MENU
icon label
image label
blacklogo

Alat Genggam Ini Bisa Memindai Paru-Paru Pasien Virus Corona

OCT 13, 2020@10:00 WIB | 163 Views

Memasuki masa new normal praktik penanganan covid-19 di Indonesia masih berlangsung, mengingat jumlah masyarakat positif terkena virus korona masih cenderung bertambah. Sementara tim medis dan alat medis untuk penanganan covid-19 ini masih memakan waktu cukup banyak, menjadi perlu untuk menambah peralatan medis yang dapat membantu merpercepat proses penanganan virus ini.

Di belalah dunia lain, telah hadir karya inovatif yakni sebuah alat genggam yang terhubung langsung ke smartphone. Alat ini disebut-sebut dapat membantu perawat kesehatan profesional menjadi lebih hemat saat melakukan diagnosa pasien virus korona. Bahkan, alat ini juga memberikan perbedaan besar pada perawatan dan hasil deteksi.

Tim perintis NHS menggunakan perangkat ultrasonografi genggam yang dapat memindai paru-paru pasien Covid tanpa memerlukan rontgen dada. Berkat kehadiran inovasi sistem triase ini memungkinkan penanganan langsung bagi pasien kritis yang sangat membutuhkan perawatan, mempermudah pasien melakukan permintaan pada dokter, dan mengurangi beban rumah sakit.

Consultant in Acute Medicine and Intensive Care Medicine, Dr Andrew Walden dan Ultrasound Fellow dari Rumah Sakit Royal Berkshire, Dr Joseph Nunan mengadopsi pengobatan ini di masa-masa pandemi corona memuncak. Mereka menggunakan teknologi point-of-care ultrasound (POCUS) dengan Butterfly iQ, sebuah perangkat inovatif yang dapat memindai seluruh tubuh dan menampilkan gambar secara real-time ketika terhubung ke smartphone.

Sistem triase (TICC-19) ini terinspirasi sebuah sistem serupa yang digunakan di Brescia, Italia, salah satu daerah yang terkena dampak terparah di Eropa saat itu. Di mana pasien yang terindikasi COVID-19 diprioritaskan dari jarak jauh menggunakan oksimeter dan dipanggil ke rumah sakit jika kondisinya berubah.

Dengan menggunakan Butterfly iQ, pemindaian paru-paru dapat cepat dilakukan pada pasien di unit gawat darurat, untuk mengidentifikasi dengan cepat, terutama mereka yang butuh perawatan segera, tanpa memerlukan rontgen dada. Hal ini menyebabkan perputaran pasien lebih cepat, membantu memprioritaskan pasien mana yang akan dirawat, dan siapa yang harus dikirim pulang, memastikan tempat tidur disediakan untuk mereka yang membutuhkannya.

Drs Walden dan Nunan bahkan melatih dokter umum setempat untuk melakukan dan membaca pemindaian paru-paru menggunakan Butterfly iQ di klinik perawatan pernapasan perawatan primer yang dibuat khusus di Reading. Ini membantu mendiagnosis COVID-19 di masyarakat dan mengurangi tekanan pada tim rumah sakit dan perawatan sekunder.

"Sistem triase Covid-19 yang kami terapkan di Rumah Sakit Royal Berkshire adalah contoh utama bagaimana kolaborasi dan inovasi yang dapat mendukung pasien dan NHS ketika kritis. Dengan memasukkan POCUS dalam sistem, kami dapat memastikan perawatan yang benar diberikan kepada mereka yang paling membutuhkannya, dalam kemitraan dengan rekan perawatan primer kami." Jelas Dr Andrew Walden.

Disampaikan bahwa, dalam tujuh minggu pertama, tim perawatan primer menangani 960 pasien, di mana 36 persen dari semua kasus diduga COVID-19. Kemudian hanya 46 yang dirawat di rumah sakit (13,2 persen dari kasus yang ditengarai). Selain itu, dengan sistem penyimpanan cloud Butterfly iQ yang aman, dokter bisa dengan cepat mengirim gambar pemindaian yang mereka khawatirkan atau mengajukan pertanyaan kepada tim rumah sakit.

"Menggunakan diagnostik akut dengan cara ini adalah hal baru dalam perawatan primer, artinya secara klinis aman untuk melakukannya, dan sejumlah pasien pun bisa dirawat di rumah. Secara khusus, belajar membaca ultrasound paru-paru dan melakukan pemindaian sangat penting untuk pekerjaan kami." Kata Dr Shwan Maroof, GP Lead, Virgin Care & Reading Primary Care Response Hub.

Perangkat POCUS adalah kunci membangun kolaborasi antara Rumah Sakit Royal Berkshire dan pusat perawatan primer setempat untuk mendiagnosis pasien Covid-19 secara lebih baik. Pihak Royal Berkshire pun akan melanjutkan model ini sebagai tanggapan terhadap COVID-19 dan dalam hubungannya dengan perawatan primer. [eli/asl/timBX]

Tags :

#
perangkat ultrasonografi genggam,
#
inovasi teknologi,
#
teknologi inovatif