MENU
icon label
image label
blacklogo

Profil Tim di Black Drag Bike 2026, AYP21 dan Sanjaya Racing Adu Cepat Garapan Tekno Tuners dan DND Garage

JUL 18, 2026@20:00 WIB | 70 Views

Black Drag Bike Seri II Kanjuruhan menjadi momentum kembalinya tim-tim besar untuk meramaikan kelas point open dan point pemula. RH57, Sanjaya Racing, Aben Racing, Fanterra Wijaya Racing, PMJ Racing Team, WSJ Group, ELRUM, FR10, AYP21 yang mereka memiliki line up lengkap kelas point.

Bayu Ucil dari RH57 misalnya, tim yang hanya absen sekali saja, selama gelaran Black Drag Bike dari tahun 2022. Antusiasme peserta di kelas point meningkat hampir 100%. "Tahun kemarin, alhamdulillah kita masih ada juara umum di open pemula di Black Drag Bike dan juara umum open Point di event diluar Black Drag Bike. Kami memaklumi agak minim podium, karena motor kita sebelumnya injeksi dengan bahan bakar Nitro, kini BBM diseragamkan menggunakan Pertamax Turbo. Perubahan tersebut memerlukan riset yang signifikan," ulas Bayu leader dan owner RH57, berpendapat line up motor Karbu dari bensol VP ke Pertamax Turbo lebih mudah untuk mencapai timing yang diinginkan. 

Terkait progress tim RH57 memang belum mencapai peaknya. "Alhamdulillah ada progres bagus dari seri I Black Drag Bike. Tapi beberapa diantaranya masih perlu pembenahan lagi kedepan. Untuk persiapan Black Drag Bike Seri II Kanjuruhan ini kita sudah latihan setting selama 1 minggu di Pantai Depok, Yogyakarta. Hasilnya secara time sudah ada peningkatan, dan target Juara Umum didepan mata."

Soal meningkatnya peserta, menurut Bayu Ucil adalah ketika permasalahan tim dan starter bisa diurai dengan regulasi yang jelas. "Tim besar drag bike menyoroti perbedaan besar di BBM,  jadi tim besar sendiri terjadi 2 kubu, pertama Bahan Bakar Bebas, dan kedua Bahan Bakar Non Bebas. Motor dengan kriteria Non Bebas tidak bisa mengikuti timing motor dengan bahan bakar bebas, contohnya motor basic karbu tidak bisa melawan motor dengan basic injeksi. Jadi efeknya event jadi sepi di kelas poin. "

Lanjutnya, "Kedua faktor paling penting, tidak ada jenjang kenaikan untuk pembalap pemula ke seeded. Akhirnya regenerasi pembalap rookie ke pemula tidak terjadi atau gak berani. Yang terjadi pembalap pemula serasa pembalap open, padahal belum diputuskan resmi atau legal dari IMI."

"Alhamdulillahnya saya dimasukkan ke susunan IMI Jateng. Usulan saya terkait penyeragaman bahan bakar akhirnya disepakati menggunakan Pertamax Turbo. Sementara pertimbangan tim, lebih aman menggunakan bensol sebagai BBM dengan RON maksimal 100. Sementara Pertamax Turbo dilapangan naik turun, kadang 103, 105 dan bisa cuman 98."

Dari lobinya ke pengurus IMI ada 15 pembalap dengan status pemula, sekarang sudah naik ke Seeded. "Tahun ini banyak sekali pembalap pemula yang bermunculan dari event balap drag bike rookie yang diselenggarakan hampir tiap minggu. Efeknya, banyak pembalap rookie yang bermain di kelas pemula. Regenerasi terus ada, dan bisa kita lihat balapan di kelas Seeded jadi ramai lagi. Di RH57 kami punya tiga pembalap seeded, Jhendra Peking, Octo Zalfa dan Dicky GA," tutup Bayu Ucil, leader dan owner dari RH57. 

