MENU
icon label
image label
blacklogo

Kibarkan Merah Putih, Lima Ekspeditor Expert Menjajal Kejamnya Hkakabo Razi Myanmar

DEC 12, 2019@16:44 WIB | 1,011 Views

Eiger sebagai brand perlengkapan petualangan tropis asal Indonesia akan menggelar ekspedisi besar bertema Ekspedisi Merah Putih lewat Pendakian Gunung Hkakabo Razi (5881 mdpl)  di Myanmar pada bulan Juli-Agustus 2020. Gunung Hkakabo Razi di Myanmar diakui sebagai puncak tertinggi di Asia Tenggara. 

Eiger menarget pendakian mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Hkakabo, dengan starting mulai dari 17Agustus 2019. Meski perencanaan dimulai bulan Juli,  ternyata kondisi cuaca di bulan Agustus  2020 diperkirakan cukup ekstrim dengan curah hujan yang tinggi seharian, maka target waktu 60 hari bergeser dari Juli menjadi Agustus dan sampai puncak di bulan September 2019.

Keikutsertaan Eiger bukan yang pertama kali mendukung eksplorasi wilayah tropis di Indonesia.  Dengan tema  BlackBorneo para pendaki  lokal pernah berpetualanh membuat jalan tropis  di Kalimantan sebagai pengujian brand Eiger di hutan dan gunung tropis pada tahun 2015-2017. Event BlackBorneo juga telah menjajaki beberapa patok batas negara Indonesia dan negara tetangga. 

Dengan target yang berbeda Eiger berencana mempersembahkan Ekspedisi Merah Putih menjadi hadiah ulang tahun Indonesia ke-75. Kemudian berkembang ekspedisi dilakukan di gunung tertinggi diluar Indonesia. Terpilihlah negara Myanmar yang telah  disurvey lebih awal,  dengan gunung Hkakabo Razi sebagai gunung tertinggi di Asia Tenggara.

Beberapa kawasan di Hkakabo Razi masih memiliki beberapa titik yang dikuasai oleh independen army. Selain itu kondisi alam dengan hutan hujan tropis yang cukup lebat di kaki gunung, hingga lapisan salju dan gletser di ketinggian 4600 mdpl.   Lima orang pendaki Indonesia akan bertemu dengan 2 pendaki Myanmar. Kelima pendaki adalah altet yang telah mengantongi sertifikat 7 summit dunia. 

Para seven summiters menjuluki gunung Hkakabo Razi sebagai anti Everest, karena kondisi gunung yang bertolakbelakang dengan Gunung Everest yang cukup mapan dan banyak dipilih. Pendaki yang berhasil  menaklukkan Hkakabo Razi adalah Takashi Ozaki sejak  1957-2011. Sayangnya tidak dilengkapi dengan GPS  sehingga tidak diketahui ketinggian yang sebenarnya. Salah satu misi yang akan dipecahkan adalah memastikan ketinggian Hkakabo Razi dengan alat yang akurat GPS. 

Di gunung ini belum ada travel guide yang belum dibangun, tidak seperti Everest yang sudah menjadi industri.  Ditambah dengan kelembapan tinggi,  gelap dan penuh bahaya binatang liar. Maka semua perbekalan harus mereka bawa sendiri. Kecuali bila terpaksa evakuasi mereka harus minta tolong ke tim SAR setempat. 

Sektor perbekalan menjadi kendala,  dengan ekosistem alam yang tidak jauh dari Indonesia, memungkinkan awak pendaki memanfaatkan tumbuhan tropis yang bisa dikonsumsi.  Saat hujan deras tidak akan berhenti dalam sehari.  Kondisi desa tertinggi sekitar 10 hari dari puncak,  sedangkan wilayah lain 2 hari  lebih dekat sudah berada di propinsi wilayah China. Itu yang menjadikan Hkakabo Razi cukup ekstrim, dan sedikit sekali yang sampe puncak. Beberapa tim pendaki lintas dunia dari Amerika dinyatakan gagal meski mereka mengantongi sertifikasi yang expert. 

Fransiska Dimitri salah satu seven summit satu-satunya pendaki wanita dari Indonesia. "Salah  satu teknis yang lebih dekat adalah mount Alpine yang pernah saya taklukkan. Maka mungkin itu menjadi pertimbangan saya terpilih untuk menaklukkan bersama empat pendaki lain yang masuk qualified," aku Dimi sapaan akrab Fransiska. 

Sedangkan Fandi Achamd menyatakan untuk sampai puncak dari Hkakabo Razi harus dengan memanjat dan tipikalnya mirip dengan gunung raung di Jember dengan puncak bongkahan batu besar dan sempit. Kelima pendaki ini juga melakukan latihan intensif seperti di Mount Cook New Zealand, Gunung Raung Jember, gunung  Halimun dan gunung Gede Pangrango. 

Selain mereka berdua,  ada nama Sofyan Arif Fesa (world 7 summiter, Mahitala Unpar), Nurhuda (world 7 summiter dari Wanadri) , Fandi Ahmad (trail runner,  Mapala UI), dan Putri Handayani (Grandslam Athlete, Kappa FT UI). Mereka berlima intensif melakukan diklat sejak bulan Juni 2019, yang digawangi oleh Donikara,  Eiger Adventure Service Team sebagai mentor.

Eiger bersama manajemen, menitipkan pesan bahwa puncak bukan sebuah destinasi terakhir, melainkan pengalaman yang utama.  

"Kami berangkat lebih membawa bendera merah putih,  dan lebih ke falsafah adu bako, mengikuti gaya pasukan Siliwangi tahun 1949-1950. Falsafah ini yang kami tanamkan ke mereka. Mengingat badan selevel BMKG dari Myanmar menyebutkan curah hujan tertinggi di bulan Agustus 2020. Dengan durasi 60 hari, kelima pendaki  adalah semua pendaki yang qualified," harap Mayjen TNI Asrobudhi,  Ketua Tim Expedisi Merah Putih. 

Keikutsertaan TNI menjadi bagian dari  sejarah pendakian 7 summit di Indonesia dan dunia dalam menjaga zona teritori Indonesia.  Danjen Kopassus Prabowo Subiantor telah mengkolaborasikan ekspedisi  Everest antara militer dan sipil menaklukkan gunung tertinggi di dunia pada tahun 1996. 

Tahun 2020, bertepatan dengan HUT RI ke - 75, Eiger mulai melangkahkan penjelajahan dan petualangan menembus kawasan Tropis Asia Tenggara, sebelum melanjutkan ke tingkat Asia dan Dunia.  Eiger untuk Indonesia mendukung penuh Pengibaran Merah Putih Hkakabo Razi.[Ahs/timBX]

Tags :

#
eiger,
#
ekspedisi merah putih,
#
hkakabo razi,
#
anti everest

RELATED ARTICLE