MENU
icon label
image label
blacklogo

Fitur Terbaru Parse.ly Bantu Penulis Dalam Menemukan Topik yang Jarang Dibahas

JAN 29, 2019@18:00 WIB | 158 Views

Kadang-kadang jika kita sedang menulis cerita dan sering kali gagal. Ini sungguh masuk akal dalam artian yang lebih spesifik ada beberapa topik hanya dibahas secara berlebihan. Orang-orang sepertinya suka membaca tentang topik yang sedang hangat-hangatnya, tetapi apakah mereka akan membaca posting anda?

Perusahaan Analytics, Parse.ly, berusaha mencari cara untuk mengatasi masalah itu dengan menghadirkan fitur baru di Currents, produk mereka yang menyoroti tren yang lebih luas. Fitur ini disebut “demand sorting,” karena disini menunjukkan topik yang paling “diminati” oleh banyak audiens.

Demand atau permintaan, dalam hal ini ditentukan dengan mengambil jumlah total yang dilihat dari suatu topik dan kemudian membaginya dengan jumlah artikel. Dengan kata lain, jika suatu topik sedang sangat diminati saat itu, topik tersebut akan menarik perhatian tapi menutupi cerita yang relatif sedikit - menciptakan peluang bagi seorang penulis untuk mencari subjek berikutnya.

CEO Sachin Kamdar mengatakan ini menyoroti "data terdiferensiasi dari Parse.ly, memperlihatkan apa yang dibaca orang VS apa yang dibagikan atau dicari orang."

Pimpinan Special Project, Sal Gionfriddo mengatakan juga memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami yang digunakan dalam Currents untuk mengidentifikasi topik utama dari sebuah cerita dan memahami hubungannya antara berbagai topik.

Jadi ini bukan hanya daftar subjek cerita. Anda bisa membandingkan permintaan dari berbagai topik, dan jika anda mengetahui bahwa misalnya topik gempa mungkin kurang diminati dibandingkan dengan tsunami, anda juga bisa melihat lebih dekat dan melihat topik terkait gempa yang paling banyak dilihat. Dan ada data historisbya, sehingga anda dapat melihat permintaan di tahun-tahun terakhir untuk liputan di sekitar peristiwa tersebut.

Dan timbul sebuah pertanyaan apakah ini hanya bertujuan untuk terfokus pada berita dengan jumlah paling banyak dilihat banyak orang dan bukan fokus pada berita yang bernilai atau penting, Kamdar menjawab, "Ini bukan seperti anda bisa memainkan ini. Ini bukan sesuatu seperti slide show, di mana anda dapat menghasilkan jumlah X [slide] untuk meningkatkan tampilan halaman anda. Itu adalah orang yang unik yang melihat sepotong konten ... Dalam hal itu, ia sedikit lebih benar dari apa yang sebenarnya menarik. "

Dalam diskusi tentang Currents, ia menyarankan bahwa salah satu cara pengurutan permintaan adalah fokus pada "metrik berbasis loyalitas" - sehingga berita dapat melihat topik yang mendorong orang untuk kembali ke situs mereka.[tje/timBX]

Tags :

#
data analytic,
#
startup parse.ly

RELATED ARTICLE