MENU
icon label
image label
blacklogo

Adu Tangguh Dua MiFi Smartfren Andromax M2y dan M2S

SEP 23, 2015@12:14 WIB | 110,719 Views

Dalam rangka meyukseskan layanan 4 LTE Advance-nya, Smartfren telah menggulirkan banyak perangkat pendukung termasuk smarpthone 4G LTE yakni Andromax R, Q, Qi, Es dan Ec. Perangkat yang menjadi line up baru seri Andromax adalah mobile WiFi atau biasa disebut MiFi. Beberapa perangkat MiFi Andromax yang sudah meluncur adalah Andromax M2Y, M2P dan yang terakhir meluncur M2S. Kebetulan di tangan kami tim Closerlook Gadget BlackXperience ada dua buah produk unggulan ini yakni Andromax M2Y dan Andromax M2S.

Kedua perangkat ini diproduksi oleh pabrikan yang berbeda, Andromax M2Y diproduksi oleh mitra lama Smartfren yakni Haier dan Andromax M2S diproduksi oleh mitra baru Smartfren yakni LG Innotek. Kedua memiliki kemampuan jaringan yang sama, namun sesungguhnya kedua MiFi ini adalah produk yang berbeda. Apa saja perbedaannya? Ayo kita lihat bersama.

Andromax M2Y

Desain

Andromax M2Y hadir dengan warna khas Smarfren hitam dan merah dengan dimensi panjang 85mm, lebar 55mm, dan tebal 17mm. Seperti halnya kebanyakan mobile WiFi, Andromax M2Y memiliki bodi yang dapat dibongkar layaknya sebuah smartphone. Jika tutup belakang MiFi ini dibuka, Anda dapat menemukan baterai removable, dan di balik baterai terdapat dua slot yakni slot kartu SIM dan kartu memori micro SD yang memungkinkan M2Y menjadi media penyimpanan eksternal.

Di bagian depan tampil glossy terdapat beberapa indikator yang dapat membantu pengguna dalam melihat status MiFi M2Y. Mulai dari penerimaan sinyal, pemancar sinyal WiFi, WPS hingga kekuatan baterai. Tombol power terletak di depan bagian bawah dan akan memancarkan cahaya saat perangkat MiFi ini sudah menyala.

Di bagian kanan kita dapat melihat ada port micro USB yang dapat berfungsi untuk mengisi daya sekaligus menjadi penghubung akses media penyimpanan eksternal. Di sebelah kiri Anda dapat temukan ada tombol WPS kecil yang menjadi kendali keamanan MiFi Anda.

Performa

MiFi buatan Haier ini mendukung jaringan 4G LTE TDD 2300Mhz dan LTE FDD 850Mhz. Teknologi FDD atau Frequency Division Duplexing memampukan perangkat untuk menahan gangguan interferensi dan memiliki penerimaan sinyal yang baik. Teknologi TDD Time Division Duplexing unggul dalam pengiriman dan penerimaan data dengan hanya mempergunakan satu channel sehingga kapasitas yang tersedia bisa menjadi lebih besar.

TDD sangat cocok untuk data yang dikirimkan secara asimetris, misalnya untuk browsing internet, video surveillance atau broadcast. Kecanggihan 4G LTE lewat Andromax M2Y menawarkan kecepatan akses super cepat hingga 150Mbps. Tidak hanya itu M2Y juga mampu untuk terhubung dengan 32 perangkat sekaligus, sehingga sangat cocok digunakan sendiri maupun beramai-ramai.

Saat kita uji M2Y yang memiliki baterai berkapasitas 2000mAh mampu bertahan hingga sekitar 4 jam streaming hingga kuota habis dengan baterai yang masih tersisa cukup banyak. Sayangnya MiWi ini hanya mendukung jaringan koneksi 4G Smartfren saja, sehingga bila suatu daerah belum terambah jaringan 4G, MiFi ini belum dapat berfungsi maksimal. Kita juga sempat menguji koneksinya lewat aplikasi Speedtest di berbagai tempat di Jakarta dan pinggiran jakarta, hasilnya cukup mengejutkan, sesuai dengan janji Smartfren.

