MENU
icon label
image label
blacklogo

MotoGP: Langgar Kepatuhan Badan Anti-Doping Dunia, Indonesia Yakin Tetap Gelar WorldSBK dan MotoGP

OCT 11, 2021@09:00 WIB | 174 Views

Organisasi Anti-Doping Nasional Indonesia dinyatakan tidak patuh oleh WADA (Badan Anti-Doping Dunia).

Tetapi perwakilan Indonesia menegaskan, “Jangan bayangkan Indonesia tidak dapat mengadakan kompetisi internasional”. Indonesia yakin putaran WorldSBK dan MotoGP mendatang di sirkuit Mandalika tidak akan terpengaruh oleh keputusan 'ketidakpatuhan' WADA (Badan Anti-Doping Dunia) baru-baru ini.

WADA menyatakan bahwa lima organisasi anti-doping tidak mematuhi Kode Anti-Doping Dunia. Ini termasuk organisasi anti-doping nasional untuk Indonesia dan Thailand, negara-negara yang akan menjadi tuan rumah MotoGP tahun depan.

Potensi signifikansi dalam istilah motorsport adalah bahwa 'konsekuensi' dari ketidakpatuhan meliputi, "Negara-negara penandatangan tidak boleh diberikan hak untuk menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental atau dunia, atau acara yang diselenggarakan oleh organisasi acara besar untuk seluruh periode ketidakpatuhan".

WorldSBK akan memulai debutnya di Mandalika pada 19-21 November, diikuti dengan gelaran MotoGP perdana pada 18-20 Maret. Thailand memiliki waktu lebih lama, dengan acara MotoGP berikutnya dijadwalkan pada 2 Oktober.

Ketidakpatuhan Indonesia adalah ‘akibat ketidaksesuaian dalam menerapkan program pengujian yang efektif’. Sementara putusan Thailand disebabkan oleh ‘kurangnya implementasi penuh dari Kode WADA versi 2021 dalam sistem hukum mereka’.

Mereka termasuk di antara delapan organisasi anti-doping yang mengirim pemberitahuan resmi tentang ketidakpatuhan pada 15 September, dengan 21 hari untuk menanggapi. Sementara tiga organisasi anti-doping kemudian memberikan cukup bukti untuk menghindari ketidakpatuhan, dimana itu tidak dibantah oleh lima lainnya.

Baca juga: Bonovo BMW Batal Berpartisipasi di WSBK Argentina dan Indonesia, Jonas Folger Tinggalkan Tim

"Kami langsung berkoordinasi dengan lembaga anti-doping Indonesia, di mana posisi kami dikatakan tidak sesuai," kata Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia dalam konferensi pers. “Ternyata mengacu pada pengiriman sampel kami. Pada Maret 2020, Covid-19 mulai menyebar di Indonesia. Tidak ada kegiatan olahraga, sehingga sampel yang direncanakan tidak terpenuhi. Semuanya berhenti dan ini menyebabkan kami tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh WADA."

Namun, dia menegaskan, “Indonesia belum dilarang sehingga tetap bisa melakukan kegiatan olahraga. Jadi, jangan bayangkan Indonesia tidak bisa mengadakan kompetisi internasional atau mengirim atlet ke luar negeri.

“Teguran ini merupakan konsekuensi dari ketidakpatuhan, dan sekarang kami diberi kesempatan untuk mengklarifikasi. Meski terlambat, kami berusaha dan WADA juga memberikan waktu untuk memberikan surat klarifikasi.”[dhe/shf/timBX] berbagai sumber

Tags :

#
motogp,
#
motogp 2021,
#
anti doping dunia,
#
worldsbk,
#
motogp indonesia