MENU
icon label
image label
blacklogo

Dapat Kritik Dan Input, Kualitas Produk Besutan Finalis BlackInnovation 2016 Kian Ciamik

FEB 04, 2017@07:00 WIB | 607 Views

Setelah melalui beberapa tahap penyisihan, BlackInnovation 2016 akhirnya memasuki babak penjurian final. Dengan mengambil tempat di Ballroom Hotel Santika Jakarta, 3 Februari, hasil inovasi baik itu dari kategori Product Design maupun Internet of Things (IoT) dari ke-15 finalis BlackInnovation 2016, kembali diuji oleh delapan tim juri yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Dalam tahap penjurian final ini, para inovator harus membeberkan secara glamblang inovasi besutannya di hadapan Achmad Fadillah, Surya Darmadi, Yukka Herlanda, Danny Wirianto, Budi Suwarna, Svasti Manggalia, Aulia Faqih, dan Irsan Auryadi Saputra.

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, para inovator muda ini terus didampingi oleh para mentor handal, seperti Freddy Chrisswantra, Asyraaf Ahmadi, dan Mufti Alem untuk kategori Produk Desain. Sedangkan untuk kategori Internet of Things, para finalis dimentori oleh Habibi Mustafa dan Monalisa Arcelia. Tidak ketinggalan, agar kualitas produk garapan finalis makin baik hingga versi final nanti, dan dapat diproduksi massal, kelima mentor BlackInnovation 2016 turut memberikan input dan melontarkan kritikan, serta pertanyaan.

Berbagai kritikan dan masukan yang diberikan oleh para juri dan mentor ditanggapi serius oleh para finalis. Ini terbukti dari kian membaiknya kualitas produk inovasi para finalis. Untuk para inovatornya sendiri, sembilan dari limabelas finalis yang masuk dalam babak penjurian final ini berasal dari kategori Product Design. Ke-9 finalis tersebut adalah Gus Rifky Hartanty - Spooneck, Rudiyanta - Teko Efite, Dandy Prakoso - Keran ReFILL, Ignatius Ario Noegroho - Ranginas, Haidir Furqoni Romadona - Taminas, dr. Ketut Gede Budi - Fungiplast, Ganang Ar-Rasyid - AntPad, Leonardo Bayu Adhi Prasetya - Botoy, dan Algi Ramadhan Pangestu -  LETUS.

Sedangkan enam finalis BlackInnovation 2016 datang dari kategori Internet of Things. Mereka adalah, Lintang Wisesa Attisalam - Bibox: Smart Baby Box, Ahmad Fauzan - Smart Composter Online, Rudhy Stiyawan - Smart Kompor, Ratu Aghnia Fadilah - Lemuria Smart Waste Collection, Muhamad Saggaf Arsyad - Smart Green House, dan Arie Kuncoro - NELPIN.

Sayangnya, karena tidak dapat meninggalkan rutinitas sehari-hari, dua finalis BlackInnovation 2016, yakni Dandy Prakoso dan Leonardo Bayu Adhi Prasetya, tidak dapat hadir di babak penjurian final ini. Tidak ketinggalan, untuk memancing ide-ide segar dari para inovator berbakat lainnya, BlackInnovation 2016 pun melakukan roadshow ke kampus-kampus besar di beberapa kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Malang. sebelum sesi penjurian, para finalis BlackInnovation 2016 terlihat sibuk mempersiapkan produk inovatif garapannya masing-masing. Dan setelah semua siap, proses penjurian pun dimulai.

Dalam tahap ini, setiap finalis diberi waktu kurang lebih 10 menit untuk mempresentasikan kembali produk racikannya. Setelah waktu yang disediakan sudah habis, baik para juri maupun mentor, memberikan masukan, komentar, dan pertanyaan. Ganang Ar-Rasyid dengan AntPad, misalnya. Berbagai kritikan, komentar, dan pertanyaan, dilontarkan para juri dan mentor silih berganti. Ada yang memberikan masukan, agar AntPad didisain lebih ramping lagi, dan modul join yang berfungsi untuk menyatukan antara AntPad yang satu dengan lainnya, sebaiknya dibenamkan kedalam unit pengusir semut ini sehingga tampilannya lebih ciamik.

Ganang sendiri mengaku senang bisa terus maju ke tahap penjurian final. Mahasiswa Universitas Pembangun Jaya Jurusan Desain Produk ini mengakui, jika produk garapan finalis lain sangat inovatif. "Meskipun jika nanti tidak menjadi juara, saya akan tetap mematenkan AntPad ke Haki, terang mahasiswa semester 4 ini. Hal serupa juga dialami finalis lainnya, Gus Rifky dengan produk racikannya, Spooneck. Menurut cowok yang suka humor ini, Spooneck terinspirasi dari tangan tokoh kartun Popeye yang berbentuk huruf L.

Spooneck sendiri dirancang khusus untuk para pemilik mobil, dan akan merupakan alat bantu tidur di jok mobil agar tidur lebih aman dan nyaman. Beberapa kelebihan Spooneck antara lain, disain kompak, tidur jadi lebih nyenyak, sistem pasang semi portabel, material mudah didapat, dan harganya terjangkau. Gus juga mengakui, jika produk dari finalis lain keren-keren dan menarik. Satu persatu, finalis BlackInnovation 2016 naik ke stage untuk mempresentasikan perbaikan dari produk besutannya masing-masing.

Sesi ini berjalan interaktif, dimana para finalis menyodorkan produknya ke para juri dan mentor untuk merasakan langsung kelebihannya. Tidak jarang dari kedelapan juri dan mentor BlackInnovation 2016 mengajukan pertanyaan langsung ke para finalis. Di akhir sesi, beberapa juri pun memberikan tanggapannya. Menurut mereka, produk yang diciptakan oleh para finalis terbilang keren. Selain itu, para juri berpesan untuk melakukan riset secara mendalam saat akan membuat produk. Yang tidak kalah penting, jangan mudah menyerah dan terus berhubungan meski BlackInnovation 2016 telah berakhir. Sesi penjurian final BlackInnovation 2016 ini sendiri ditutup dengan makan malam bersama antara juri, mentor, dan finalis. Penasaran siapa juara di ajang BlackInnovation 2016? Ikuti terus perkembangannya di BlackXperience.com! [Teg/TimBX]