MENU
icon label
image label
blacklogo

CEO Bird Jelaskan Topik Unit Ekonomi, Keselamatan, Musim Pada Bisnis Skuter Di Ajang Upfront Summit

FEB 06, 2019@12:00 WIB | 97 Views

Skuter listrik, Bird dipajang di Upfront Summit di Malibu pada minggu lalu, pada sebuah acara dua hari yang mempertemukan orang-orang seperti Hollywood, Silicon Valley dan para elit Washington, DC.

Bukan hanya hadirkan selusin skuter baru yang siap dipacu untuk dikendarai di sepanjang acara, tetapi mitra Mark Suster, seorang investor di startup ini, terlihat mengendarai Bird di atas panggung diiringi lagu “Ridin 'Dirty dari Chamillionaire. ”Plus, pendiri dan kepala eksekutif Bird, Travis VanderZanden berada di lokasi bersama para hadirin sebelum menutup puncak pertemuan dengan Mark Suster.

Pasangan ini telah menjelaskan di beberapa topik, termasuk unit ekonomi, keselamatan dan musim pada bisnis skuter.

Tentang unit ekonomi: Ketika Bird meledak pada tahun 2017, VanderZanden tahu dia harus bergerak cepat untuk mengalahkan penirunya, ia menjelaskan. Beroperasi di bawah filosofi Reid Hoffman "Blitzscaling", ia membubarkan ratusan skuter listrik impor Alibaba yang cukup buruk.

"Benda-benda itu rapuh," kata VanderZanden kepada Suster. "Jelas unit ekonomi tidak bekerja pada skuter-skuter itu, tetapi itu tetap merupakan ujian ... Begitu kami tahu orang-orang suka mengendarai skuter itu, kami dengan cepat bergegas dan mulai membuat skuter kami sendiri. Bird Zero adalah iterasi pertamanya. Apa yang kita lihat pada unit ekonomi mereka, itu bagaikan siang dan malam. "

Perusahaan ini meluncurkan Bird Zero pada bulan Oktober, dilengkapi dengan layar digital untuk menampilkan kecepatan, eksterior yang lebih tangguh, dan usia baterai yang lebih baik.

"2018 adalah tentang penskalaan," katanya. "2019 adalah tentang fokus pada unit ekonomi bisnis."

Tentang musim: Beberapa orang telah mengkritik Bird untuk unit ekonomi yang buruk, sementara yang lain menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis ini sangat bergantung pada cuaca. Tidak ada yang mau mengendarai Bird di musim penghujan. Hal ini mampu memotong potensi pendapatannya di musim dingin dan VanderZanden mengatakan dia tidak peduli akan hal itu.

"Jelas, ada musim dalam bisnis skuter, tidak ada keraguan tentang itu," katanya. “Ya, bisnis ini lebih lambat di bulan Desember tetapi pasar ini sangat besar, bahkan dalam [minggu-minggu] lambat kami, sebagian besar perusahaan akan senang memilikinya dalam [bulan] terbaik mereka… Kami dulu mengatakan saat memasuki musim liburan bahwa Bird akan bermigrasi ke selatan tetapi ternyata logistiknya sangat mahal, sehingga Bird harus berhibernasi. Itu pelajaran yang kami pelajari. "

Tentang keselamatan: Pada tahun saat skuter meledak di AS, ini membawa korban jiwa. Selain itu, banyak dari mereka termasuk anak-anak, menyadari betapa mudahnya mereka berkeliaran dengan helm dan skuter. Bird, untuk menjauhkan anak-anak dari skuter, setidaknya, mengharuskan pelanggannya membawa SIM saat mendaftar. Mengingat sejumlah masalah yang muncul ketika skuter menjadi semakin populer, masalah keselamatan yang ditingkatkan pasti akan menjadi headline di tahun-tahun mendatang.

"Keselamatan harus diprioritaskan daripada pertumbuhan," kata VanderZanden.

Tentang sepeda listrik: Bird adalah salah satu dari sedikit bisnis skuter yang tidak menawarkan sepeda. Dengan semua modal yang telah mereka kumpulkan hingga saat ini, akankah Bird membuat inovasi?

"Ya, kami memikirkannya," kataVanderZanden. “Kami [bukan] religius [tentang] skuter, kami hanya berpikir itu hal yang paling disukai orang-orang sehingga kami memulai dan kami pikir itu adalah hal terbaik untuk dilakukan sekarang. Kami senang dengan mikromobilitas... Kami terbuka dan melihat segala macam kendaraan listrik jarak pendek yang berbeda di masa depan. ”

Tentang Bird Platform: Tahun lalu, Bird mulai menjual skuter listriknya kepada pengusaha dan pemilik usaha kecil, yang kemudian menyewakannya sebagai bagian dari layanan yang disebut Bird Platform. VanderZanden mengatakan layanan ini telah membuka Bird pasar baru.

"Sejak awal di Bird, kami memiliki orang-orang yang bertanya‘ hei, bagaimana kami membawa Bird ke kota saya,'" katanya. “Kami pikir kenapa tidak kita memberdayakan pengusaha lokal untuk membawa Bird ke pasar mereka… Sekarang kami memiliki orang-orang dari 77 negara dari seluruh dunia yang tertarik untuk membawa Bird ke pasar mereka, yang menarik karena tidak ada cara kami sebagai sebuah perusahaan bisa sampai di sana dalam jangka pendek. Ini adalah cara untuk membawa Bird pada dunia. "

Tentang pertumbuhan: Mengingat banyaknya cerita tentang Bird dan para pesaingnya, mudah untuk melupakan bahwa sebagian besar startup telah diluncurkan dalam setahun terakhir ini. VanderZanden mengambil waktu sejenak untuk mengingatkan bahwa pada waktu itu, Bird telah berkembang ke 100 kota. Mengesankan, tapi mari kita ingat cara Bird memperkenalkan armada skuter ke pasar baru. Perusahaan itu muncul tanpa ada pemberitahuan di Santa Monica, misalnya, keputusan yang menghasilkan gugatan di kota asal startup itu sendiri.

"Sungguh luar biasa bahwa 100 kota telah membuka lengan mereka dan merangkul skuter listrik," kata VanderZanden.[tje/timBX]

Tags :

#
scooters,
#
bird

RELATED ARTICLE