

MAY 30, 2026@17:56 WIB | 54 Views

Satu babak baru sejarah industri otomotif nasional resmi ditandai hari ini. Grup Saige, nama besar yang kian melejit di dunia kendaraan listrik, secara resmi membuka sekaligus mengoperasikan pabrik keduanya yang berdiri megah di atas lahan seluas 5 hektar persis di kawasan industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat.
Ini bukan sekadar penambahan fasilitas produksi, melainkan langkah strategis raksasa yang menegaskan posisi Indonesia sebagai tulang punggung operasi global perusahaan.

Dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta unit kendaraan setiap tahunnya dan kemampuan penampungan stok hingga 1,25 juta unit, fasilitas ini dipersiapkan untuk melayani permintaan pasar yang terus melonjak.
Jaringan pemasaran pun telah tersebar luas lewat 200 diler yang siap melayani masyarakat di seluruh penjuru tanah air, memastikan produk dan layanan purna jual mudah dijangkau semua kalangan.
Beroperasinya pabrik ini mulai hari ini menjadi bukti nyata keseriusan Saige dalam berinvestasi dan berkarya di Indonesia. Jalur produksi yang kini berputar aktif akan memproduksi beragam jenis kendaraan listrik lengkap, mulai dari sepeda listrik, motor listrik, hingga kendaraan roda tiga yang dirancang khusus untuk kebutuhan penumpang maupun pengangkutan barang atau kargo.
Keberagaman lini produk ini sengaja disiapkan agar bisa menjawab segala kebutuhan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan pribadi, keluarga, maupun menunjang kegiatan usaha sehari-hari.

Momen peresmian ini makin istimewa karena berbarengan dengan peluncuran 5 produk terbaru yang dipersiapkan khusus dengan sentuhan teknologi mutakhir. Ada empat varian sepeda listrik yang langsung mencuri perhatian, yaitu Latte Pro, Macha, Luna Mini, dan Vintage, masing-masing memiliki karakter dan keunggulan yang disesuaikan dengan selera dan gaya hidup penggunanya.
Tak kalah menarik, satu unit motor listrik andalan tipe SG Apex turut diperkenalkan sebagai jagoan baru di jalanan. Kendaraan ini dibekali baterai litium berkapasitas 1500 watt, 60V24Ah, yang sanggup memacu kecepatan maksimal hingga 75 kilometer per jam dengan jangkauan tempuh sejauh 70 kilometer hanya dalam satu kali pengisian daya.

Kemudahan memiliki produk-produk Saige pun kini semakin terjamin berkat kerja sama strategis yang telah dijalin dengan dua perbankan besar nasional, yaitu Bank BCA dan Bank BRI. Kolaborasi ini menghadirkan skema pembiayaan atau sistem kredit yang fleksibel, ringan, dan terpercaya. Melalui kerja sama ini, konsumen kini bisa lebih mudah mewujudkan keinginan memiliki kendaraan listrik berkualitas tinggi tanpa terbebani proses yang rumit, sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di tengah masyarakat luas.
Menanggapi mengapa Indonesia dipilih sebagai basis produksi paling penting di luar negeri, Tony Tang, Direktur Pemasaran Saige Grup, menjelaskan dengan tegas, “Ini merupakan langkah penting dalam tata letak globalisasi Saige, yang menandai transisi kami dari ekspor produk, masuk ke tahap baru operasi produksi yang dilokalkan di luar negeri. Dengan mengandalkan basis produksi luar negeri ini, kami akan semakin menyempurnakan tata letak kapasitas produksi global, meningkatkan pengaruh internasional merek, serta mendukung Grup dalam mengembangkan pasar luar negeri secara mendalam.”

Kepercayaan diri Saige untuk terus melebarkan sayap bisnisnya ternyata dibangun di atas pondasi yang sangat kokoh dan tak terbantahkan. “Berdasarkan pengalaman dan akumulasi keahlian selama bertahun-tahun di industri ini, kami memiliki sistem penelitian dan pengembangan kendaraan utuh serta manufaktur cerdas yang telah matang, beserta sejumlah besar hak paten teknologi milik sendiri,” ungkap Tony Tang lebih lanjut.
Ia menambahkan bahwa kekuatan rantai industri yang lengkap dan kemampuan pengendalian kualitas yang konsisten adalah kunci utama yang membuat Saige berani dan mantap melangkah ke pasar global yang kompetitif.

Banyak pihak mempertanyakan apakah standar kualitas buatan Indonesia sama persis dengan yang diproduksi di negara asal? Jawaban dari Saige sangat meyakinkan: sama sepenuhnya, tanpa kompromi sedikit pun.
“Seluruh basis produksi kami di seluruh dunia menerapkan standar manufaktur cerdas dan sistem pengendalian kualitas yang sama persis dari Saige. Mulai dari proses produksi hingga pengujian produk akhir, semuanya mengacu pada standar yang seragam, guna menjamin kualitas produk yang konsisten, baik yang dipasarkan di dalam negeri maupun di luar negeri,” tegas Tony menjelaskan komitmen kualitas perusahaan.
Keunggulan lain yang membuat pabrik di Karawang ini istimewa terletak pada sistem manajemen operasionalnya. Seluruh pengalaman terbaik dan sistem otomatisasi yang telah teruji sukses diterapkan secara utuh di sini.

