

MAY 19, 2026@18:26 WIB | 74 Views

Memasuki tahun ke-3 investasi di Indonesia, BYD Indonesia mencatatkan total penjualan 90.000 unit. Angka yang cukup signifikan, untuk sebuah brand baru. Pencapaian tersebut ditopang dengan tingginya penjualan April tahun 2026, dengan penjualan hampir mencapai 20.000 unit, tumbuh sekitar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menguasai sekitar 40% pangsa pasar EV nasional.
Sementara beberapa brand Cina yang sudah mencoba market PHEV di Indonesia Chery Tiggo 8 CSH terjual 956 periode Jan-April 2026. Geely dengan EM Starray 187 unit, Jaecoo J7 SHS dengan 147 unit, Eksion PHEV dengan 193 unit, Darion PHEV dengan 214 unit, Chery Tiggo 9 AWD dengan 223 unit, Jaecoo J8 SHS Ardis dengan 119 unit pada periode yang sama.

Total mobil PHEV yang terjual Jan-April 2026 mencapai 2039 unit yang boleh dibilang belum mencapai angka 1%. Data tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia terbilang masih sedikit yang berani pindah trend ke PHEV, meskipun daya jangkau rata-rata diatas 1000 km setiap tangki penuh.
BYD mencoba peluang pasar PHEV dengan memperkenalkan generasi terbaru DM 5.0 yang diperkenalkan pada tahun 2024. Mengusung evolusi terbaru teknologi Dual Mode BYD dengan pendekatan berkendara berorientasi EV yang menghadirkan efisiensi energi lebih tinggi, sistem integrasi yang lebih cerdas, serta fleksibilitas penggunaan kendaraan yang lebih optimal, dengan efisiensi 1 liter tembus 65 km.

Tahun 2025, BYD mencatat penjualan global lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif dan pemimpin global dalam kendaraan listrik (EV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui teknologi Dual Mode (DM).
"Melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui teknologi DM yang lebih fleksibel, efisien, serta semakin mudah diakses oleh masyarakat termasuk di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di tanah air,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.

Karakter penggunaan teknologi DM juga dirancang untuk dapat beradaptasi dengan berbagai pola perjalanan masyarakat Indonesia. Dalam penggunaan di area perkotaan (inner-city), sistem akan lebih memprioritaskan penggunaan tenaga listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap, halus, dan efisien dalam kondisi lalu lintas harian. Sementara itu, untuk perjalanan luar kota (out of town), sistem bekerja melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin, untuk mengejar efisiensi BBM.
Teknologi PHEV BYD disebut sebagai DM-i, atau Dual Mode Intelligent, dikembangkan dengan fokus pada efisiensi energi dan pengalaman berkendara yang lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Dalam sistem ini, motor listrik berperan sebagai penggerak utama untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus, responsif, dan senyap, khususnya dalam penggunaan harian di area perkotaan.

Selain fokus pada efisiensi melalui DM-i, BYD juga menghadirkan DM-p, atau Dual Mode Powerful, yang dikembangkan untuk menghadirkan performa lebih tinggi dalam sistem elektrifikasi. Kolaborasi antara motor listrik dan mesin dioptimalkan untuk menghasilkan respons tenaga yang lebih cepat dan karakter berkendara yang lebih dinamis.
Untuk kebutuhan penggunaan dengan karakter jalan yang lebih menantang, BYD turut menghadirkan DMO, atau Dual Mode Off-road, yang dirancang untuk menghadirkan kestabilan tenaga, penguatan torsi, serta kemampuan adaptasi kendaraan yang lebih optimal dalam berbagai kondisi jalan.

Dalam salah satu pengujian internal, teknologi BYD DM mampu menghadirkan jarak tempuh hingga lebih dari 1.800 kilometer dalam kombinasi penggunaan listrik dan bahan bakar penuh, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 65 km/liter atau lebih dari 60% lebih efisien dibandingkan kendaraan keluarga bermesin bensin 1.500 cc yang umum digunakan di Indonesia.
Dalam menghadirkan teknologi Dual Mode di Indonesia, BYD juga memperkenalkan filosofi BYD DM G.A.S.S. sebagai representasi karakter utama teknologi DM yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin dinamis. G.A.S.S. merepresentasikan empat karakter utama teknologi DM BYD, yaitu Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Melalui teknologi Dual Mode, BYD menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi NEV yang lebih relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini, sekaligus mendukung percepatan transformasi menuju masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan.[Ahs/timBX]