MENU
icon label
image label
blacklogo

Impeller Fuel Pump Melengkung, Penyebab Mobil Ngadat

MAR 18, 2021@19:00 WIB | 1,429 Views

Bagi pengguna mobil Toyota dan Daihatsu isu recall menjadi bagian penting untuk memberikan keselamatan berkendara. Bila BlackPals cermati sebenarnya, mesin 1500cc kebawah produksinya sudah menjadi satu atap. Artinya Toyota menyerahkan produksi mesin dan komponen mobil ke manufaktur Daihatsu.  Sehingga masalah recall kemudian menjadi bagian tanggung jawab bersama kedua brand, dalam melayani pelanggan semaksimal mungkin. 

Dari Daihatsu dan Toyota masalah yang dideteksi motor fuel pump. Sementara Daihatsu sendiri berkomitmen melakukan recall sebanyak 97.290 unit meliputi tiga varian, pertama Xenia, Terios dan Sirion. "Bermula dari 24 kasus masalah fuel pump dilapangan, akhirnya kami putuskan mengganti fuel pump motor melibatkan 160 bengkel jaringan Daihatsu," tutur Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Daihatsu.

Sebanyak 97.290 unit dari masa produksi 2017-2019. Untuk Grand New Xenia, jumlahnya 53.246 unit, periode produksi Oktober 2017-Juni 2019. Sementara New Terios sebanyak 41.152 unit, dengan periode produksi Desember 2017 hingga Juni 2019. Daihatsu Sirion sebanyak 2892 unit, periode Januari 2018 sampai September 2019. 

Setelah mengetahui range periode produksi, kenali masalah yang muncul, seperti indikator check engine. Masalah kemudian yang muncul adalah mesin dan throttle terasa brebet, mengakibatkan tenaga kurang yang dapat dirasakan dengan indikator RPM yang tidak stabil. 

"Jika dibiarkan tidak diganti, efek yang muncul kemudian mengakibatkan mesin mati dan sulit untuk dinyalakan.Sangat ga nyaman, pakai mobil kemudian brebet dan berhenti. Brebet, tenaga berkurang kemudian mesin mati," tambah Supriyadi.

Dirinya menambahkan recall Fuel Pump Motor ketiga mobil tersebut melibatkan semua turunan Xenia, Terios dan Sirion. Dari fuel Pump Motor tersebut dideteksi bahwa impeller, yang bertugas menghisap bahan bakar, dari saluran masuk menuju saluran keluar. 

"Material impeller berubah mengembang melebihi toleransi kepadataan yang ditetapkan. Batas toleransi pengembangan impeller  hanya 19 mikron. Namun setelah diinvestigasi terjadi pengembangan hingga 27 mikron. Akibat pengembangan material tersebut membuat impeller melengkung dan bergesekan (touching) dengan cover motor pump (stock). Akibatnya tugas impeller mengalirkan bahan bakar menjadi terhambat," jelas Supriyadi. 

Tambahnya, secara kasat mata memang tidak terlihat perubahan. Perbedaan 7 mikron tidak mudah dideteksi oleh mata telanjang. Namun impactnya membuat mobil menjadi ngadat dan susah dinyalakan. 

Secara kasus sedikit konsumen yang mengeluhkan hanya 24 kasus saja, namun hasil investigasi mengharuskan penggantian fuel pump, karena part ini disokong oleh pihak ketiga. 

"Customer Daihatsu, saat datang ke bengkel tidak harus mengkosongkan tangki mobil. Tim mekanik kami siap memproses dalam keadaan apapun, dalam durasi kurang dari 2 jam," ujar Supriyadi. 

Guna memastikan mobil Daihatsu Black Pals tidak bermasalah, pelanggan juga dapat langsung memastikan secara mandiri apakah mobilnya masuk ke dalam program ini dengan mengunjungi website resmi Daihatsu di www.daihatsu.co.id/recall, dengan memasukan nomor rangka kendaraan, atau pelanggan juga dapat menghubungi Daihatsu Access di 1-500-898. 

Penggantian gratis, dan tidak dipungut biaya apapun. "Bagi Black Pals yang mobilnya sudah masuk ke daftar program recall, silahkan datang ke bengkel Daihatsu terdekat untuk perbaikian," tutupnya.[Ahs/timBX]
 

Tags :

#
auto tips,
#
alasan mobil ngadat,
#
material impeller,
#
fuel pump,
#
recall daihatsu