MENU
icon label
image label
blacklogo

Review Fuze: Awalnya Menjanjikan, Ending-nya Kehabisan Tenaga

MAY 07, 2026@14:00 WIB | 48 Views

Saking tenaganya habis endingnya begitu doang

Ledakan bom di tengah kota, evakuasi massal, sampai perampokan berlian di balik situasi chaos jadi kombinasi yang selalu menarik untuk film thriller-action. Ada rasa tegang yang terus dimainkan, seolah semua orang sedang berpacu dengan waktu sebelum semuanya benar-benar hancur. Formula itulah yang coba dibawa Fuze.

Film yang dibintangi Aaron Taylor-Johnson, Theo James, dan Sam Worthington ini sebenarnya punya premis yang cukup menjanjikan. Apalagi ketika film mulai memainkan suasana kota lumpuh akibat penemuan bom peninggalan perang dengan daya ledak besar.

Awal Cerita Intens, Tapi Kehilangan Tenaga di Akhir

Fuze langsung membuka cerita dengan situasi yang cukup mencekam. Penemuan bom membuat seluruh area kota harus dievakuasi. Jalanan lumpuh, aparat mulai bergerak, dan kepanikan warga perlahan berubah menjadi kesempatan emas bagi sekelompok orang untuk melakukan perampokan berlian bernilai besar.

Di titik ini, Fuze berhasil memainkan tensi dengan cukup baik. Atmosfer chaos yang dibangun terasa intens, apalagi ketika film mulai memperlihatkan bagaimana situasi darurat justru dimanfaatkan sebagai celah untuk menjalankan aksi mereka.

Sayangnya, ketegangan tersebut tidak mampu dijaga sampai akhir film. Memasuki paruh kedua cerita, Fuze mulai terlalu sibuk menambahkan konflik baru tanpa membangun fondasi cerita yang cukup kuat.

Masalahnya bukan karena film ini punya banyak twist. Masalah utamanya justru ada di bagaimana setiap layer konflik terasa muncul tanpa penjelasan yang benar-benar solid. Kelompok yang diperankan Sam Worthington misalnya, terasa hadir hanya untuk memperbesar ancaman tanpa motivasi maupun hubungan yang benar-benar jelas dengan keseluruhan operasi.

Alhasil, cerita yang awalnya terasa intens perlahan mulai kehilangan arah. Film ini seperti ingin terlihat kompleks, padahal sebagian konfliknya justru membuat cerita terasa semakin kabur.

Karakter Tidak Punya Fondasi Kuat

Kelemahan terbesar Fuze sebenarnya ada pada karakter-karakternya sendiri. Film ini terlalu fokus menjaga misteri sampai lupa membangun siapa sebenarnya orang-orang di balik aksi perampokan tersebut.

Kru yang membantu pembobolan brankas nyaris tidak punya latar belakang maupun motivasi yang cukup kuat. Akibatnya, ketika konflik mulai memakan korban, dampaknya terasa kurang emosional karena penonton tidak benar-benar punya koneksi dengan karakter yang ada.

Bom peninggalan perang yang seharusnya bisa menjadi elemen penting untuk memperkuat cerita juga terasa kurang dimanfaatkan maksimal. Kehadirannya lebih terasa sebagai alat pembangun chaos dibanding bagian penting dari cerita itu sendiri.

Meski begitu, Fuze tetap punya nilai hiburan buat kalian yang mencari film thriller-action dengan tempo cepat dan atmosfer penuh tekanan. Terutama di awal film, intensitas yang dibangun memang cukup efektif untuk membuat penonton penasaran. Hanya saja, rasa penasaran tersebut tidak dibayar dengan klimaks yang sama kuatnya. [Adi/TimBX]

Tags :

#
fuze,
#
aaron taylor-johnson