MENU
icon label
image label
blacklogo

Viar Vortex 250i, Motor ber-DNA Trail yang Siap Lahap Segala Medan

NOV 29, 2018@12:00 WIB | 314 Views

Viar Vortex 250 merupakan salah satu motor varian touring yang telah di-launching ke market sebagai sosok motor dua alam. Varian ini memang dipersiapkan untuk para biker yang ingin upgrade kemampuannya ke versi touring, dan market tersebut cukup banyak di Indonesia. Vortex diluncurkan pertama kali pada pertengahan 2017 dengan versi karburator, sedangkan untuk Viar Vortex 250 injeksi diluncurkan pada 2018. Dengan harga yang lebih enjoy dikantong, spesifikasi apa saja yang ditawarkan motor besutan PT. Triangle Motorindo ini.

Sebelum melahirkan Vortex 250, Viar telah berhasil melahirkan varian CrossX 200GT pada 2014. Produk ini mulai laris dipasaran khususnya daerah yang lokasinya masih memiliki trek offroad alami. Dan pada Februari 2015 Viar diganjar mendapatkan rekor MURI atas prestasinya Viar Jelajah Indonesia yang telah menyusuri daerah terpencil di pelosok. Atas kesuksesan pendatang baru di dunia adventure inilah, Viar memberanikan diri memproduksi motor touring, dengan genetic CrossX yang sudah teruji. Nama Viar Vortex 250 kemudian meledak saat ditest riding dari Jakarta ke Himalaya dengan jarak tempuh 15.000 km, oleh Gunadi dari Freeriders Indonesia.

Vortex 250  terlahir dengan gaya touring dan semi adventure. Sebagai jawaban atas tantangan atas rivalnya Versys X 250 Tourer dan BMW GS 310.  Kami akan membahasnya dari segi desain terluarnya. Dengan lampu depan yang sudah menggunakan LED baik lampu jauh atau dekatnya. Kemudian bagian lampu depan juga telah dilengkapi DRL, dipadukan dengan windshield untuk meredam terpaan angin saat berkendara.

Desain lampu depan yang mengadopsi gaya BMW dan menggunakan dual fender atas dan bawah menjadi identitas tersendiri. Suspensi depan yang sudah up side down dikombinasikan dengan velg jari-jari yang mempertegas kelas baru di market touring. Sebanyak obstacle kecil seperti lubang di jalanan, akan tetapi hampir kami tidak temukan goncangan parah akibat melintasinya. 

Bagian crash bar didesain sedemikian rupa melengkapi motor ini. Dengan main frame yang terbuat dari rangka deltabox, mesin Viar 250 SOHC terpasang cukup kokoh, ditopang dengan suspensi belakang yang menggunakan monoshock. Dan bagian pannier box yang dikombinasikan dengan mud guard. Posisi  ridingnya terasa cukup nyaman, posisi duduk empuk bikin Anda betah riding ratusan kilometer.

Bagian stang mengadopsi gaya fat bar, dengan diameter stang yang sedikit lebih besar dari motor lainnya. Dan itu terbukti saat kami mencoba untuk  berakselerasi di jalan raya, untuk mengayunkan throttle lebih dalam sedikit butuh effort untuk ukuran telapak tangan kami. Padahal yang kami butuhkan adalah tarikan ringan dan akselerasi cepat, namun itu tidak kami temukan di motor ini. Ditambah dengan rute yang kami tempuh cukup ramai kendaraan, dan belokan tajam di arah Cikidang sempat membuat kami ragu, namun ternyata motor ini mampu menjawabnya.

Kami dinilai terlalu lambat saat jalan lurus oleh rekan-rekan. Akan tetapi jalur Cikidang yang sudah bagus kami lahap dengan mulus. Meski tidak kami temukan top speed yang sempurna, namun kami terhibur dengan akselerasi di tikungan meski sempit dan menanjak sekalipun. Torsi motor ini cukup nyaman dibandingkan daya mesin yang belum kami kuras habis. Dari situ, kami tersadar bahwa basic mesinnya memang tidak jauh dari DNA  saudaranya si CrossX 200 dan CrossX 250 ES.

