MENU
icon label
image label
blacklogo

Untuk Iklan, Twitter Tak Sengaja Gunakan Nomor Telepon dan Email Pengguna?

OCT 10, 2019@17:40 WIB | 159 Views

Pada hari Selasa (8/10) lalu, Twitter memberikan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan. Mereka mengumuman bahwa pihaknya  "secara tidak sengaja" telah menggunakan nomor telepon dan alamat email pengguna untuk tujuan periklanan meskipun informasi mengenai hal tersebut diberikan oleh pengguna untuk sistem keamanan metode otentikasi dua faktor. Terkait hal ini pula pihak Twitter tetap bisa menjamin kerahasiaan data pribadi para pengguna.

Masih menurut pihak Twitter, mereka menjamin bahwa tidak ada data pribadi yang dibagikan dengan mitra pihak ketiga perusahaan, dan masalah privasi telah dapat diatasi. Jadi, sekarang ini nomor telepon dan alamat email hanya dikumpulkan untuk tujuan keamanan saja.

"Kami tidak bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak orang yang terkena dampak ini," kata Twitter dalam sebuah posting blog yang mengungkapkan kesalahan keamanan privasi ini. "Kami sangat menyesal ini terjadi dan mengambil langkah untuk memastikan kami tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi." Demikian pernyatan dari Twitter.

Dari pernyataan resmi Twitter diatas, mereka mengakui tentang adanya kemungkinan kebocoran data privasi penggunanya dan itu pun dilakukan secara tidak sengaja. Oknum peretas yang tak bertanggung jawab telah menjebol sistem keamanan data. Meskipun terjadi kemungkinan demikian, pihak Twitter lantas segera memperbaiki hal itu agar kebocoran tak sengaja tersebut tak meluas ke pengguna lainnya.    

Selama setahun terakhir, telah kita ketahui bahwa Facebook telah menerima banyak kritik atas malpraktek privasi penggunanya, namun rupanya Twitter juga terlibat dalam kontroversi sendiri tentang bagaimana ia menangani privasi penggunanya. Baru bulan lalu, akun CEO Twitter Jack Dorsey mengalami kebocoran setelah peretas dapat mengicaukan ejekan ras melalui pesan teks. Namun ha ini segera dapat diatasi oleh pihak Twitter.

Pada Mei 2018, Twitter menyarankan para penggunanya, semuanya 330 juta dari mereka, untuk mengubah kata sandi mereka setelah bug ditemukan yang mengekspos mereka dalam teks biasa. Twitter mengatakan pada saat itu bahwa tidak ada informasi yang dilanggar atau disalahgunakan oleh pihak tertentu. Ya, hingga kini mereka tetap bisa menjamin kerahasiaan data privasi para penggunanya.[inn/hsn/timBX]

Tags :

#
twitter,
#
privasi pengguna,
#
iklan