MENU
icon label
image label
blacklogo

F1: Singapura Amankan Statusnya Hingga 2021

SEP 16, 2017@16:00 WIB | 166 Views

Singapura, kabar terbarunya telah menandatangani kontrak selama 4 tahun untuk menjadi tuan rumah dalam putaran kejuaraan Formula 1. Dan Singapura akan tetap mempertahanan statusnya di kalender Formula 1 setidaknya sampai musim 2021.

Singapura sendiri mengadakan hajatan balap Formula 1 pada tahun 2008 sebagai balapan di malam hari untuk pertama kalinya. Dan pada tahun 2012, Singapura memperpanjang kontraknya hingga 5 tahun sampai saat ini. Sebelumnya juga Singapura telah diragukan untuk kembali perpanjang masa depannya di Formula 1. Hingga para petinggi Formula 1 menggandeng Cina untuk musim 2018 untuk menjaga sewaktu-waktu Singapura tidak lagi menjadi mitranya dalam kejuaraan Formula 1.

Namun, CEO Formula 1 Chase Carey menjelaskan, bahwa Singapura adalah tempat yang indah di Asia untuk menyelenggarakan balap Formula 1 dan kini Singapura berkomitmen untuk menjadi tuan rumah dalam waktu yang cukup panjang di kalendar F1. Dan dalam konferensi pers pada hari Jumat ini menyatakan, kepala event dan pimpinan Formula 1 itu mengumumkan bahwa sebuah kesepakatan baru telah ditandatangani sampai tahun 2021 untuk Singapura.

"Grand Prix Singapura merupakan kalendar balap yang sangat penting untuk kejuaraan Formula khususnya di wilayah Asia. Dan kami sangat senang dengan keputusan Singapura untuk tetap bisa terus tampil dalam kalendar selama 4 tahun ke depan." Ungkap Carey.

"Balapan malam merupakan balapan yang menjadi bagian terpenting dari kejuaraan ini dan sangat mendebarkan dan itu terjadi hanya di Singapura yang berlatar belakang Marina Bay yang sangat menakjubkan," tambahnya.

"Grand Prix Singapura, Singapore Tourism Board dan Pemerintah Singapura telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk mewujudkan kesepakatan ini yang melibatkan seluruh kota. Kami berharap dapat menawarkan dukungan lanjutan kami untuk membuat 4 tahun ke depan lebih spektakuler dan menggairahkan," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Industri dan Perdagangan Singapura, S. Iswaran, menekankan pentingnya balapan GP Singapura bagi kota dan negaranya. "Formula 1 GP Singapura telah menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi ekonomi kami, begitu juga untuk Formula 1 sendiri," jelas Iswaran. "Balapan ini juga memunculkan kesempatan yang bagus bagi masyarakat Singapura dan komunitas bisnis setempat."

Dengan demikian, setelah pengumuman berakhirnya GP Malaysia usai musim 2017, masa depan balapan Formula 1 di kawasan Asia Tenggara setidaknya masih aman hingga 2021. [yus/timBX]

Tags :

#
blackauto,
#
autonews