

JUL 19, 2026@03:00 WIB | 128 Views
Selalu ada kejutan di Kanjuruhan, Malang. Ya statment yang pas untuk gelaran Black Drag Bike yang baru saja usai digelar dan disaksikan hangat oleh warga dengan crowd yang ramai. Kejutan pertama dari segi peserta yang tembus 750 starter. Kejutan kedua jumlah penonton yang makin malam makin membludak. Ketiga adalah kejutan peserta kelas point yang meningkat hingga 100 persen.

"Balapan itu penting, akan tetapi paling penting adalah bagaimana menyajikan kualitas balapan yang baik. Dengan crowd penonton yang banyak balapan dan entertainment harus dseimbang. Kami melihat dengan kemampuan panitia harus bisa melayani 750 starter untuk bisa balap, tanpa harus membatalkan kelas. Tiga tahun terakhir, semua penyelenggaraan kelas open tidak pernah lebih dari 20 peserta. Seperti kelas Ninja 150 Open bisa lebih dari 35 starter," tutur Abed, Genta Auto Sports.
Menurutnya, ramainya kelas drag bike memang terjadi setelah kebijakan penyeregaman regulasi BBM. Kedua IMI telah bergerak untuk meningkatkan status dragster pemula yang sudah cukup syarat untuk naik ke kelas seeded. Bagitu juga untuk para rookie yang sudah menang juara umum di kelas pemula, untuk naik kelas. Jika kompetisi dibilang baik maka jenjang starter terbuka lebar.
Black Drag bike Kanjuruhan melahirkan juara baru, dari peserta yang memang baru ikut. Nama Joko Percil memang sudah seeded. Nama Davit mewakili tim Fanterra Wijaya Racing dan Aldo dari Tim Senyap memang benar-benar merasakan atmosfier Black Darg Bike dan berhasil memenangkan Juara Umum.

Dimulai dari kelas Bebek 4T Tune Up 130cc, Joko langsung menggebrak podium pertama lewat pertarungan sengit nan dramatis melawan Kiki Paiko dari Yogyakarta, di mana keduanya hanya terpaut selisih waktu 0,005 detik. Di dua kelas lain, yakni Bebek 200cc dan Sport 4T 300cc ia harus puas berada di posisi ke-4 dan ke-5. Namun konsistensi untuk naik podium membawanya sebagai Juara Umum Open Point dengan 55 point.

Davit dari Fanterra Wijaya memenangkan dua kelas. Pertama kelas DB 06 BEBEK 4T TUNE UP 130CC - 110KG Davit memenangkan kelas ini dengan catatan waktu 00:07.894 detik dan top speed 133 Km/H, Kelas kedua DB 07 BEBEK 4T TUNE UP 200CC - 120KG Davit kembali naik di podium tertinggi pada kelas ini dengan catatan waktu tajam 00:07.114 detik dan kecepatan maksimal mencapai 164 Km/H.
Davit meraih posisi 3 di KLS 8 (Sport 2T 155cc Frame Std) dengan waktu 00:07.202 detik. Kemudian posisi 5 di KLS 16 (Ninja 2T 155cc Rangka Std Sunmori) dengan waktu 00:07.169 detik. Posisi 5 di KLS 22 (AG Style 2T 130cc Non Built Up) dengan waktu 00:07.620 detik.

Sementara Juara Umum Bracket diraih oleh Muhammad Aldo yang mengumpulkan 96 point. Satu puncak point yang terbilang cukup sempurna sebagai pendatang baru. Dibalik kepiawaian mengumpulkan poin, Aldo punya pengalaman sebagai juara umum di even drag Sumatera.
"Saya menang Juara Umum saat Black Drag Bike Seri I Semarang digelar, namun saat itu saya bermain di Sumatera. Sementara persaingan di kelas bracket cukup ketat, Butuh usaha keras untuk bersaing dengan dragster di Jawa Timur. Saya konsisten menjaga reaction time secara cepat. Reaction time 0,015 menjadi yang terbaik. Juara Bracket 9,5, 9, 10, 8,5 detik serta Strandar FIZR Sunmory dan Ninja Sunmory garapan DND Garage yang tergabung di Sanjaya Racing, Lombok," jelas Aldo yang membalap sejak umur 19 tahun.
Harapannya, di Black Drag Bike Seri III Sentul, Aldo ingin lebih banyak bermain di kelas Point sehingga mendapatkan juara umum.[Ahs/timBX]