MENU
icon label
image label
blacklogo

Agung Bezharie, Transformasi Warung Konvensional Jadi Warung Pintar

JUN 18, 2018@11:30 WIB | 7,899 Views

Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, keberadaan warung-warung yang ada di sekitar memang masih menjadi suatu sarana penting untuk memenuhi beragam kebutuhan sehari-hari. Namun tahukah Anda jika telah ada suatu platform yang mampu mentransformasi warung konvensional dengan beragam teknologi?

Adalah sosok bernama Agung Bezharie yang hadir dengan memperkenalkan sebuah inovasi bernama Warung Pintar. Melalui Warung Pintar, Agung ingin mengubah warung konvensional menjadi sesuatu yang ikut melaju mengikuti perkembangan zaman melalui berbagai teknologi yang disematkan.

Tim BlackXperience berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Agung selaku CEO dari Warung Pintar. Mulai dari awal memulai startup satu ini, kendala yang dihadapi, hingga target yang telah ia canangkan. Semuanya terangkum secara eksklusif hanya di BlackXperience.com.

Transformasi Warung Tradisional

Bagi Anda yang penasaran, apa sebenarnya Warung Pintar itu? Warung Pintar merupakan startup besutan Agung dan tim yang mentransformasi warung-warung tradisional menjadi lebih modern dengan beragam produk teknologi.

Warung Pintar tidak menghilangkan esensi dasar sebuah warung yang menyediakan beragam kebutuhan sehari-hari. Hanya saja kini dilengkapi dengan beragam teknologi seperi, Surveillence Camera, Charging Station, Wi-Fi, dan sistem digital yang terintegrasi.

Ide untuk menciptakan Warung Pintar ini hadir dari permasalahan yang ada di lingkungan. Agung melihat bahwa warung-warung di Indonesia memiliki potensi yang besar, hanya saja tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita coba cari solusi. Bagaimana caranya men-transform warung-warung ini, sesuatu yang sangat Indonesia sekali, jadi sesuatu yang bagus lah untuk kita semua,” tutur Agung saat ditemui tim BlackXperience.com.

Melalui Warung Pintar ini banyak hal yang diubah dari warung tradisional. Mulai dari fasilitas, fitur, serta sistem pembelian dan penjualan yang sudah berbasis teknologi. Platform satu ini juga menawarkan solusi bagi mereka yang ingin memiliki bisnis warung atau memodernisasi bisnis warung yang sudah ada.

 Agung menuturkan bahwa tidak ada kriteria khusus bagi mereka yang ingin bergabung menjadi mitra Warung Pintar. Keinginan yang kuat untuk maju menjadi modal utama yang dibutuhkan oleh Warung Pintar.

“Jadi kalau emang ingin buka warung dan willing bikin usaha sendiri dan pengen buktiin kalau usaha dengan support teknologi itu bisa menghasilkan sesuatu, bisa langsung daftar di website kita dan tinggal mengikuti prosesnya,” ujar Agung.

Sampai artikel ini ditayangkan, Warung Pintar telah tersebar di wilayah Jabodetabek. Tercatat sebanyak 149 Warung Pintar telah beroperasi melayani konsumen dan berpotensi untuk terus bertambah.

Challenges

Sejumlah kendala pastinya dihadapi Agung dan tim dalam mengelola Warung Pintar. Kebanyakan merupakan masalah teknis yang mencakup ekosistem dari teknologi yang digunakan.

“Kendalanya sih banyak ya. Mulai dari internet kita yang kurang bagus sampai kecepatannya yang juga kurang cepat, sampai masalah komunikasi dengan mitra. Banyak sih sebenarnya challenges-nya,” ucap Agung.

Untuk masalah komunikasi dengan mitra biasanya terjadi pada proses transisi dari warung tradisional tadi ke warung pintar. Dikarenakan mitra-mitra tersebut butuh beradaptasi dan juga edukasi perihal bagaimana penggunaan dan juga penerapan beragam sistem dan fitur yang ditawarkan.

 “Kita pun mikirin apa sih behavior-nya mitra, gimana cara permudah. Yang pasti kita juga mengajari mitra dan ini evolving terus. Kita bukan program yang diem aja, kita updating terus,” jelas Agung.

Kendala yang terjadi tak dijadikan alasan untuk menghambat laju perkembangan Warung Pintar. Malah menurutnya hal tersebut menjadi sebuah tantangan sendiri yang menjadi bagian dari pekerjaan yang Agung dan tim mesti selesaikan.

“Edukasi is the challenge for us, tapi itu part of the job for us. Karena mentallity kita adalah ingin serving our users  dengan bringing the best product,” jelas Agung.

Solve the problem

Seperti yang sebelumnya telah Agung sampaikan, Warung Pintar merupakan platform yang terus diperbaharui seiring dengan berjalannya waktu. Maka dari itu tentunya ia dan tim telah menyiapkan beragam inovasi. Salah satunya adalah mencoba beragam teknologi inovasi yang nantinya layak untuk coba diterapkan di Warung Pintar.

 “Inovasi pasti banyak bgt sih. Kita coba berbagai jenis teknologi. Yang jelas kita ingin solve this problem.  Gimana caranya solve this problem? Gue sendiri juga belum tahu jawabannya. That’s why we were trying,” ucap Agung.

Beragam inovasi tengah ia uji. Mulai dari penerapan website, mobile apps, machine learning, hingga face recognition. Semua inovasi yang disiapkan pastinya untuk membuat target yang telah dicanangkan Agung dan Warung Pintar dapat tercapai. Apa target yang ingin dicapai tersebut?

“Sebenarnya targetnya adalah solved the problem. Mungkin gak akan solved, tapi at least kasih sesuatu kalo kita tuh bisa lebih baik. Gue sebagai anak muda gak cuma complain doang, tapi making a change,” tutup Agung. [Hlm/timBX]

Tags :

#
agung bezharie,
#
warung pintar,
#
startup,
#
black icon