Andromx M2S

Desain

Andromax M2S hadir dengan desain yang jauh berbeda dengan saudaranya M2Y, bila M2Y dapat dibongkar untuk memudahkan pengguna mengganti baterai, membenamkan kartu SIM dan memori micro SD, M2S hadir dengan desain unibody sehingga tidak dapat dibongkar dengan mudah, kita tidak dapat mengganti baterai sendiri, namun memang inilah bayaran yang setimpal jika ingin memiliki bodi yang lebih solid. Untuk itu LG Innotek sebagai produsennya membenamkan slot kartu SIM di bagian luar di sisi bawah seiring dengan bumper berwarna perak.

Di sisi kanan kita dapat melihat tombol reset kecil dan port koneksi micro USB untuk mengisi daya, namun tak seperti M2Y, M2S tidak mendukung memori penyimpanan micro SD. Masih di dalam area bezel, bagian atas M2S terdapat tombol power untuk menyalakan MiFi.

Di bagian depan kita dapat menemui beberapa indikator seperti kekuatan penerimaan sinyal, kekuatan sinyal WiFi, dan baterai. Dengan dimensi panjang 67mm, lebar 67mm, dan tebal 13mm, M2S tidak menyediakan tombol WPS untuk pengamanan. Berbeda dengan M2Y yang trendi dengan finishing glossy, M2S tampil lebih elegan dengan finishing tekstur mate nyaman di genggam.

Performa

Beralih ke sisi performa, Andromax M2S dilengkapi dengan chip modem dari Qualcomm yakni MDM 9320 yang mendukung jaringan 4G LTE Cat4 dengan kecepatan download hingga 150Mbps dan upload hingga 50Mbps. Sama seperti M2Y, M2S juga berjalan pada pita FDD 40 di 2300Mhz dan TDD 5 di 850Mhz. Nah beberapa keunggulan perangkat M2S jika dibandingkan dengan M2Y adalah pada penggunaan chipset Qualcomm 9320 yang tidak hanya mampu menghadirkan performa koneksi yang maksimal namun juga penggunaan daya yang lebih irit.

Keunggulan lain adalah terkait dengan penggunaan antena LTE 2t2r pada M2S alias 2 transimter dan 2 receiver, yang berarti M2S dapat menangkap sinyal lebih baik dan juga mampu untuk memancarkan sinyal lebih kuat. Benar saja saat kita uji di beberapa tempat di Jakarta dan di pinggir Jakarta kita mendapatkan hasil yang cukup menganggumkan seperti janji Smartfren. Kita juga mencobanya sambil keadaan berjalan melintasi jalan-jalan Ibukota, M2S terlihat cukup stabil.

Kesimpulan

Pada dasarnya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, di mana M2Y hadir membawa fitur memori eksternal, baterai yang dapat diganti serta desain lebih ringkas dari M2S, tidak lupa hadirnya tombol WPS yang menambah keamanan pengguna. Sedangkan disisi lain M2S unggul di kualitas pembuatan, kekuatan tangkap dan sebar sinyal jaringan yang merupakan salah satu aspek terpenting dari MiFi.

Ketika diuji keduanya mampu mencapai kecepatan tertinggi hingga 9 Mbps untuk download dan 4 Mbps, namun kita rasa itu bukanlah performa maksimal jaringan 4G Smartfren. Dengan jaringan yang sama dan lokasi yang sama MiFi M2S terlihat lebih stabil dalam menyedot dan menyebarkan koneksinya, di mana M2Y terkesan lebih impulsif dengan lonjakan kekuatan koneksi yang dapat naik turun secara signifikan. Terlepas dari kekurangan maupun kelebihan keduanya, Andromax M2Y dan M2S mampu menghadirkan koneksi data yang di atas rata-rata.

Kedua modem Wifi Smartfren ini sangat cocok bagi Anda yang terlanjur memiliki ponsel 3G, ingin merasakan jaringan 4G, namun tidak sedang ingin berganti ponsel. Andromax M2Y dibanderol Rp 399 ribu saja, sedangkan saudaranya M2S dipatok dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp 499 ribu, tertarik? [leo/timBX]