MENU
icon label
image label
blacklogo

Alva Jonathan: Dewa Overclocking Indonesia

MAR 29, 2017@15:57 WIB | 1,147 Views

Dunia teknologi memang selalu berkembang pesat. Baru kemarin rasanya kita memakai komputer atau ponsel dengan teknologi yang seadanya. Namun lihat sekarang, semua perangkat tersebut sudah berangkat menjadi perangkat pintar. Hal ini tentu tak lepas dari kerja keras orang-orang handal di baliknya.

Kegiatan di bidang IT memang bermacam-macam, salah satunya ialah overclocking. Overclocking sendiri merupakan upaya untuk meningkatkan performa komputer dengan cara menaikkan frekuensinya, atau bisa juga untuk meningkatkan performa sebuah sistem agar jauh lebih tinggi dari standarnya sehingga dapat digunakan secara maksimal.

Nah kali ini, tim BlackXperience berkesempatan untuk bertemu dengan salah seorang overclocker terbaik di Indonesia. Ialah Alva Jonathan sang overclocker yang telah menorehkan berbagai prestasi bahkan di kancah internasional. Kali ini, pria yang akrab disapa Alva tersebut berbagi kisah suksesnya selama berkecimpung di dunia overclocking.

Alva mengaku ia telah tertarik dengan bidang overclocking ini sejak ia masih duduk di bangku 3 SMP. Saat itu, ia dan teman-teman seusianya sedang digandrungi oleh tren game pc. Sayang, untuk dapat bermain game secara maksimal, Alva membutuhkan seperangkat komputer yang canggih yang mampu mengoptimalkan pengalaman bermain game.

Komputer saat itu memang belum secanggih saat ini, di mana untuk mendapatkan komputer dengan prosesor yang mumpuni untuk bermain game membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk mengakali hal tersebut, Alva akhirnya membeli seperangkat komputer walau dengan prosesor yang memiliki rating rendah. Overclock merupakan cara bagaimana Alva bisa tetap bermain game secara maksimal walau dengan perangkat yang “seadanya”.

Alva mengaku mendapat keahlian ini dari pamannya juga majalah-majalah yang ia baca saat itu. Alva belajar bagaimana cara mengotak atik komputer agar memiliki performa yang lebih maksimal. Itulah yang membuat Alva semangat untuk terus mendalami dunia ini.

Konsistensi Alva dalam dunia overclocking tentu tak lepas dari dukungan keluarganya. Walaupun sempat diberi pilihan untuk meneruskan perjuangan Ibunya sebagai seorang dokter gigi, Alva tetap memilih menjalani hobinya ini.

“Keluarga sih sangat mendukung, karena memang di keluarga hobi itu sesuatu yang harus didukung dan didalami selama mendalaminya itu  benar-benar serius dan nggak setengah-setengah,” tutur Alva Jonathan kepada Tim BlackXperience.

Alva juga menceritakan pengalamannya yang paling tidak terlupakan selama berada di dunia overclocking ini. Saat itu di tahun 2008 merupakan kali pertama Alva mengikuti kompetisi internasional untuk overclocking. Alva berkata saat itu ia masih menjadi anak bawang yang ditunjuk mewakili komunitasnya dan Indonesia menuju kompetisi ini. Merasa tak punya kemampuan yang mumpuni, Alva sempat merasa minder dan kurang percaya diri.

Namun yang terjadi justru hal yang mengejutkan. Di kompetisi overclocking yang berlokasi di Taiwan ini Alva dan partnernya justru berhasil menyabet gelar juara pertama. Hal ini tentu menjadi berita yang besar dan menghebohkan. Prestasi membanggakan ini juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang patut diperhitungkan dalam setiap kompetisi overclocking.

Sayangnya selalu ada pro dan kontra dalam segala hal. Alva di sini juga berbagi suka dan dukanya selama berada di dunia overclocking. Overclocking sendiri kerap dipandang sebelah mata oleh para pengguna komputer. Overclocking dianggap dapat merusak komputer padahal menurut Alva ini adalah kesalahpahaman yang luar biasa.

Kegiatan overclocking padahal merupakan bentuk kegiatan yang penting untuk meningkatkan performa komputer. Mungkin di saat dulu komputer belum diciptakan untuk dapat di-overclock, kegiatan ini bisa terbilang membahayakan. Namun saat ini, perangkat komputer umumnya sudah diciptakan untuk mampu ditingkatkan performanya, sehingga kegiatan overclocking tentunya sangat aman dan dibutuhkan. Sayang, apresiasi dari para pengguna komputer masih sangat minim untuk hal ini.

Namun di balik semua itu, tentu banyak juga hal yang membahagiakan di bidang overclocking. Misalnya seperti yang dikatakan Alva sebelumnya, saat ini Indonesia sudah menjadi negara yang diperhitungkan di setiap kompetisi overclocking di dunia. Bahkan Indonesia sendiri tercatat sebagai negara dengan jumlah overclocker terbanyak di dunia. Membanggakan pastinya bagi Alva yang memang benar-benar berada di wilayah ini.

Sayangnya saat ini belum ada wadah resmi yang disediakan oleh pemerintah untuk bidang overclocking. Memang sudah banyak komunitas-komunitas overclocking yang tersebar di Indonesia. Namun apabila mampu mengumpulkan komunitas-komunitas ini di bawah satu atap, mungkin dapat menimbulkan efek yang luar biasa bagi dunia overclocking di Indonesia.

Alva juga membeberkan sedikit harapannya ke depan. Ia ingin agar dirinya bisa tetap ikut berkompetisi di tingkat internasional dengan selalu membawa bendera Indonesia. Ia ingin Indonesia bisa lebih dipandang salah satunya melalui dunia overclocking ini. Mengharumkan nama Indonesia lewat presatsinya menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi Alva.

Nah untuk Black Pals yang mungkin ingin mengikuti jejak Alva sebagai overclocker ternama, Alva juga menitipkan sedikit pesan-pesannya. “Yang paling penting sih jangan takut untuk terus mencoba yah. Di zaman sekarang ini, perangkat-perangkat komputer tuh udah dibuat sedemikian rupa untuk dapat dioprek atau di-overclock, sehingga kemungkinan untuk dapat terjadi kerusakan di komputer itu sangat minim yah,”

“Nah, bagi teman-teman yang memang hobi di dunia ini, pokoknya coba dulu aja, jangan takut, terlebih guide untuk overclocking tuh saat ini juga sudah sangat banyak yah. Kayak misalnya cari di youtube atau google dengan kata kunci tentang overclocking aja udah bakalan muncul banyak, nggak kayak di zaman dulu kita harus nyari informasi hanya dari majalah-majalah aja. Jadi jangan takut untuk ngikutin guide itu karena resiko untuk rusaknya tuh kalau kita nggak bener-bener melakukan kesalahan yang fatal udah minim banget kok, so coba dulu aja.” pungkas Alva. [Clo/TimBX]