“Kami menerapkan secara menyeluruh pengalaman manajemen produksi dan sistem manufaktur otomatisasi yang telah matang dari Grup, sehingga menyeimbangkan efisiensi produksi dan kestabilan produk, serta mempertahankan standar kualitas produksi khas Saige yang senantiasa terjaga,” ujar Direktur Pemasaran Saige, memastikan bahwa setiap unit yang keluar dari pabrik ini memiliki presisi dan keandalan tinggi.
Berbicara soal keunggulan produk baru yang baru saja diluncurkan, Tony Tang memaparkan bahwa keunggulan utamanya bertumpu pada teknologi hasil riset sendiri, kualitas pengerjaan yang rapi dan kokoh, serta kelengkapan fitur keselamatan.
Baca juga : Skuter Listrik SAIGE ini Mampu Terobos Banjir Kedalaman 50 cm dan Jarak Tempuh 150 km
“Kami secara konsisten mengembangkan komponen-komponen inti secara mandiri, dengan struktur kendaraan yang kokoh, serta kinerja unggul dalam hal perlindungan keamanan, sistem anti-maling, tenaga, dan jangkauan tempuh. Keandalan produk kami pun telah teruji dan terbukti dalam jangka panjang di pasar,” jelasnya.
Pengembangan produk ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat mendetail, disesuaikan dengan kebiasaan dan kondisi geografis setempat.
“Untuk kebutuhan penggunaan komersial dan perjalanan jarak jauh, model kendaraan kami mengutamakan tenaga yang besar dan jangkauan tempuh yang jauh, serta telah dioptimalkan secara khusus agar tahan banting dan andal dalam kondisi lingkungan Indonesia yang panas, lembap, dan memiliki kondisi jalan yang beragam,” tambah Tony.
Sementara itu, bagi kebutuhan mobilitas harian keluarga maupun pengguna wanita, desain dan spesifikasi disesuaikan agar lebih bersahabat. “Model kami dirancang agar mudah dikendalikan dan memiliki tampilan yang menarik, sekaligus dilengkapi peningkatan fitur praktis seperti sistem anti-selip dan ketahanan terhadap air saat hujan, sehingga aman dan nyaman digunakan,” jelasnya, menegaskan bahwa kenyamanan pengguna adalah prioritas utama dalam setiap desain produk Saige.

Dalam tiga tahun kami mencapai penjualan hingga 350 ribu unit. “Kuncinya kami fokus dengan desain dan fitur khusus market di Indonesia.Desain motor kami kembangkan untuk market Indonesia. mulai dari suspensi yang buat lebih kuat. Market di Indonesia memang spesial, dengan kontur geografis pegunungan, banyak jalan yang nanjak ditambah dengan kondisi cuaca yang lebih ekstrim," terang Tony.
Untuk baterai misalnya dirancang dengan Baterai Manajemen SIstem yang lebih kuat tahan panas, dibandingkan di negara asalnya China dengan 4 musim. Tagline kami semua produk SAIGE lebih aman. Karena semua produk memang spesifikasinya dibuat lebih tahan terhadap cuaca. Salah satunya dengan BMS, baterai Lithium dan suspensi yang lebih kuat.
“Desain suspensinya kami bikin 50 persen perkotaan, dan 50 persen untuk pegunungan. Jadi suspensi lebih fleksible dan lebih panjang 9 sentimeter lebih panjang. Inilah customized yang sudah kami lakukan ke produk SAIGE yang kami pasarkan di Indonesia.”
Model Latte menjadi yang favorit, kemudian kami mengembangkan model Mocca yang menyasar khusus market Indonesia dan diluncurkan pertama di dunia. Jika secara riset sudah memenuhi kelayakan, maka kemudian baru kami pasarkan ke negara lain.
“Fakta yang kami kumpulkan sepeda listrik lebih laku di sub urban area, bukan di kota-kota besar. Kami tahu kota besar marketnya lebih menyukai motor listrik, yang tahan kemacetan dan jarak lebih jauh,“ tambahnya.
Secara lineup tetap mengusung niche market dan mass market. Saat ini SAIGE masih memperkenalkan 2 roda, dan segera akan menyusul 3 roda dan 4 roda. “Kita cukup percaya diri untuk masuk market ke yang lebih massive. Didukung dengan kompetisi dengan brand lain yang sudah eksisting. Rencana terdekat seluruh sparepart bisa akan diproduksi secara manufaktur disini,“ tambahnya.
Rencana Ekspansi ke Market Mass
Setelah secara terbukti kuat di segmen sepeda listrik, SAIGE juga mempersiapkan produk untuk motor listrik. Meskipun belum menjadi market leader, SAIGE menyatakan siap untuk saling mengisi market tersebut dengan brand yang sudah eksisting.

“Disatu sisi SAIGE merupakan kompetitor, namun disisi lain kolaborasi bisa cukup terbuka bagi semua brand, untuk mempersembahkan motor listrik dengan kualitas dan desain khusus market Indonesia. Maka dari itu kami sudah berhasil mendelivery trend e-bike dan masyarakat memilih kami untuk pilihan green power. Bagi kami kebutuhan user akan kualitas lebih penting daripada market itu sendiri,” tambahnya.
Harga SAIGE yang Variatif Cukup Diminati
Sepeda listrik dari harga Rp3 jutaan, Rp5 jutaan, Rp10 jutaan hingga Rp30 jutaan cukup lengkap secara line up.
“Motor listrik kami sekali charge bisa sampai 200km, seperti SG Max. Harganya memang Rp29,9 jutaan, berdasarkan desain, durability, hingga jarak tempuh yang dikehendaki user. Didukung dengan sistem, sasis yang memang secara kualitas pantas.“
Produk SAIGE didukung dengan aftersales dan dealer serta store atau waralaba. Seperti SG Max digaransi 5 tahun, termasuk baterai, controller dan dinamo. Sementara sasis digaransi 10 tahun.
Dengan kehadiran manufaktur SAIGE kedua ini, target penjualan 3-5 tahun kedepan di satu juta unit per tahun. Brand SAIGE memiliki kemampuan 100-200 ribu pertahun, berdasarkan mainset fokus pada produk, market akan terbentuk sendiri. [Ahs/timBX]