

NOV 07, 2017@21:00 WIB | 1,879 Views
Sebuah inovasi membuat cocktail dengan gelas khusus, yang bisa dikendalikan dengan melalui smartphone. Anda dapat memprogram minuman Anda sesuai keinginan Anda. Alat ini dihasilkan oleh periset National University of Singapore dibawah pimpinan Nimesha Ransinghe. Mereka mengembangkan gelas koktail yang bisa deprogram, dengan nama Vocktail. Secara tampilan mampu menipu indera Anda, agar Anda dapat membayangkan bahwa Anda sedang minum koktail.
Vocktail telah berisi beberapa elemen berbeda yang dikombinasikan, memberikan Anda rasa minuman berenergi dengan rasa hampir tak terbatas. Seperti lampu LED yang mengubah warna minuman Anda. Kemudian digunakan elektroda, yang diletakkan disekitar pinggiran gelas. Tugasnya merangsang lidah sehingga arasanya asin, manis atau asam.
Kaca Vocktail dirancang untuk meniru rasa asam limun. Selain itu Vocktail mampu menghadirkan bau penciuman yang mampu merangsang hidung seseorang, untuk mencicipi berbagai rasa. Komponen ini dihasilkan dari tiga ruang bau dan pompa udara, yang berfungsi sebagai minuman.
Bayangkan saat Anda memesan koktail. Anda menyesuaikan citarasa dengan menggunakan aplikasi seluler. Atau bahkan mencoba rasa yang sama sekali baru. Misalnya, Anda memesan mojito, tapi Anda ingin mencobanya sedikit coklat atau strawberry. Meski dengan rasa buatan, Vocktail akan menambahkan sensasi rasa dan varian koktail.
Sejauh testimony kepada beberapa orang, mereka cukup menyukainya, karena ada sensasi bau. Selain itu, tampaknya ada sensasi selain bau yang menggabungkan saluran sensoris bau, rasa, warna, untuk menciptakan cita rasa yang smooth. Tentunya konsumen akan mengeksplorasi rasa, dan bersemangat untuk membuat koktail baru.
Menurut Ranasinghe, tim juga ingin menambahkan pengalaman lebih jauh lagi dengan menambahkan elemen makanan dari virtual reality. Sehingga harapannya, Anda dapat pengalaman baru terkait e-drinks yang beragam dan berbagai pengaturan virtual yang berbeda. Proyek Voctail ini sebelumnya telah disampaikan pada Association for Computing Machinery Multimedia Conference pada bulan Oktober kemarin. [Ahs/TimBX]