MENU
icon label
image label
blacklogo

Carlos Sainz Soroti Ketimpangan Mobil Unggulan di F1 dengan Jumlah Pembalap

AUG 30, 2019@11:00 WIB | 420 Views

Pembalap McLaren, Carlos Sainz, mengatakan bahwa jumlah mobil unggulan di Formula 1 tidak sebanding dengan jumlah pembalap berkualitas. Menurut Sainz, ketimpangan ini berpengaruhi pada level kompetisi.

Mercedes, Ferrari, dan Red Bull memonopoli persaingan, tidak hanya untuk gelar F1 tetapi juga jumlah kemenangan dan podium perorangan. Sejak dimulainya era hybrid, sejumlah pembalap berbakat tampaknya harus menunggu kesempatan untuk mendapatkan mobil dengan kualitas yang lebih baik.

F1 hanya memiliki dua juara sejak 2010, dan sementara pembalap muda seperti Max Verstappen dan Charles Leclerc telah menunjukkan potensi untuk meramaikan persaingan gelar setelah perlombaan di Red Bull Ring dan Silverstone. Sainz sadar bahwa kemampuan individu akan memainkan peran besar dalam peningkatan persaingan F1 di masa depan.

Ditanya apakah dia bisa bergabung dengan Verstappen dan Leclerc untuk menjadi kandidat juara di masa depan ketika masih di tim McLaren, Sainz mengatakan: “Saya berharap suatu hari McLaren dapat membangun mobil seperti milik Lando (Norris) dan saya [bisa] bersaing dengan orang-orang yang Anda sebutkan.”

"Saya pikir Formula 1 bisa banyak berubah pada tahun 2021. Dengan asumsi [jika perubahan itu terjadi] persaingan antara Verstappen-Leclerc juga mungkin terjadi.”

"Jadi hal ini hanya masalah siapa yang berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Jika Verstappen melakukannya, maka ia akan memenangkan beberapa kejuaraan dunia. Jika tidak, dia tidak akan memenangkannya, dan sayangnya cara kerja inilah yang tampak di Formula 1.”

“Ini adalah bagian yang sangat membuat frustasi karena olahraga ini tidak tergantung pada atlet. Jadi ini bukan tentang fisik seperti olahraga pada umumnya. Saya masih berpikir yang terbaik biasanya didapat dari mobil-mobil terbaik, dan saya rasa mobil terbaik sangat terbatas."

McLaren memiliki tujuan untuk mengurangi kesenjangan dengan tiga tim besar pada 2020, sementara peraturan baru pada 2021 dimaksudkan untuk lebih menyatukan beberapa bagian di Grand Prix.

Sainz juga yakin F1 saat ini dalam kondisi kehilangan calon juara di masa depan. Ia  mengutip apa yang dialami Fernando Alonso, yang menghabiskan sebagian besar kariernya dengan mesin kurang yang kompetitif setelah meraih  gelar pada 2004 dan 2005.

“Kita semua setuju bahwa dia (Alonso) dapat memenangkan kejuaraan dunia lagi di Formula 1, tapi dia tidak melakukannya," kata Sainz. "Apakah dia dianggap kurang dari pembalap lain? Saya kira tidak.”[ade/hsn/timBX]

Tags :

#
mclaren,
#
carloz sainz,
#
formula 1,
#
mercedes,
#
ferrari,
#
red bull