

MAY 12, 2026@10:00 WIB | 69 Views

Saat banyak film epik berlomba menjadi paling banyak dan besar. Namun, The Odyssey sendiri memang jadikan ajang untuk membuktikan kalau Nolan bisa buat film kolosal. Satu sisi, pendekatan ini akan membuat film tentang mitologi Yunani ini akan jauh lebih dramatis dan penuh dengan praktikal efek.
Namun, bukan itu yang Nolan mau sajikan, ini sebuah Art of War yang selama ini orang pun tidak paham bagaimana caranya. Dan ia akan buka secara blak-bakan kalau ini adalah kisah menarik dari sebuah cerita kolosal, The Odyssey.
Kita bicara bukan skala masif tapi lebih memperlihatkan bagaimana Nolan sendiri membingkai cerita klasik ini terasa berbeda sekali. Alih-alih menjual cerita klasik dengan pengorbanan, kali ini ia mencoba ceritakan soal strategi dan juga filosofi yang akan mereka keluarkan di film tersebut.
Pastinya ini semua terjadi di zama perunggu dimana masa tersebut perang memiliki strategi yang beneran berbeda.
Odysseus mungkin Bukan Pahlawan Biasa

Sudah bicarakan Achilles yang konon akan jadi bagian paling agung bahkan orang pun akan suka. Namun, bicara Odysseus bakalan terkejut kalau Matt Damon adalah orang paling tepat. kalau Achilles, kuat dan agresif, Odysseus sendiri bukan seperti itu.
Kalah secara fisik? Jelas! Tapi satu hal yang berbahaya dari dia adalah selalu berpikir kedepan beberapa langkah dari musuh. Ini semua adalah taktik dan strategi untuk memenangkan sebuah pertempuran. Bukan lagi semata ego dan kekuatan otot. Melainkan strategi ke depan agar bisa menaklukkan semua wilayah tanpa terkecuali.
Dari sinilah Metis bekerja, itu semua bukan kecerdesan minimal. Namun, cerdik dan juga fleksibel, oportunis dan juga seringkali gunakan cara manipulatif untuk meraih sesuatu di depan mata. Masalahnya adalah apakah Metis sendiri bekerja dalam segala cara? Namun Odysseus punya gaya bekerja yang bisa membaca situasi yang tidak pernah terduga selama ini.
Metis sendiri bukanlah sekedar cerdas secara fleksibel. Namun, punya sifat oportunis dan juga membaca situasi dan selalu menunggu momen penting untuk menyerang sesuatu. Karena Metis adalah senjata mematikan namun tidak terlihat.
Trojan Horse dan Blueprint Kemenangan

Dalam trailer pun terlihat jelas kalau ada Kuda Troya. Sebuah senjata terakhir penyerangan dengan harapan bisa memasuki lingkungan musuh tanpa terdeteksi sama sekali. Sebuah ilmu perang lama yang sampai sekarang mungkin akan terus relevan di lingkungan perang manapun. Trailer terbaru memberi satu sinyal yang tidak bisa diabaikan: Trojan Horse.
Maka, The Odyssey pun akan jadi sebuah kejutan menarik di kala cerita kolosal lain akan mengedepankan bagaimana perang ini mulai dan selesai begitu saja. [Adi/TimBX]