MENU
icon label
image label
blacklogo

Rendy Prayogi, Ciptakan Karya Seni dari Ampas Teh

JUL 30, 2018@11:45 WIB | 1,644 Views

Sehabis Anda menikmati secangkir teh hangat, biasanya akan ada ampas teh yang tersisa. Sudah pasti nantinya akan Anda buang ‘kan, Black Pals? Berbeda dengan kebanyakan orang, di tangan Rendy Prayogi, limbah ampas teh ini bisa disulap jadi karya seni yang bernilai tinggi.

Bagaimana cerita Rendy hingga bisa membuat karya seni unik semacam ini? Atau seperti apa cara Rendy menuangkan kreativitasnya dengan menggunakan ampas teh? Semuanya terangkum secara eksklusif hanya di BlackXperience.com.

Gunakan Ampas Teh

Seni ampas teh karya Rendy ini merupakan sebuah seni yang memanfaatkan bubuk yang dibuat dari ampas daun teh. Ampas daun teh ini nantinya diterapkan pada beragam media seperti lukisan, pen holder, hingga celengan.

Hobi melukis menjadi modal utama Rendy dalam menciptakan seni ampas teh. Pria asal Medan, Sumatera Utara tersebut menuturkan bahwa lewat hobi melukisnya tersebut bisa ia kembangkan menjadi banyak bentuk karya yang berbeda-beda.

Sebelumnya Rendy terlebih dahulu menggunakan material pasir untuk membuat karya seninya. Berkat keterampilannya tersebut, Rendy dipercaya untuk membagikan kebisaannya pada masyarakat di pedesaan. Hanya saja pada saat itu hanya ada bubuk teh yang dapat digunakan sebagai pengganti pasir.

“Waktu itu menggunakan bahan yang berbeda, bukan pasir. Saat itu hanya ada bubuk teh. Jadi saya manfaatin bubuk teh sama serbuk kayu,” cerita Rendy saat ditemui tim BlackXperience.com.

Menurut Rendy, ia tidak memiliki kriteria khusus untuk memilih ampas teh yang akan digunakan dalam karyanya. Proses filterisasi baru ia lakukan saat memilih tekstur dari ampas teh yang akan ia gunakan. Mulai dari debu teh, daun teh, dan batang teh yang halus dan juga kasar.

Hampir Menyerah

Ada cerita unik dari Rendy kala mencari komposisi terbaik dalam membuat karya seni ampas teh. Rendy mengaku sempat merasa frustasi dan ingin berhenti saat ada bagian finishing dari karya tersebut yang terlewat. Karena hal tersebut membuat sifat alami dari ampas teh tersebut keluar, yang menyebabkan teh tersebut menjadi berjamur.

“Setelah lukisan jadi, teh itu sendiri ngeluarin jamur dan lama kelamaan teh itu rontok. Tapi untuk sekarang kendala itu udah tidak ada karena saya cari tahu kesalahannya dimana,” ujar Rendy.

Trial and error terus Rendy lakukan untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Hingga akhirnya ia menemukan solusi yang membuat ampas teh yang ia gunakan tidak akan berjamur. Kini karya seni ampas daun teh buatan Rendy mampu bertahan lebih lama.

Eksperimen yang dilakukan oleh Rendy telah membuahkan hasil. Seni ampas teh yang ia buat mampu bertahan dengan kondisi terbaik selama lebih dari dua tahun.

Manfaatkan Limbah Rumah Tangga

Untuk kedepannya Rendy telah menyiapkan inovasi untuk menghadirkan variasi pada seni lukisan ampas teh buatannya. Salah satunya adalah mengkombinasikan ampas teh dan kulit telur untuk diterapkan pada karya seninya.

Inovasi ini semata-mata ia hadirkan untuk membuat sesuatu yang berbeda dan tentunya lebih segar. Rendy pun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan limbah rumah tangga lainnya sebagai salah satu media untuk karya seni buatannya di masa yang akan datang. [Hlm/timBX]

Tags :

#
rendy prayogi,
#
seni ampas teh,
#
black icon