MENU
icon label
image label
blacklogo

Black Talks : Kupas Tuntas Industri Dibalik Sportainment Drag Bike

FEB 04, 2026@18:00 WIB | 75 Views

Industri workshop dibalik gelarana drag bike nasional mungkin bagi sebagian pihak menganggapnya hanya sebagian niche market. Tetapi multiplayer effect dari sportainment ini justru punya kans besar, mengangkat nama workshop lokal jadi terkenal, minimal di Asia Tenggara.  Nama besar seperti Han-han dari Tekno Tuner mewakili motor 2 tak,   Wawan Abakura mewakili 4 tak yang sering bertanding di negara Thailand, yang selama ini menjadi kiblat drag bike.

Sebenarnya bukan dua tokoh itu yang kami ajak untuk podcast di Black Talks. Tetapi kami mengundang para konten kreator yang memang secara khusus menggarap konten drag bike dari berbagai angle. Mereka antara lain, Argan Gondrong dari Youtube Channel Gerebek Otomotif. Sementara narsum kedua adalah Arif Rahman, dari Channel Arf Performance.  Keduanya punya hubungan baik dengan workshop Tekno Tuner, Abakura dan deretan tim lain yang sering menjadi raja lintasan lurus 201m, 402m, 500m hingga 1000m.

Argan dari channel Gerebek Otomotif punya karakter informasi yang memang door to door ke workshop. Melakukan interview dengan pihak bengkel terkait part-part balap yang dikembangkan secara inhouse diberbagai wilayah.  Sementara Arf Performance lebih banyak memainkan isu-isu terbaru dari sosok Han-han dan tim dari Tekno Tuner.

Terkait lesunya peserta Drag Bike di tahun 2025 lalu, Arif Rahman mencoba menjelaskan, "Event Drag Bike sudah mencapai peak, cukup banyak event resmi setingkat kejurda, namun peserta secara menurun secara signifikan. Sementara event drag bike (tarkam) malah menunjukkan pertumbuhan peserta yang signifikan alias rame," terang Arif dalam Podcast Black Talks episode 10. 

Secara leveling, kita sama-sama tahu beberapa event drag bike dibuat secara proper, dengan hadiah yang fantastis. Disitu banyak tim-tim besar ikut dengan catatan regulasi yang jelas. "Salah satu event drag bike yang besar kadang membebaskan regulasi BBM. Sementara tim kecil yang tidak terbiasa dengan BBM bebas, malah makin terpinggirikan, akibat cost dan riset motor yang semakin mahal," tambah Arif. 

Contoh bahan bakar VP yang biasa dipakai di kelas point, dengan nilai oktan 112, dinilai cukup memberatkan buat tim privater atau tim kecil. Sebagian mereka mampu, namun sebagian lain hanya mampu dengan BBM sekelas Pertamax Turbo.

Leveling dan Regulasi Dragster 

Kelas Pemula diikuti oleh pembalap yang belum pernah juara umum. "Ada beberapa joki atau dragster yang secara kemampuan bagus, tahun kedua dan ketiga bisa raih juara umum, maka secara grade dari pemula bisa naik Seeded. Ketentuan ini secara legal ada pada wilayah IMI," terang Argan dari Gerebek Otomotif.

Banyak dragster lahir dari wilayah Jawa Tengah. "Jawa Tengah menjadi trendsetter tumbuhnya industri drag bike dan para joki juga tumbuh dari sana. Komunitas banyak dan ekosistem besar, jadi banyak penyelenggara bisa bikin sekelas piala bupati di tiap daerah. Tiga tahun pasca pandemi tepatnya 2025 peserta drag bike menurun," tambah Argan.

Kadang sebuah event ramai karena kehadiran tim famous seperti Tekno Tuner. Disisi lain peserta juga keder, ogah main karena takut kalah. Deadlock tersebut terjadi disebabkan karena sistem GPS (timing system), racebox dan teknologi lainnya.

"Kalau dulu drag bike ramai karena penonton bisa memprediksi angin keberuntungan berpihak ke pembalap mana. Namun sekarang sudah tidak bisa, karena patokannya timing system. Sudah dimudahkan untuk mantau speed real time seperti apa, bagi pembalap dan mekanik itu cukup baik," terang Argan.

Industri Drag Bike Butuh Sirkuit Khusus

Fasilitas berupa sirkuit resmi memang cukup sedikit. Kalau di Jakarta harus ke Sentul, Jawa Tengah harus ke Pantai Depok Yogyakarta, dan Jawa Timur harus ke Jember.  "Jalan keluar untuk itu semua, biar industri dan event drag bike agar bisa ramai kembali ya, memang butuh sirkuit khusus, bukan lagi di jalan umum. Dijamin, UMKM akan tumbuh, bengkel dan aftermarket makin ramai dan itu menjadi lebih menjanjikan kedepan," ungkap Argan.

Dengan adanya sirkuit resmi, bisa dipastikan kompetisi antar workshop jadi lebih baik. "Untuk riset aja, biaya setting per workshop udah cukup mahal apalagi sewa tempat di Sentul. Kalau ada sirkuit resmi diharapkan lebih murah cost operasional. Dengan itu kompetisi makin baik dan workshop bisa bersaing."

Regulasi Timing System

Timing system di dragbike awalnya untuk sebuah total time menggabungkan Reaction Time (RT) dan Eclipse Time (ET).  Teknik itu sudah digunakan untuk seluruh negara di Asia Tenggara. Namun ketika tanding di Malaysia, kultur balapnya berbeda tanpa RT. Jadi ketika timing keluar, belum menambahkan angka RT.

"Saat Tekno Tuner head to head dengan tim Malaysia, karena perbedaan kulture balap. Kemenangan diraih oleh Malaysia secara total time. Saat itu yang dipertandingkan adalah Ninja 65 open melawan Honda 125z.   Sementara kelas FFA tahun sebelumnya, Tridharma malah menang podium 1,2,3, dengan joki Wildan Kecil dan Yudis Kurcaci," terang Arif Rahman. [Ahs/timBX] 

Tags :

#
black talks,
#
argan gerebek otomotif,
#
arif rahman performance,
#
drag bike,
#
black drag bike