MENU
icon label
image label
blacklogo

Ini Alasan Mengapa Harus Berhenti Menggunakan CCleaner di Windows

AUG 16, 2018@19:00 WIB | 5,294 Views

Beberapa software dari Windows menjadi ketergantungan bagi pengguna PC dalam menggunakannya. Sayangnya, kebanyakan mengarah ke masalah besar ketika software tersebut mulai terkenal. Inilah yang terjadi kepada CCleaner dengan segala program utilitas pemeliharaan terhadap PC.

CCleaner adalah fasilitas perangkat gratis yang digunakan untuk mengoptimalkan komputer dan membersihkan registry-nya. Salah satu fitur penting pada program ini adalah tersedianya perkakas untuk membersihkan cache yang ditinggalkan oleh program peramban saat berselancar di internet. Awalnya, CCleaner merupakan aplikasi yang sehat dan rapi tanpa memiliki masalah. Sayangnya, ini berakhir setelah Avast mengakuisisi CCleaner dari developer, yaitu Piriform pada Juli 2017 silam. CCleaner telah memiliki dua masalah utama hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Pemantauan Baru CCleaner

Yang pertama adalah perilaku buruk di CCleaner versi 5.45 yang diberi nama "Active Monitoring". Ini adalah fitur standar yang digunakan mengumpulkan berbagai informasi anonim tentang sistem Anda. Pengguna bisa menonaktifkannya untuk mematikan fitur ini.

Ternyata, jika pengguna menonaktifkan fitur “Active Monitoring”, software secara otomatis aktif kembali setelah di-reboot. Ini adalah perilaku yang sangat mencurigakan dari developer meskipun Piriform telah mundur di atas masalah ini.

Selain itu, versi baru CCleaner jauh lebih sulit untuk dihentikan. Ketika pengguna mengklik “Close” untuk menutup software ini, hal ini malah meminimalkan ke System Tray Anda. Jika Anda mengklik kanan ikonnya, tidak ada opsi untuk keluar dari CCleaner. Ini berarti pengguna harus menutupnya menggunakan Task Manager. Dengan demikian, CCleaner berjalan secara konstan di latar belakang sambil mengumpulkan data untuk Avast.

CCleaner Mendistribusikan Malware

Sebelum kejadian ini, Piriform menemukan bahwa CCleaner telah diretas dan mendistribusikan Malware. Software versi 32-bit ini terinfeksi dengan virus Trojan. Virus ini mengumpulkan informasi tentang sistem yang diinstal. Virus ini juga memiliki kemampuan untuk menjalankan kode pada sistem yang terpengaruh.

Untungnya, pihak developer telah mengatasinya sebelum serangan virus meluas. Tetapi, ini akan menjadi sangat memalukan untuk perusahaan keamanan level atas seperti Avast ketika mendapat masalah ini.

Selain itu, sejak diakuisisi oleh Avast, CCleaner juga menampilkan Pop-up yang mengganggu dan kesannya memaksa pengguna meng-upgrade ke versi berbayar yang memiliki fitur Automatic Cleaning. Menginstal CCleaner sendiri kadang-kadang akan menampilkan tawaran untuk menginstal Avast, jadi pengguna harus hapus tanda centang untuk menghindarinya.[Dea\TimBX]

Tags :

#
blacktips,
#
ccleaner,
#
malware