

JUN 01, 2014@13:00 WIB | 1,235 Views
Motorola tidak mampu lagi memproduksi smartphone. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Motorola akan menutup pabriknya di Fort Worth, Texas pada akhir 2014, padahal pabrik ini baru saja dibuka awal tahun 2013 kemarin. Hal ini terjadi empat bulan setelah Google mengumumkan akan menjual Motorola ke Lenovo dengan harga $2,9 miliar dan hal ini adalah sebuah keputusan yang bulat, seperti disampaikan komisaris Motorola Rick Osterloh.
Menurut laporan ini, pabrik yang akan ditutup tersebut memiliki pegawai sejumlah 700 orang. Rick Osterloh menyampaikan bahwa pihak Motorola mendapati kenyataan dimana pasar Amerika Utara memang keras dan sulit ditaklukkan. Sebelumnya Motorola memproyeksi bahwa pabrik ini akan dapat memproduksi perangkat-perangkat jagoan Motorola seperti Moto X dan menghantarkannya ke konsumen Amerika dengan cepat.
Namun setelah penjualan Moto X merosot, Motorola terpaksa harus memangkas harganya dan berakhir dalam kerugian besar. Kini untuk menyiasati hal ini, Motorola akan tetap memproduksi Motorola Moto X namun di Cina, Brazil, dan negara lain yang memiliki biaya produksi rendah.
Menurut Osterloh, memproduksi dan merakit ponsel pintar di Amerika Serikat akan selalu membawa kerugian bagi Motorola. Hal ini dibenarkan oleh anggapan seorang analis bernama Neil Mawston. Ia berkata Amerika Serikat memang salah satu tempat terbaik untuk mendesain smartphone, namun untuk memproduksinya di negara ini memiliki fakta yang berbeda dan itulah yang dilakukan Apple yang berujung dengan kesuksesannya. [leo/timBX]