sport menunda kelas tersebut, dan menggantikan dengan kelas Herex Trondol kembali dipertandingkan di Black Drag Bike Seri II Kanjuruhan.
Nah sebenarnya, kelas EV sendiri meski belum ada kelas khusus, maka kelas bracket bisa dicoba, karena secara regulasi hanya perlu memberikan penampilan terbaik sesuai time yang diikuti. Karena kelas bracket yang terbilang cukup menjadi kelas yang cukup diminati, selain karena regulasi terasa lebih longgar. Nah kemarin sudah kami bahas, bahwa ada tiga nama dragster dengan tiga point tertinggi.

Andre Bocil mewakili tim Bara-Bere Racing dengan 49 point dan berhak sebagai juara umum bracket. Posisi kedua diraih oleh Dian Gilang Prasetyo, mewakili tim Amuba X tim Senyap x Rev Pandeka yang menggunakan motor listrik dengan total 40 point. Posisi berikutnya Akip Kipli dari Dokar Garage dengan 34 point.

Nah waktunya kita arahkan pembahasan Herex Trondol yang dimainkan di pada bulan September 2025 lalu di Kanjuruhan. Arya Saputra dragster asal Madiun, mewakili tim yang sedang hype di Malang Raya, FR10 Garage X Lancar Jaya. Time yang dibubuhkan Arya 6,851 detik. Dragster berikutnya adalah Imam Ganyong yang menduduki klasemen kedua, dengan motor yang sama dari FR10 Garage, dengan total time 6,855 detik.
Sementara juara ke-3, Deska Anak Langit menggunakan motor rakitan 18 Racing Karburator dengan total time 6,869 detik. Juara ke-4, Raka Komang mewakili tim PJSRacingID menempati posisi empat terbaik, dengan total time 6.870 detik. Gery Percil dengan motor FR10 Garage dengan total time 06.887 detik.

Kelas AGStyle 130cc Mix Rider ini juga punya time yang cukup baik dengan 7,5 detik. Ilham Kate menggunakan motor dari Rizqy Motorsport, dengan total time 7.512 detik. Disusul dengan Anggara Bocil dengan motor yang sama total time 7.565 detik. Posisi ketiga diraih Raka Komang dengan total time 7.584 detik, Arya Saputra menyusul dengan total time 7.607 detik diposisi keempat dan Yudis Kurcaci menutup posisi kelima dengan total time 7.628 detik.
Kelas yang boleh dibilang sesuai dengan kalcer speed enthusiast di Malang adalah kelas FU 150CC Bebas rangka STD. Laga yang dimainkan pada 20 September 2025 lalu juga menjadi laga perang bintang antar dragster.
Sebut saja nama Raka Komang bertemu dengan nama besar lain seperti Deby AP, Ilham Loco, Wildan Kecil dan Agung Saputra. Kelas tersebut dimenangkan oleh Raka Komang mewakili tim anugerah motor malang dengan total time 7.468 detik.

Posisi kedua diraih Agung Saputra mewakili tim BUMISARI MALANG BRS RACING DOS MUFFLER mencatatkan waktu 7.568 detik. Posisi ketiga diraih oleh Deby AP dengan total time 7.568 detik. Angka yang sama dipisahkan dengan angka 60FT. Posisi keempat diraih oleh Ilham Loco dari tim Gak Udah-udah 7.586 detik dan Wildan Kecil dengan total time 7.610 detik.
Dari rangkaian tiga kelas tersebut, boleh jadi menjadi angka patokan untuk motor dan tim yang bertanding dikelas yang sama. Black Drag Bike 2026 Seri II Malang tentunya cukup ditunggu-tunggu dan bisa jadi rekor baru terpecahkan disini. [Ahs/timBX]