

MAY 22, 2026@18:58 WIB | 52 Views
Akselerasi industri kendaraan listrik di tanah air kini bukan lagi sekadar tren musiman, melainkan sebuah lompatan besar menuju ekosistem mobilitas yang praktis, ramah lingkungan, dan efisien. Di tengah momentum krusial ini, berbagai produsen otomotif global maupun lokal terus berpacu meluncurkan inovasi teknologi penggerak masa depan.
Mulai dari pemanfaatan listrik murni berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), kombinasi mesin bensin dan listrik melalui Hybrid Electric Vehicle (HEV) serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang memanfaatkan mesin bensin sebagai generator pengisi daya.

Bahkan, adopsi teknologi masa depan berbasis hidrogen seperti Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) kini mulai memperluas cakrawala mobilitas modern yang tidak lagi terbatas di darat, melainkan sudah merambah ke sektor udara hingga air.
Merespons dinamika tersebut, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo bersiap kembali menggelar ajang tahunan bergengsi PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Hall B3-C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema besar “The Future of A Clean and Efficient Mobility”, PEVS 2026 berkomitmen menyatukan seluruh spektrum teknologi kendaraan ramah lingkungan mulai dari sistem baterai terbaru, teknologi hybrid, hingga pemanfaatan solar panel dalam satu atap.
Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menegaskan bahwa situasi geopolitik global saat ini menuntut adanya terobosan nyata dalam sektor energi dan transportasi. Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang kian sulit dikendalikan, transisi menuju mobilitas yang bersih dan efisien telah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditawar lagi.
Melalui PEVS 2026, industri ini diharapkan mampu memberikan kontribusi konkret sekaligus menjadi wadah strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan melalui ekosistem yang terintegrasi, baik dalam skala Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), maupun Business to Government (B2G).
Optimisme serupa diungkapkan oleh Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung. Mengacu pada kesuksesan tahun lalu yang berhasil menarik 143 peserta serta lebih dari 40.000 pengunjung, pihak penyelenggara berkomitmen penuh untuk meningkatkan skala dan dampak pameran tahun ini. PEVS 2026 dirancang menjadi ruang kolaborasi inovatif untuk memperkuat fondasi transportasi listrik yang berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memfasilitasi dialog produktif antar-pelaku industri mengenai tren, tantangan, dan peluang baru di masa depan.
Secara fungsional, integrasi program yang diusung dalam pameran empat hari ini memiliki target capaian yang spesifik bagi setiap lini. Pada sektor B2B, pameran ini membuka ruang ekspansi bisnis dan kemitraan strategis antar-pabrikan, sementara sektor B2G dirancang untuk menjembatani kebutuhan regulasi pemerintah dengan kesiapan para investor serta pemimpin industri. Di sisi lain, pendekatan B2C difokuskan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat luas agar dapat berinteraksi dan memahami teknologi elektrifikasi secara lebih dekat.
Menariknya, Project Manager PEVS 2026, Rudi MF, membocorkan bahwa cakupan pameran tahun ini akan jauh lebih luas dari sekadar kendaraan roda dua atau roda empat konvensional. Fenomena New Energy Vehicle (NEV) yang kini mulai diterapkan pada moda transportasi air, udara, hingga kereta api berbasis baterai dan tenaga surya akan dihadirkan secara nyata di lantai pameran untuk memberikan gambaran utuh mengenai masa depan mobilitas.
"Bagi masyarakat dan pencinta otomotif yang ingin mengeksplorasi seluruh inovasi mutakhir ini, PEVS 2026 dapat dikunjungi secara gratis dengan melakukan registrasi daring terlebih dahulu melalui situs resmi pevs-id.com atau memantau pembaruan informasi di akun Instagram @pevs_id." [Ahs/timBX]