

MAY 04, 2026@01:00 WIB | 29 Views

Suasana lintasan Penerbad Skadron 31 AYC Ahmad Yani memang menjadi incaran para dragster. Event Drag Bike ini mencatatkan antusiasme luar biasa dengan total 120 peserta yang mengerahkan hingga 602 kali starter di 22 kelas berbeda. Mulai dari Bebek 4T, Sport 2T, hingga kelas Bracket dan Matic, persaingan mengerucut di tiga kategori utama Open Point, Pemula Point, dan Bracket Point menjadi fakta baru para pendatang di Drag Bike 2026.
RAKA KOMANG: Rebut Juara OPEN POINT Pertama di Black Drag Bike
Di kategori paling bergengsi, Juara Umum Open Point, persaingan benar-benar "hidup". Raka Komangdari Banyuwangi berhasil keluar sebagai juara dengan total 57 poin, mewakili tim ABK Hore-Hore wkp koh san abj x Tejo Racingg.
Pencapaian ini makin berat karena ia harus menembus rata-rata 20-an lawan di setiap kelasnya:

Menggeber motor dari Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya, Raka mencatatkan waktu impresif, terutama di DB4 dengan catatan 06.784 detik yang memberinya 25 poin. Persaingan di klasemen akhir benar-benar ketat. Ilham Alviano (Jateng/MCH Group Motorun) dan Joko Precil (Jateng/Bomber Jet) sama-sama mengumpulkan 57 poin, namun konsistensi dan selisih waktu tipis akhirnya menempatkan Raka Komang di puncak klasemen.
ANDI NDUL: Dragster Pemula yang Ketiban Hoky Juara Umum

Jangan remehkan kelas pemula. Di kategori Juara Umum Pemula Point, Andi Ndul dari Surakarta membuktikan kualitasnya dengan raihan 43 poin. Bersama tim BLJ ft JMM Ak2 Jets Putra Laut, Andi bertarung di kelas-kelas yang secara teknis sangat ketat:

Meski jumlah starter di kelas pemula terlihat lebih ringkas, konsistensi waktu di kisaran 07.100–07.800 detikmenjadi kunci suksesnya. Ia berhasil mengungguli Anggara Bocil dari Ponorogo (31 poin) dan Agung Saputra dari Klaten (29 poin) dalam pertarungan yang menguji ketahanan mesin dan mental pembalap.
ANDRE BOCIL: MENEMBUS HUTAN 58 STARTER DI KELAS BRACKET
Kisah paling "jos" datang dari kategori Bracket. Andre Bocil dari Jepara sukses menjadi Juara Umum Bracket Point dengan 49 poin, mewakili Bara-Bere Racing. Prestasi ini makin luar biasa karena ia harus bertarung di DB10 (Bracket 8 Detik Point) yang merupakan kelas tersibuk dengan 58 starter.

Bayangkan, Andre harus menyingkirkan 57 motor lain hanya di satu kelas saja. Belum lagi ia juga berlaga di DB12 (40 starter) dan DB13 (32 starter). Statistik perjuangannya:
Dengan strategi bracket time yang tepat, Andre menutup klasemen di atas Dian Gilang Prasetyo dari Trenggalek (40 poin) dan Akip Kipli dari Salatiga (34 poin).
SKALA EVENT YANG MASIF & VARIASI KELAS

Angka 120 peserta dan 602 starter bukan sekadar statistik, tapi bukti nyata demam balap drag bike yang masih sangat tinggi di Indonesia. Selain tiga kategori utama di atas, ratusan starter lain bertarung habis-habisan di kelas spesifik yang mengakomodasi segala jenis modifikasi:
Kelas Populer | Spesifikasi | Jumlah Starter |
|---|---|---|
DB16 | Ninja 2T 155CC Rangka STD Sunmori | 54 |
DB10 | Bracket 8 Detik Point | 58 |
DB17 | Matic Sunmori 200CC Rangka STD | 31 |
DB15 | FIZR 125CC Rangka STD Sunmori Mix | 24 |
DB19 | Bebek Prostreet 200CC Mix Rider | 26 |
DB20 | FU Porting 155CC Mix Rider | 27 |
Setiap kelas punya karakter balapnya sendiri, mulai dari adu akselerasi murni di Open, ketahanan di Pemula, hingga strategi breakout time yang ketat di Bracket.
Black Drag Bike 2026 Jadi Event Terpanas

Dengan total 602 kali start yang terbagi dalam 22 kelas, event ini berhasil menyajikan tontonan motorsport yang padat, kompetitif, dan penuh kejutan. Raka Komang, Andi Ndul, dan Andre Bocil telah menulis nama mereka di papan juara, tapi persaingan yang begitu ketat terutama di Open Point yang berakhir seri poin menjanjikan seri berikutnya yang pasti lebih panas.
Para penggemar drag bike bisa bersiap, karena lintasan akan kembali dipenuhi raungan mesin, bau knalpot racing, dan adu strategi yang tak kenal kompromi. [Ahs/timBX]