

MAR 11, 2026@11:30 WIB | 108 Views

Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD punya satu rencana besar yang tergolong gila. Brand yang kental dengan mobil-mobil elektrifikasi ini disebut-sebut berniat untuk ikut balap mobil F1 di masa depan sebagai tim yang 100 persen baru.
Melansir Bloomberg, Selasa (10/3/2026), alasan BYD yang tertarik masuk ke balap F1 bukan tanpa alasan. Disebut-sebut, mereka tertarik dengan regulasi terbaru yang sudah mulai menekankan pada drivetrain listrik dibandingkan mesin ICE serta penggunaan BBM berkelanjutan.
Gak cuma F1, mereka juga tertarik untuk menjajal beberapa ajang balap bergengsi lainnya. Misalnya seperti World Endurance Championship dimana terdapat satu balapan ikonik yaitu Le Mans 24 Hours.

Selain karena alasan regulasi yang mendukung, alasan BYD ingin ke balap F1 untuk memperkuat citra brand mereka secara global. Dengan itulah, mereka menilai F1 sebagai sarana yang tepat untuk memperkuat eksistensi mereka di berbagai negara.
“F1 adalah panggung pemasaran global yang tak tertandingi. Bagi kami, masuk ke F1 bukan sekadar soal balapan, tapi membuktikan bahwa teknologi China mampu bersaing di puncak prestasi teknik otomotif dunia”, ungkap salah satu petinggi BYD.
Meski memiliki modal yang kuat, jalan BYD menuju F1 tidaklah murah. Perkiraan biaya untuk menjalankan tim F1 bisa mencapai lebih dari 500 juta Dollar AS atau sekitar Rp7,8 triliun per musim jika menghitung biaya di luar aturan cost cap.
Dengan tantangan ini mungkin akan jadi penghambat BYD masuk ke F1 andai mengusung strategi membuat tim dari nol. Salah satu opsi agar mereka bisa masuk ke F1 adalah dengan mengakuisisi tim yang sudah ada seperti yang dilakukan Audi dengan membeli tim Sauber.
Hingga saat ini, pihak BYD belum memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan akhir mereka. Namun, jika rencana ini terealisasi, BYD akan mencatatkan sejarah sebagai pabrikan mobil Tiongkok pertama yang berkompetisi di balap F1. [edo/timBX]