MENU
icon label
image label
blacklogo

Koenigsegg Tertarik Bikin Electric Cars Bentuk Sedan Bukan SUV

FEB 21, 2018@21:00 WIB | 240 Views

Automaker dari Swedia, Koenigsegg tidak boleh terabaikan diantara sederetan nama besar seperti Bugatti, Lamborghini dan Ferrari. Brand Koenigsegg telah berhasil memproduksi mobil tercepat  di dunia. Nah kini mereka beranjak menciptakan hypercar dengan memadukan tenaga electric hybrid dan dari mesin bertenaga gasoline, sekaligus menjadi jalan terbuka kelahiran all-electric Koenigsegg.

Keinginan Christian von Koenigsegg membangun mobil listrik, karena dirinya terpesona dengan Tesla Model S yang sekarang menjadi koleksi pribadinya. Dirinya cukup terkesan pada kemajuan Tesla yang cukup relatif singkat, dan mencoba mobil tersebut membuat ia cukup serius mewujudkan supercar electric. Ia menyadari bahwa untuk sekarang teknologinya belum siap.

“Sports car dengan electric drivetrain itu penting untuk diwujudkan. Jika mobil biasa, instalasi elektrikalnya membuat beban 200 kg lebih berat itu wajar saja. Namun jika yang Anda maksud sports car, itu akan menjadi problem yang harus diatasi lebih dulu,” tutur Christian. Tambahnya, secara teknologi memang belum siap.

Inovasi yang diperlukan selanjutnya, adalah bagaimana baterai itu bisa lebih ringan dan lebih efisien. Christian memperkirakan  untuk membangun Agera RS tanpa internal combustion engine dalam 5 atau 10 tahun kedepan. Ia merasakan siap untuk terjun di gelombang electric car pada waktunya nanti.

Ia berargumen bahwa suatu saat jika Regera terjual habis, kemungkinan akan menjadi EV paling menantang di dunia, dengan mesin twin turbocharged, 5.0 liter, V8. Pada electric part dari hybrid system menghasilkan tenaga 700 hp, dan itu setengah dari output Regera sebesar 1500 hp, dengan catatan berat baterainya hanya 69 kg.

Jadi masa depan Koenigsegg akan lebih banyak bermain di wilayah hybrid cars dan paling mentok menggunakan model battery electric. Catatannya, Koenigsegg hanya membuat sedan dan tidak tertarik SUV. “Dalam bayangan saya adalah membuat sports car, bukan daily cars. Saya bukan penggemar SUV, meski sudah banyak SUV sporty, itu tidak diuntungkan dalam kecepatan, karena memiliki pusat gravitasi yang tinggi. Akhirnya SUV tidak begitu dinamis,” jelas Christian.

Sejak tahun 2016 kemarin, perusahaan telah berupaya menciptakan baterai sebagai sumber power. Dan jangan terkejut bila yang terealisasi dengan menggabungkan beberapa bentuk electrifikasi.[Ahs/timBX]

Tags :

#
auto news,
#
koenigsegg,
#
christian von koenigsegg,
#
electric vehicle