MENU
icon label
image label
blacklogo

All About American Muscle Car (Part 1)

FEB 14, 2017@17:03 WIB | 30,701 Views

Agaknya kita patut berbangga dengan Indonesia tercinta. Meskipun masuk dalam kategori negara berkembang, tapi urusan pecinta muscle car sudah cukup berkembang. Buktinya beberapa muscle car merk pabrikan otomotif kelas dunia bisa beredar dan malang melintang di daratan Tanah Air tercinta.

Galih Laksono, Builder G-Speed Indonesia menuturkan, animo pecinta muscle car khususnya jenis American muscle car cukup tinggi. Namun sebagian orang banyak yang belum mengerti benar tentang muscle car itu sendiri.

American Muscle Car pasti dibekali dengan mesin V8 berteknologi carburator atau mesin V6 dengan carburator,” kata Galih.

Namun dengan perkembangan teknologi yang semakin lama semakin modern, pria kelahiran Jogjakarta itu mengatakan di negara asalnya pun muscle car sudah berubah sedikit demi sedikit menjadi menggunakan teknologi fuel injection. Namun itu semua itu tidak menyurutkan minat bagi pengguna mobil klasik di Indonesia.

Menurut dia, perkembangan American Muscle Car di Indonesia sudah meningkat sejak tahun 2000-an dan sampai sekarang (2017). Banyaknya ragam American Muscle Car yang diproduksi seperti dari Chevrolet, Ford, atau Chrysler di negara asalnya membuat populasi mobil-mobil ini juga cukup banyak dicintai oleh pelanggan di Indonesia.

Namun banyak pengguna mobil lawas ini yang mengalami masalah dan keluhan. Terutama dari sisi mesinnya. “Pasti kita juga sering melihat muscle car seperti Ford Mustang, Chevrolet Camaro atau Holden di jalan Ibukota. Tapi kebanyakan mobil tersebut sudah melakukan swap engine yang bertujuan untuk mendukung kinerja mesinnya biar bisa mencapai power lebih tinggi tapi juga kemudahan perawatan,” tegas pria ramah itu.

Untuk itu, Galih yang sudah bergelut di dunia khusus kendaraan America Muscle Car sejak tahun 1985 ini melakukan sebuah pengembangan dengan mendesain sebuah mesin V8 untuk memenuhi kebutuhan teman-teman yang sangat antusias dengan kendaraan bertampang klasik tapi tenaga buas tersebut. Tujuannya tentu memudahkan penggemar American Muscle Car yang mau swap engine namun masih dapat nuansa mobil klasik Amerika.

Kembali dijelaskan oleh Galih, selain mesin, para pemilik mobil ini juga harus memperhatikan setiap sudut yang tidak bisa dihilangkan dari ciri khas kendaraan Amerika tersebut yang biasanya punya garis-garis desain yang tegas sehingga terlihat begitu berkarakter.

Sebab ketika tampang muscle car itu berubah, maka bukan ciri khas kendaraan Amerika lagi yang didapat. Bangun muscle car yang benar itu adalah mengembalikan body ke aslinya dengan sedikit perubahan modifikasi tapi tidak mengesampingkan ciri khasnya.

“Modifikasi boleh saja tapi bukan yang extreme. Kalau menurut saya pemangkasan body asli itu sudah masuk kategori extreme. Kenapa? Karena itu bukan aslinya lagi. Lain halnya dengan fender atau grill yang dilebarkan. Merubah besarnya ban juga harus disesuaikan dengan besarnya mesin,” timpal punggawa workshop yang beralamat di Jl. Antasari, Jakarta Selatan ini.

Setelah perhatian pada mesin dan bodi, hal yang perlu diperhatikan lainnya pada muscle car yakni aksesoris dan pernak pernik mobil itu sendiri. Jangan sampai aksesoris original mobil ini dihilangkan, karena akan sulit nantinya untuk dikembalikan ke kondisi semula. “Karena semua aksesoris itu impor dan tidak ada yang diproduksi di Indonesia. Jadi jangan sampai hilang,” pesan Galih.[ddy/timBX]

Bersambung ….