Tujuan riding kami adalah ke pesisir selatan Jawa Barat. Jarak Jakarta ke Pelabuhan Ratu yang melalui jalur Cikidang, dan dari Pelabuhan Ratu ke Geo Park Ciletuh pulang balik menempuh jarak 450 km. Jalur  tersebut kami pilih dengan pertimbangan kondisi aspal yang lumayan bagus dan kami pun melewati jalur tersebut dengan nyaman. Namun  kami mendapati keganjilan dengan dua spion yang ukurannya melebih stang motor, meski cukup nyaman untuk melihat kawanan motor dibelakang, tapi itu membuat panik saat jalanan mulai padat kendaraan.

Konsumsi BBMnya cukup lumayan untuk motor 250 cc, dengan siklus gabungan antara jalur kota, dan berkelok dengan tanjakan dan turunan yang curam terbilang irit. Radius jarak 220 km menghabiskan 2 bar saja dari 4 bar. Mesinnya yang berkubikasi 249,6 cc, SOHC dengan watercooler sempat kami tes untuk boncengan dari Pelabuhan Ratu ke Geo Park Ciletuh. Dan Vortex 250 mampu menaklukkan tanjakan curam yang mengarah ke puncak Darma, titik tertinggi di kawasan Geo Park Ciletuh.

Soal performa mesinnya juga cukup mumpuni, meskipun kami merasakan betis panas, saat menemuhi beberapa titik kemacetan. Akan tetapi temperatur mesin terlihat turun satu strip saat kami tarik full throttle tatkala lalu lintas mulai merenggang. Derungan mesinnya cenderung berisik,  saat ngotot bekerja keras  pada rpm tinggi di tikungan tajam dan menikuk. Oh iya, selain itu Kami terhibur dengan suara bass knalpot yang menggelegar, memaksa pengendara lain memberikan jalan untuk kami.

Pada bagian tachometer dengan tampilan digital, hanya bagian indikator RPM saja yang masih mengadopsi gaya klasik.  Selain indikator gear, juga dilengkapi sebuah indikator bensin disisi kiri dan indikator temperature di sisi kanan.  Kemudian dibagian bawah menunjukkan waktu dan sebelahnya merupakan indikator ODO yang menunjukkan jarak tempuh. Fitur ini memudahkan Black Pals melihat jarak yang ditempuh secara total atau secara parsial. Kabar gembiranya, sudah memiliki tombol engine stop dan lampu hazard dimotor ini, itu membuat kami lebih leluasa berkendara dalam kecepatan tinggi.

Meski kami sebut ber-DNA motor trail, kombinasi ban dual purpose  Deli Tire  berukuran 18 inci depan dan 17 inci dibelakang  masih cukup reliable menghadapi medan sulit. Sebelum Anda memulai untuk motor touring berkapasitas mesin besar, tidak ada salahnya Anda meminang Vortex 250i (injeksi) dengan harga Rp51 jutaan ini persembahan Viar Motor Indonesia. karena kekuatan mesinnya sudah teruji di berbagai kondisi jalan dan cuaca. [Ahs/timBX]

Spesifikasi  Viar Vortex 250i

  • Dimensi                            :  2130x868x1260
  • Jarak Sumbu                    : 1400
  • Jarak Terendah                : 210
  • Tipe Suspensi Depan      : Upside Down
  • Tipe Suspensi Belakang : Monoshock
  • Ukuran Ban Depan          : 100/80-18
  • Ukuran Ban Belakang     : 130/70-17
  • Rem Depan                     : Disk Brake
  • Rem Belakang                 : Disk Brake
  • Kapasitas Tangki              : 15 Liter
  • Tipe Mesin                        : 4 Langkah SOHC Water Cooler Radiator
  • Diameter X Langkah        : 77mm x 53.6 mm
  • Volume Langkah              : 249.6 cc
  • Gigi Perseneleng             : 6 percepatan
  • Starter                              : Electric Starter
  • Daya                                : 25 hp/9000 Rpm
  • Torsi                                 : 22.5 Nm/7000 Rpm
  • Harga Vortex 250 Injeksi : Rp51 jutaan

Tags :

#
viar motor indonesia,
#
viar vortex 250i,
#
touring,
#
adventure