Metamorfosa Yudis Sanjaya Racing Feat DND Garage

Yudis Kurcaci yang tergabung sebuah tim dragster dari Lombok, NTT, mulai menunjukkan eksistensinya secara penuh di kelas point. "Saya tergabung di tim Sanjaya Racing Lombok, turun diseluruh kelas point. Untuk kelas supporting, saya turun di kelas Ninja Sunmori, FU Wungkul menggunakan motor diluar timnya," ujar Yudis Kurcaci.

Kolaborasi antar bengkel tidak tertutup kemungkinan menjadi sajian yang apik. "Kami absen di Seri I Semarang, namun secara tim udah solid. Di seri II mengandalkan ninja 2T rakitan DND Garage, bebek TU 200cc, mengandalkan dragster Ivan Bangun."

"Saya sendiri baru tergabung di Seri II Black Drag Bike. Sedangkan aktivitas saya lebih banyak balap di Bali dan Lombok. Ini tahun kedua tandem sama Yudis Kurcaci. Di tim Sanjaya Racing yang benar-benar baru," ucap Ivan Bangun.

Menurutnya, dengan meningkatnya  jumlah starter yang tergabung di kelas Open Point dan Pemula Point adalah kemajuan tersendiri."Kalau meningkat berarti adanya progres yang signifikan soal regulasi. Pertama seperti penyamaan regulasi BBM di Pertamax Turbo. Tim besar sih gampang saja pakai BBM bebas, tapi kalau tim tengah seperti kami ya kesulitan," tambah Ivan Bangun, yang sudah Juara Umum 2 kali, di Jawa tahun 2014 sudah juara umum.

"IDC 2018 juara umum Ninja TU dan FFA, dan total point tertinggi," tegasnya.  Kalau event drag bike dengan point di kelas Ninja TU dan Bebek TU 4T statusnya ramai lagi, maka kelas Rookie juga cukup ramai, bahkan digelar setiap minggu. 

"Industri drag bike boleh dibilang mulai bangkit, meski tidak seramai tahun 2014 keatas. Diluar Black peserta bisa mendaftarkan diri tanpa batasan, maka peserta bisa membludak. Namun untuk efisiensi dan efektivitas waktu lebih baik dibatasi," tambah Ivan Bangun dragster asal Kediri mengandalkan hasil setingan motor dari Yudis Kurcaci. Ivan Bangun sebagai dragster senior mengaku satu angkatan dengan Bayu Ucil.

AYP21 Tim Baru Moncer dengan Podium

AYP21 adalah sebuah tim yang berbasis di Kejayan, Caruban. Secara line up hanya bermain di kelas Ninja. Ninja 2T 155cc Frame STD yang dibuat oleh Tekno Tuners HS main di tiga kelas (pemula, karesidenan dan open), dan Ninja Sunmori  turun di 1 kelas. 

"Ada tiga pembalap yang membela AYP21, Edo Sanjaya, Akbar Ateng dan Taufik Maulana dan Deni Deblonk. Ada dua pembalap lokal jatim, Edo Sanjaya dan Deni Deblonk. Meski lama tidak turun Edo Sanjaya punya karakter yang cepat mengerti karakter mesin, makanya kita rekrut main di Kanjuruhan. Setelah hasil memuaskan di kelas Ninja 2T 155cc Frame Standar, di time 6,997, 6,998, 6,999 kami pastikan akan ikut di seri IIi Sentul, Bogor," terang Andika owner dari AYP21.

Dari gambaran dua tim Sanjaya Racing dan AYP21, sebenarnya memiliki workshop yang penting untuk perkembangan motor drag di daerah ibu kota. Sanjaya Racing bertemu dengan AYP21 di kelas Ninja Frame standar 155cc - 130kg. Muh Aldo yang membawai motor Sanjaya Racing X DND berhasil menang di kelas tersebut, dengan timing 7.139 detik.  Sementara Edo Sanjaya menjadi tercepat kedua 7.173 detik mengandalkan unit garapan Tekno Tuners HS. [Ahs/timBX]

Tags :

#
rh57,
#
sanjaya racing lombok,
#
ayp 21