MENU
icon label
image label
blacklogo

BlackInnovation 2016: Smart Composter Online (SCO), Ubah Sampah Jadi Kompos Dengan Mudah

JAN 05, 2017@08:00 WIB | 783 Views

Sampah memang menjadi salah satu masalah besar yang terjadi di Indonesia karena pengelolaan dan pengolahan sampah yang kurang baik. Sampah yang banyak dihasilkan berasal dari rumah tangga. Jenis sampah rumah tangga tersebut juga beragam, mulai dari smapah organik hingga sampah non organik.

Hal inilah yang mendorong Ahmad Fauzan dan Hidayah Sepadawati untuk menciptakan sebuah inovasi bernama Smart Composter Online (SCO) dalam ajang BlackInnovation 2016. Inovasi tersebut yang mengantarkan Ahmad fauzan & Hidayah Sepadawati menjadi 30 semi finalis BlackInnovation 2016.

Smart Composter Online (SCO) sendiri merupakan komposter yang mengolah sampah organik rumah tangga dan beroperasi secara otomatis. SCO bekerja dengan memberikan kondisi ideal agar mikroorganisme aerob dapat bekerja dengan optimal. Dengan bekerjanya mikroorganisme aerob, maka selama proses pengomposan tidak menimbulkan bau busuk.

“SCO ini dapat mengolah sampah organik menjadi kompos dengan memmaksimalkan kondisi ideal mikroorganisme aerob sehingga tidak menimbulkan bau dan dapat dimonitoring secara real time,” ujar Ahmad Fauzan.

Dengan demikian, Anda tidak perlu melakukan persiapan seperti pencacahan terhadap sampah organik, karena SCO sudah dilengkapi dengan mesin pencacah. Mesin pencacah tersebut berfungsi untuk mencacah sampah organik yang dimasukkan agar memiliki ukuran yang optimal dalam pengomposan. Selain itu, Anda tak perlu mengaduk kompos secara rutin karena sudah dilengkapi dengan pengaduk dan kipas. Kipas dan pengaduk tersebut bekerja secara otomatis agar oksigen yang diperlukan untuk menguraikan sampah organik dapat terpenuhi.

Dengan oksigen yang terpenuhi, maka proses pengolahan sampah akan dilakukan oleh mikroorganisme aerob, sehingga tidak menimbulkan bau. SCO memiliki sensor temperatur yang berfungsi untuk mengecek proses yang sedang berlangsung di dalam tabung pengaduk sampah. Jika temperatur tinggi, maka proses dekomposisi sedang berlangsung, sementara jika temperatur secara perlahan turun maka proses dekomposisi sudah selesai dan memasuki proses maturasi di mana proses dekomposisi sudah berhenti.

Pada proses maturasi, temperatur kompos dapat dicek dan kompos bisa mulai digunakan jika temperaturnya sudah stabil sekitar 1 hingga 2 minggu. Anda dapat mengetahui dan mengecek kondisi kompos berdasarkan data yang dikirimkan oleh SCO sehingga Anda akan mengetahui proses yang sedang terjadi, kapan kompos matang dan siap digunakan. Kemudian informasi tersebut dikirimkan melalui aplikasi smartphone. Jika Anda tertarik dengan Smart Green House hasil karya Ahmad Fauzan dan Hidayah Sepadawati, silahkan vote disini. Hadiah menarik pastinya menanti Anda. [Don/timBX]