MENU
icon label
image label
blacklogo

iPhone Fold, Pesaing Samsung Z Fold Kah?

JAN 02, 2026@17:00 WIB | 135 Views

Apple menjilat ludah soal Ponsel Lipat kah?

Selama bertahun-tahun, dunia teknologi sudah terbiasa melihat Apple datang belakangan, lalu mengubah arah permainan. Foldable phone mungkin jadi contoh paling nyata berikutnya.

Saat brand lain sudah berlomba melipat layar sejak generasi pertama yang masih “coba-coba”, Apple justru memilih diam. Terlalu diam, sampai akhirnya satu pertanyaan mulai terasa masuk akal: kapan iPhone Fold benar-benar lahir?

Rumornya Format Book-Style Foldable?

Rumor terkuat saat ini mengarah ke 2026 sebagai tahun paling realistis bagi Apple untuk memperkenalkan iPhone lipat pertamanya. Bukan kebetulan, tapi hasil dari siklus pengembangan panjang yang khas Apple. Mereka tidak tertarik menjadi yang pertama, tapi ingin menjadi yang paling siap.

Dari berbagai bocoran industri, iPhone Fold disebut akan hadir dengan format book-style foldable, mirip pendekatan Galaxy Z Fold, namun dengan sentuhan khas Apple. Layar utama diperkirakan berada di kisaran hampir 8 inci, sementara layar luar tetap fungsional untuk penggunaan harian. Ini bukan ponsel eksperimen, tapi iPhone yang “berubah bentuk” saat dibutuhkan.

Satu isu besar yang selama ini menghantui ponsel lipat adalah bekas lipatan layar. Di sinilah Apple kabarnya menghabiskan waktu paling lama. Alih-alih sekadar mengurangi lipatan, Apple ingin membuatnya nyaris tak terasa, baik secara visual maupun sentuhan. Pendekatan ini disebut melibatkan struktur OLED baru dan teknologi panel yang lebih kompleks, dengan Samsung Display digadang-gadang sebagai pemasok utama.

Harga Sendiri Bakalan Super Mahal?

Masuk ke ranah harga, ekspektasinya jelas bukan ramah dompet. iPhone Fold diperkirakan akan duduk di segmen ultra-premium, dengan banderol yang bisa menembus angka psikologis dua ribu dolar AS. Ini bukan produk massal. Ini statement. iPhone Fold tampaknya disiapkan untuk mereka yang ingin iPhone paling ekstrem, bukan sekadar paling baru.

Lalu kenapa Apple baru sekarang? Jawabannya mungkin sederhana: foldable belum matang secara emosional bagi konsumen Apple. Bagi Apple, desain harus terasa natural, tahan lama, dan intuitif. Foldable generasi awal terlalu rapuh, terlalu niche, dan terlalu kompromistis untuk standar Cupertino.

Jika iPhone Fold benar-benar meluncur pada 2026, dampaknya akan jauh melampaui sekadar satu produk baru. Ini bisa menjadi titik balik segmen foldable, memaksa kompetitor menaikkan standar kualitas, bukan sekadar menambah spesifikasi. Dan seperti biasa, Apple tidak hanya menjual hardware, tapi pengalaman baru dalam menggunakan iPhone.

Untuk saat ini, iPhone Fold masih berada di wilayah “hampir nyata”. Tapi melihat arah industri, mitra manufaktur yang sudah siap, dan tekanan pasar premium yang mulai jenuh, satu hal terasa pasti: ketika Apple akhirnya melipat iPhone, dunia akan ikut melipat perhatian ke arahnya.

Dan mungkin, seperti iPhone pertama dulu, kita akan kembali bertanya “Kenapa baru sekarang?” [Adi/TimBX]
 

Tags :

#
iphone,
#
fold,
#
ponsel lipat