

JUN 14, 2010@00:00 WIB | 265 Views
Langkah baru ditunjukkan duo pabrikan Jepang, Mitsubishi dan Subaru. Mereka berencana menyiapkan sedan sporty Mitsubishi Evo dan Subaru STi untuk beralih ke mesin diesel pada generasi berikutnya. Hal ini terasa aneh untuk Mitsubishi Evo dan tidak sedikit menimbulkan omongan yang pesimis dengan rencana ini. Dengan peralihan mesin ini membuat Lancer Evolution menjadi korban karena akan sulit bersaing dikelas mobil sport dan jadi sulit dijual khususnya dipasar mobil diesel seperti Jepang dan Amerika karena mereka kemungkinan dua negara ini akan menolaknya. Motivasi yang jelas adalah untuk menjaga emisi CO2 tetap di bawah 200 g/km.
Dengan mesin baru model listrik-diesel akan memungkinkan Evo di berlari kencang dari 0 sampai 62 mph (100 km/h) di bawah lima detik. Model ini akan menggunakan sistem penggerak seluruh roda (all wheel drive) S-AWC yang membuat EVO sanggup bergerak liar dengan perfora maksimal. Adapun untuk Subaru mereka berenca menyematkan model diesel pada Subaru Impreza di generasi-berikutnya yang akan keluar tahun 2012. Mesin ini akan menjadi versi yang lebih bertenaga dari semua varian mesin standard 2.0 liter diesel pada lineup Impreza.
Dari sumber terpercaya diketahui juga kalau Subaru dapat berhemat dengan Impreza yang saat ini menggendong mesin empat-silinder, turbocharged berkapasitas 1,5 liter. Kenyataan lain ialah Impreza juga akan meninggalkan model reli yang selama ini Subaru banggakan. Perubahan ini mungkin akan membuat para penggemar rally khususnya untuk EVO dan IMS gusar. Karena mungkin mereka tidak akan melihat mobil sport favoritnya di arena rally ke depan.[jri/timABT]