MENU
icon label
image label
blacklogo

Gagal Mencerdaskan Penggunanya, Lumosity Dikenakan Denda 28 Miliar

JAN 10, 2016@16:00 WIB | 548 Views

Pernah dengar aplikasi Lumosity? Lumosity merupakan aplikasi pelatihan otak yang diklaim mampu membantu pengguna menjadi lebih kritis berpikir ketika di sekolah maupun pekerjaan, juga mengurangi atau menunda potensi terjadinya penurunan kemampuan kognitif pada pengguna.

Aplikasi yang diciptakan oleh Lumos Lab ini tercatat telah digunakan oleh lebih dari 70 juta pengguna.  Promo mereka yang gencar dilakukan di berbagai media seperti televisi, radio dan internet mengatakan kalau pengguna cukup meluangkan waktu selama 10-15 menit selama beberapa kali setiap minggunya untuk mencapai potensi maksimal dari berbagai aspek dalam kehidupan. Lumos mencetak keuntungan besar lewat layanan paket berlangganan sebesar $14,95 atau sekitar Rp 194.000 per bulan dan $299,95 atau sekitar 4 jutaan untuk keanggotaan seumur hidup.

Namun kini FTC (komisi federal yang mengatur masalah perdagangan di Amerika Serikat) memutuskan bahwa Lumos Labs selaku pengembang aplikasi Lumosity dinyatakan bersalah karena telah menipu pengguna dengan klaim bahwa aplikasi mereka mampu meningkatkan kecerdasan pengguna. Lumor labs pun dikenakan denda sebesar $2 juta atau sekitar Rp 28 miliar atas kesalahan tersebut.

Dalam pernyataannya, direktur untuk divisi perlindungan pelanggan di FTC yaitu Jessica Rich mengatakan bahwa Lumosity memanfaatkan kekhawatiran pelanggan akan penurunan kemampuan kognitif karena usia, dan mengklaim kalau game buatan mereka bisa mengobati penyakit seperti kehilangan ingatan, demensia, bahkan Alzheimer.

Sayangnya klaim ini sama sekali tak memiliki dukungan bukti secara ilmiah, dan hal ini dianggap menyesatkan para pelanggan. Tak cuma itu, FTC juga menuduh bahwa Lumos Labs telah mengumpulkan testimonial dari para pengguna dengan cara melakukan kontes berhadiah iPad gratis serta perjalanan gratis ke San Fransisco. Berdasarkan putusan  FTC, Lumos Labs juga diwajibkan untuk memberikan notifikasi kepada para pelanggan yang telah membayar biaya paket berlangganan. Selain itu, FTC juga memeberikan kesempatan pada Lumos Lab untuk membatalkan paket langganan. [Don/TimBX]

Tags :

#
lumosity,
#
aplikasi lumosity

RELATED ARTICLE