

JAN 14, 2026@18:00 WIB | 180 Views

Pals, trend modifikasi berbasis performance pada Harley Davidson memang sedang hype. Tak hanya itu, Harley Davidson juga mulai diminati kawula muda di Indonesia. Salah satunya adalah Harley Davidson Road Glide yang cukup banyak terpampang di sosial media, touring dengan jalur tanjakan landai ke berbagai destinasi wisata, dengan jepretan yang estetis tentunya. Sementara di negara asalnya Amerika Serikat, Road Glide cukup populer dengan MotoAmerica King of the Baggers.

Modifikasi tersebut digagas oleh Andre Tenardi founder dan owner dari Garasi 19 telah malang melintang didunia kustom kulture. Salah satu modifikasi terbarunya adalah Road Glide ST yang sudah ditambahkan turbo kit, dan modifikasi yang begitu konsen di dunia performance. Kita menyebutnya sebagai performance bagger.
Pernah ikut showbike di Kustom Fest 2025, motor garapan Garasi 19 ini mendapatkan juara kedua kelas bagger dan kelas Harley lebih tepatnya 1st runner up dari Custom kings Asia dan 1 piagam runner up kelas performance dari Kustom fest. Motor ini diberinama The Lumina Bagger.
Kalau dunia modifikasi sudah begitu proper, dan aftermarket berbasis alumunium dural T6 CNC sudah melimpah, itu boleh dibilang menjadi indikator ekonomi Indonesia sudah mulai membaik.

Harley Davidson Road Glide ST bermesin Milwaukee-Eight® 117 dengan tenaga 127 hp dan torsi 197 Nm ini salah satunya. Dimodifikasi secara total pengereman, suspensi, body kit, velg hingga lighting, oleh Garasi 19 dan dijuluki sebagai The Lumina Bagger, karena sang owner adalah seniman tatto dari Bali.

"Sang Owner @DodePras_LuminaTatto adalah salah satu artis tatto terkenal di Bali. Awalnya kita tidak berencana membangun motor sekompleks ini ya. Dode suka sama gaya modifikasi kita yang simple. Jadi last minute aja kemudian ditambahkan turbo kit, sementara banyak aliran bagger sekarang dipakai turing. Dengan warna gun shape grey, warna orginal yang diberikan sentuhan pin stripping," terang Andre Tenardi, owner Garasi 19.

Modifikasinya meliputi suspensi yang sudah dimodifikasi Kraus X Ohlins Kr8 With Triple Three pada bagian depan, dan Shock Ohlins Screamin Eagle pada bagian belakang.
Ketika sudah diupgrade turbo, maka sektor pengereman menjadi hal penting. Sektor upgradenya Caliper Rebuffini Front And Rear, Bracket Caliper Trask Rear, Bracket Caliper Kraus dan Diskbrake Lyndall Front And Rear.
Lampu depan menggunakan Baja Design LP6 Headlamp sementara sein pakai Baja Design S1 Turnsignal plus Fillerzer Probeam Turnsignal.

Swing arm belakang menggunakan wing Arn Trask Black Gold Anodized, dipadukan dengan velg dari brand Lyndall Front And Rear dan balutan Metzeler ME888.
Sisi ergonomis dalam berkendara lebih baik, pemasangan riser untuk riding lebih baik, termasuk handle bar, serta fitting seat saddleman. Nama produknya step up seat hasil karya kolaborasi Saddleman X San Diego Custom. Mengapa menggunakan part tersebut, karena memang dari culture bagger performance di Amerika Serikat seperti itu.

Emang selain part tersebut, yang paling membagongkan adalah part turbo kit dari Trask Performance tipe Assasin. "Semua turbo yang dijual oleh Trask Performance sudah tersedia spesifikasinya, Setiap kubikasi motor sesuai dengan knalpot, dan tujuan performa harian, akhirnya harus merubah ECM ke Thunder Max, untuk membuka limiter," tutup bro Andre.[Ahs/timBX]